Setengah hati

Tertegun ku memandangmu Saat kau tinggalkanku .. menangis Bodohnya ku mangharapmu Jelas sudah tak kau pedulikan cintaku Mestinya telah kusadari Betapa perih cinta tanpa balasmu Harusnya tak ku paksakan Bila akhirnya kan melukaiku Mungkin ku tak akan bisa jadikan dirimu kekasih Yang seutuhnya mencintaiku Namun kurelakan diri Jika hanya setengah hati Kau sejukkan jiwa ini Ku hanya terus berharap Satu hari kau mampu .. sadari Tiada yang pernah mengerti Sepertiku setulus hati mencintaimu Menyayat hati… Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan lagu ini Musik yang lembut dan romantis, lirik yang menohok, vokal Donnie Sibarani yang sangat mantab 🙁 Menye-menye melo sedih nerimo…. Liriknya bisa membuat makin patah hati Dan setiap dengar lagu ini walau dalam keadaan awal yang gembira bisa tiba-tiba muram durjana Semacam ingin mewek Semacam ingin pergi Tapi apa daya nerimo adalah pilihan terbaik… Klepek-klepek dan gak bisa bosan mendengarkan lagu ini

DURRAHMAN ~ Sajak Joko Pinurbo

Siang ini lagi-lagi Pak @agus_noor menghentak garis waktu twitter dengan mengkicaukan puisi-puisi dahsyat yakni puisi karya Joko Pinurbo, tentang Gus Dur. Judulnya: Durrahman. Puisi-puisi tersebut sangat disuka Pak @agus_noor dan dikultwitkan dalam beberapa kicauan. Berikut isi puisi tersebut:

DURRAHMAN ~ Sajak Joko Pinurbo..

Mengenakan kemeja dan celana pendek putih, Durrahman berdiri sendirian di beranda istana.

Dua ekor burung gereja hinggap di atas bahunya, bercericit dan menari riang.

Senja melangkah tegap, memberinya salam hormat, kemudia berderap ke dalam matanya yg hangat dan terang.

Di depan mikrofon Durrahman mengucapkan pidato singkatnya: “Hai umatku tercinta, dlm diriku ada seorang presiden yang telah kuperintahkan utk turun tahta, sebab tubuhku terlalu lapang baginya. Hal-hal yg menyangkut pemberhentiannya, akan kubereskan sekarang juga.”

Dua ekor burung gereja menjerit nyaring di atas bahunya. Durrahman berjalan mundur ke dalam istana.

Dikecupnya telapak tangannya, lalu dilambai-lambaikannya, ke arah ribuan orang yg mengelu-elukannya dari seberang.

Selamat jalan, Gus. Selamat jalan, Dur. Dalam dirimu ada seorang pujangga yg tak binasa.

Hatimu suaka bagi segala umat yg ingin membangun kembali, puing-puing cinta, ibukota bagi kaum yg teraniaya.

Ketika kami semua ingin jadi presiden, baju presidenmu sudah lebih dulu kautanggalkan.

~~@agus_noor: Begetulah, sajak yg ditulis Joko Pinurbo, salah satu penyair terbaik Indonesia hari ini. Begitu mengena, dan relevan utk situasi kini~~

Lombok, 04122010

Tadi pagi berangkat dari bintaro jam 6 bareng ika. Nyampek Soetta jam 7.30an, check in nunggu sd jam 9 di gate 6 eh ternyata pesawat sudah nunggu tapi di gate 2. Langsung deh jam 9.20an WIB terbang ke lombok dan mendarat jam 12.09 WITA di lombok. Lalu salat di musala dekat bandara dan nunggu mbak Hardian dan datanglah dia. Kita naik taxi dan dia mbuntutin kita ke Dua EM (2M) Bersaudara, rumah makan yg cukup terkenal dan ramai banget cui disitu. Menunya ayam taliwang, plecing kangkung, dan minumnya es kelapa dengan madu… Hmmmm enak dan kenyaaaaang gila… Ayam taliwangnya gilaaa kalau aku mah gak kuat makan porsi ayam segitu… Lanjut nunggu mbak Yeyen dan mbak Galuh yg pesawatnya baru sampai jam 16.00 WITA di 2M tetep sambil diiringi rinai hujan. Jam 16an mbak-mbak datang… Dan itulah saat pertama aku dan mbak2 ketemuan 😀 Seperti pesan mbak Yeyen sebelumnya, jangan kaget kelau ketemu mereka yang heboh dan lebay abisss.. Dan memang dari kesan pertama terhadap mereka seperti itu, tp asyikkkk banget cyinn orangnya 🙂 dan mereka yang bakal ngendarai mobilnya dan kita hanya jadi cowok2 manis yg membuntuti mereka 😀 dan ya iyalah mbak galuh yang nyetirin dari mataram sampai dengan kuta dan mbak yeyen menemaninya di depan, sedang cowok2 membaca peta yang dibuatkan mas titis sebelumnya. Dan setelah menempuh perjalanan dengan jalan berkelok dan terjal kita sampai di Kuta sekitar jam 18.30an WITA.

Mau tidur dulu ah capek banget hari ini„,

Kuta, Lombok, 04122010

DSC03463