Drama di Travel Menuju Resepsi Niong

Banyak jalan menuju Batak (walaupun saya belum pernah berkunjung ke Sumatera Utara untuk mencari Batak langsung di asalnya tapi mungkin ini bisa menjadi perumpamaan yang paling sesuai), begitulah adanya ketika aku dihadapkan beberapa pilihan menuju ke acara pernikahan nenek Niong di Purbalingga. Karena sudah mengetahui tanggal H pernikahan nenek agak lama maka bisa menimbang-nimbang moda transportasi yang akan kupakai menuju kesana. Berikut beberapa pilihan tersebut:

1. Keret api. Banyak kereta api yang melintasi stasiun Purwokerto yang mana merupakan stasiun paling dekat dari Purbalingga. Naik kereta api memerlukan waktu tempuh perjalanan yang tidak terlalu lama, sekitar 6 jam dari Jakarta dengan tarif bervariasi dari 35.000 yang ekonomi sampai ratusan ribu yang eksekutif. Jam keberangkatan juga bervariasi setelah maghrib sampai jam 21.00.

2. Bus. Moda transportasi ini cukup terjangkau dari Rp.40.000 sd 70.000an tetapi berangkat dari Jakarta sebelum jam 5 sore sehingga harus mengorbankan pulang cepat sebelum waktunya dan memotong tunjangan. 🙁

3. Travel. Naik travel sepertinya enak, tinggal nunggu dijemput, menikmati perjalanan dan sampai deh ke tujuan cus tanpa ganti-ganti kendaraan lagi. Ini yang direkomendasikan oleh nenek. Dijemput biasanya sekitar habis maghrib ddan sampai di Purbalingga subuh atau jam 6an pagi. Harganya juga lumayan terjangkau yakni Rp 120.000

4. Pesawat. Wohohoho yamasak harus naik pesawat ke Jogja dulu lalu lanjut bus ke Purwokerto atau Purbalingga? Sudah pesawatnya mahal masih pakai ganti-ganti kendaraan dan bisa lebih lama lagi di jalan.

5. Nebeng. Omai… masak mau nebeng bus rombongan teman-teman se-ruangan kakek??? Kenal aja nggak… bisa-bisa diusir yes…

Oke yes, dari empat pilihan tersebut rombongan mak-mak yang juga akan hadir ke Purbalingga memilih naik kereta karena yang paling nyaman dan cepat menurut mereka. Aku yang masih bingung naik apa kesana belum juga memutuskan mau ikut rombongan mak-mak atau bagaimana. Nenek mendukung dan sangat menganjurkanku naik travel apalagi agen travelnya adalah tetangganya sehingga lebih tenang lah gak bakal kesasar. Ku putuskan naik travel sesuai instruksi nenek itupun H-4 setelah bertapa brata nan cantik. Setelah memutuskan untuk naik travel itu, si nenek yang mau ngurusin pemesanan travel tiba-tiba tudak bisa dihubungi seharian karena HP nya ketinggalan di rumah dan lupa tidak dibawa ke kantor, makin deg-degan dong takut kehabisan travel. Sudah larut malam akhirnya nenek membalas sms ku dan memberitahu nomer telepon travel tapi karena sudah larut malam jadi belum ku hubunga. Keesokan harinya aku menelepon travel tersebut, mas yang menerima teleponku sudah tahu dong kalau si Diva Purbalingga bakal mengakhiri masa gadisnya jadi aku disambut baik untuk naik travel tersebut demi menghadiri acara hebring disana.

Sesuai rencana, hari jumat aku bakal dijemput setelah maghrib(???) di kantor oleh travel. Jumat menjelang maghrib aku di-sms travelnya kalau mereka(driver dan kenek) masih di Grogol untuk menjemput penumpang lain dan berhubung macet banget karena biasalah jumat sore ditambah habis ada demo perangkat desa di depan gedung DPR/MPR jadinya makin machicha deh jadi mungkin aku jam 7-an dijemputnya. Jam 7 kurang aku sms dan telepon mas travel, katanya sudah di Slipi menuju Gatot Subroto dan aku sudah siap dong dijemput. Karena satu dan lain hal mereka tersesat malah mau jemput aku di dekat Hotel Atlet Senayan, nah lho lah wong aku di Gatsu kok malah jemput di Senayan. Karena susah juga mau muternya jadi mereka memutuskan untuk menjemput penumpang lain yg tadi belum siap dijemput pas mereka di Grogol. Meluncurlah mereka ke Sunter menjemput penumpang tersebut. Walau aku tidak tahu Sunter dimana tapi sepertinya itu jauh di utara mana gitu dan harus muter lagi dong. Aku biarin sajalah toh aku tinggal nunggu saja di kantor.

Jam 20.30an aku belum juga dijemput dan telepon mereka dong agar aku dijemput saja di depan KC biar gak usah muter segala ke kantor apalagi masih macet banget terlihat dari kantor. Saat itu aku tanya mereka dan katanya masih di Sunter kejebak macet. Aku pikir beberapa saat lagi juga bakal sampai dan berrhubung perutku sudah lapar banget jadi aku cabut dari kantor dan makan malam saja dulu di Hokben KC sambil nunggu travel. Tik tok tik tok. Sudah selesai makan, sudah duduk-duduk centil sendirian sampai 1 jam lebih sampai hokben tutup jam 22.00 an tapi belum ada tanda-tanda kedatangan travel dan katanya mereka masih terjebak macet di Sunter. Hiiiiikkkkkksss. Mulai panik dan ngomel-ngomel sendiri dong. Konon ada Porsche nabrak Avanza atau sebaliknya gitu lah yang membuat tol macet parah. Yaksip.

Hokben sudah tutup dan duduk-duduklah aku SENDIRI di depan Hokben dalam remang-remang pegawai Hokben pulang sampai sepi pegawainya pulang dan gerainya benar-benar ditutup. Pukul 22.30 belum ada kabar juga dan agak serem juga sik duduk gajebo di depan Hokben situ jadi aku memutuskan untuk pindah duduk di pinggir jalan dekat pintu masuk parkiran motor. Sambil masih memakai batik hitam putih motif kupu-kupu yang sudah seharian kupakai dan belum sempat mandi di kantor jadilah aku duduk-duduk sendiri di pinggir jalan Gatsu yang tiba-tiba ramai lagi entahlah selain karena truk dan kendaraan besar sudah bisa lewat tol dalkot setelah jam 22.00 atau memang karena macet di ujung mana yang terurai, jadilah macet pindah ke sekitar Gatsu (Batik yang ku pakai ini adalah batik yang kupakai pas mudik dan terpaksa naik travel tengah malam dari Surabaya ke Malang bulan lalu).

Sudah garing banget dong jam 23.15an dan travel belum jemput mana kayak mangkal gini duduk di pinggir jalan sendirian. Setelah telepon-telepon mengabarkan posisiku dan posisi travel akhirnya jam 23.30an aku dijemput dari pinggir jalan itu. Masuk travel aku langsung disuguhi pemandangan yang uwow banget. Pemandangan dimana hanya ada 1 supir, 1 kenek, dan 1 penumpang cowok. Omaiiiii… yakin ini travel mau jalan ke Purbalingga kalau cuma 2 penumpang gini?? Masuklah travel ke tol dalam kota yang masih padat merayap tapi sutralah aku mau tidur saja karena capek banget nunggu dan berharap pas aku bangun sudah di Purbalingga di rumah nenek. Jam 01.30an aku terbangun dan menyadari bahwa travelku ada di suatu arena entahlah yang sepertinya sang supir sedang mencari penumpang di daerah Tambun, Bekasi coret jauh ke antah berantah. Aku lanjut tidur dam jam 1an dong baru berhasil menemukan seorang ibu yang membawa 1 anak balita dan 1 bayi di pelosok Tambun. Makin gemes aja dengan travel ini tapi mau gimana lagi.

Lanjut (pura-pura) tidur lagi. Jam 2.30an travel entahlah berada di daerah Cibitung atau mana yang aku semakin tak tahu. Muter-muterlah mencari penumpang 1 lagi yang ingin dijemput yang mana jam 3an baru berhasil ditemukan lokasinya dan kita lnagsung cus menuju jalan besar yang aku harap itu adalah jalan tol menuju Cikampek. Yah akhirnya masuklah kita ke tol sekitar jam 3.20an dan aku MAKIN khawatir apalagi dapat sms dari rombongan emak-emak yang sudah sampai di Purwokerto jam 3 kurang disaat AKU MASIH DI BEKASI. huwaaaaaaaaa

Memasuki Karawang, sang mempelai wanita tiba-tiba telepon aku.

Nenek: “Cu, sudah dimana?”

Aku: “Baru masuk Cikampek nek… hikss”

Nenek: “Apaaa?? masih di Cikampek? telat dong ke acaraku!!!”

Aku: “Udahlah nek tenang aja, sana make up an gih biar cucok, aku pokoke nyampai sana lah walau telat ya…” (sambil gemes dan jengkel banget karena masik di Cikampek dan bakal gak bisa menyaksikan akadnya nenek)

Dengan travel yang sangat mengebut dan kondisi hatiku yang jengkel banget akhirnya aku tidur lagi. Jam 5an sudah di Indramayu dan jam 6 memasuki Cirebon. Tiba-tiba agak macet dan cenderung memang macet dan aku langsung ingat kalau ini adalah hari sabtu dimana adalah hari pasaran di samping hari selasa di Pasar Tegal Gubug (pusat grosir pakaian di Cirebon). Erghhhh makin gemes dong sudah jam segini tapi malah kejebak macet lagi. Supir travelnya kemudian mengendarai mobil dengan kecepatan cukup tinggi di marka jalan yang berkontur njeglong-njeglong dan aku sudah semakin pasrah aja deh. Setelah melewati macet akhirnya tidak begitu lama kamipun memasuki jalan tol Palimanan-Kanci-Pejagan. Cus pak ayo cus pak.

Jam 7an sudah sampai di Pejagan dan travelnya bukan lewat jalur utama tapi malah masuk ke arah jalanan di tengah sawah-sawah yang agak rusak dan bergelombang gitu dan tetap dengan ngebutnya dan ujug-ujug sampai saja di jalur utama Bumiayu. Jam 8an di sekitar Ajibarang aku semakin geregetan karena tahu gak bakal kekejar akadnya nenek dan dapat sms dari mak Dada kalau akad nikah akan segera dimulai dan genk mak-mak baru saja ketemu nenek L tapi tetap dong dengan kecepatan yang waz wuz agak seremonial.

Jam 9.30an travel sudah memasuki Purwokerto dan aku sudah bisa sedikit bernafas lega karena ya sudahlah gitu ya yang penting sampai dan bisa mengikuti resepsi nenek. Aku mulai sms mak Dada, mbak Lela dan adiknya nenek si Dimas. Gak ada yng balas sms dong dank u telepon juga gak bisa. For your information sik kalau aku dan sebagian besar mak-mak pakai nomor telkomsel yang mana di rumah nenek yang katanya di remote area itu sinyal yang paling bagus adalah XL. Sebenarnya tujuan utamaku menghubungi mereka agar ada yang menyambutku dan membawaku ke tempat dimana aku bisa cus mandi dang anti pakaian karena belum mandi sejak pulang kantor kemarin ditambah makin kucel di travel belasan jam itu.

Penumpang pertama akan diantarkan menuju rumahnya di kecamatan yang sepertinya arah Baturraden tp masuk Purbalingga dan pelosok gitu. Gemes banget dong tahu tujuan nganternya jauh bener gitu. Di tengah kegusaran bakal berpenampilan kucel itu aku segera mengeluarkan peralatanku.  Tisu basah, tisu kering, parfum, sisir, deodorant spray menjadi tumpuan make overku dalam travel. Dengan posisi duduk di deret belakang supir, di tengah diantara 2 penumpang dan di belakangku ada seorang ibu dengan 2 anak balitanya, mulailah aku mengusap-usap muka dengan tisu basah, lanjut ke leher, lengan lalu ulangi muka, leher dan lengan. Dan aku tanpa malu mengusap-usap tisu basah masuk ke dalam kaosku di sekitar dada, ketiak, punggung, dan diulang beberapa kali biar badan terasa lebih segar. Au ah kata penumpang lain dan supirnya 😀

Setelah muter-muter nganterin mas pertama itu, kata supirnya tujuan kedua adalah mengantarku ke Bedagas, rumah nenek. Oke aku masih mencoba menghubungi mak-mak dan Dimas yakale aku bisa disambut di dianterin mandi di sungai kek yang penting cucok murokocodot pas masuk ke acara dan tetap gak ada hasil menghubungi mereka dan sinyalku pun ikut-ikutan hilang L

Dan aku melanjutkan dengan menyemprot deodorant ke ketiak dengan memasukkannya ke dalam kaosku juga. Cus cus semprot ketiak kanan kiri. Lalu semprot parfum ke seluruh penjuru kaos biar gak bau kecut dan nanti bisa langsung didobelin kemeja gitu. Lanjut dong usap-usap tisu basah ke rambut biar lebih segar baru ku basahi dengan air mineral lalu ku sisirin rambut yang sudah bad hair day banget. Semakin dekatlah menuju rumah nenek, sudah melalui kota dan kira-kira 5km lagi rumahnya kata supir travel.

Saat mulai menuju rumah nenek tersebut aku bertanya kepada supir dan mas sebelah kira-kira bisa gak ngedrop aku di pom bensin yang di dekatnya ada tukang ojek jadi ntar biar aku mandi aja di situ lalu tinggalin deh biar aku nanti lanjut dengan tukang ojek. Eh gak ada tukang ojek dong katanya dan gak perlu juga mandi di pom bensin karena mending mandi di tetangga-tetangga nenek -____-“ Baiklah… Lalu aku melihat ada salon di sisi jalan dan aku berpikir bagaimana kalau aku mampir saja ke salon untuk krimbat atau cuci rambut bentar tapi sebelumnya numpang mandi dulu dan setelah cucok sekalian minta dianterin ke rumah nenek. Berharapnya sik yang punya salon baik gitu dan mau menolongku 😀 dan tiba-tiba setelah melewati salon itu beloklah travel ke pom bensin. Aku langsung minta ijin kalau boleh numpang mandi sebentar aja gitu tapi kata mas travelnya gak boleh dan langsung aja menuju rumah nenek. OKESIP!!

Dan…. Sekitar jam 10.30an pas akan keluar pom bensin, supir travel melihat teman atau tetangga atau siapanyalah yang sedang memperbaiki mobil di dekat jalan keluar pom bensin dan dia malah berhenti dan menawarkan bantuan untuk memperbaiki. HUWAAAAAAAA WTH banget pikirku mas-mas ini apadeh. Dan mas supir dan kenek turun dan kita ditinggal di mobil dong. Tapi aku segera mendapat ide untuk segera kabur mandi dan bilang ke mas sebelahku kalau aku dicari tolong bilangin aku ke toilet bentar. Cusss deh aku bawa kemeja dan peralatan mandi dan ngibrit ke toilet. Sekitar 10 menitan aku mandi dan mempercantik diri dan segera kembali ke mobil dan ternyata belum selesai juga membantu  mobil temannya yang rusak dong. Sambil cengengesan sendiri aku bersyukur banget walau datang telat dan masnya pakai membantu temannya tetapi aku bisa mandi dan dandan dikit 😀 Pas travel sudah mulai jalan mereka menyadari kalau aku sudah mandi dang anti baju dan aku diketawain dong mbuh gak jelas. Beberapa kilometer setelah pom bensin itu akhirnya sampailah aku di rumah nenek yang sudah ramai tamu-tamu. Okedeh makasih mas-mas travel dan penumpang-penumpang yang udah bersamaku semalaman sampai siang ini selamat melanjutkan perjalan mengantar penumpang-penumpang lain. That’s all. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *