Mencari Batak Bagian III

Pagi itu hari kelima saya berkelana di Tanah Batak, sesuai rencana maka saya yang sudah checkout berangkat menemui The Ladies yang menginap di Carolina.

CarolinaSambil menunggu The Ladies yang masih belum siap, maka saya foto-foto dulu di Carolina.

carolina (2)

Sekitar pukul 9.30 kami berangkat menuju Ajibata dengan kapal yang tadi berlabuh sejenak untuk menjemput penumpang di Carolina. Penumpangnya kebanyakan bule-bule.

toba

Sekitar pukul 10.00 kami tiba di Ajibata dan langsung mencari supir mobil yang telah kami hubungi untuk kami sewa ke Kisaran. Kami lewat Porsea untuk menuju Kisaran dengan bermodal pengetahuan supir yang katanya kurang tahu Kisaran dan kenekatan saja.

Mau ke mana sih kami? Kami sempat kesasar, beberapa kali berbalik arah karena kebablasan dan bertanya kepada penduduk setempat. Kami melewati pabrik Toba Pulp Lestari juga lho.

toba pulp

Dan akhirnya kami sampai di pintu gerbang tempat tujuan.

Sigura-gura 8

Yeayyy… Saya tiba di PT Indonesia Asahan Aluminium atau Inalum yang terkenal dengan PLTA Sigura-gura-nya. Entahlah ini di Kisaran atau Asahan. Eh ternyata Kisaran adalah ibu kota Kabupaten Asahan dinng. Dari pintu gerbang pertama tadi hingga mencapai tempat ini jaraknya puluhan kilometer dengan melewati beberapa gunung. Dari jalan Kisaran yang rusak hingga akhirnya melewati jalan kompleks yang halus mulus serta tersedia mesin ATM di tempat ini.

Sigura-gura 9

Kami dijemput Amang Tua untuk diajak ke kompleks PLTA.

Sigura-gura 7

Kami memasuki gerbang yang bisa dimasuki kendaraan sebesar truk setelah melewati jalan dengan kelokan tajam berkali-kali.

Sigura-gura (5)

A bit afraid of this situation.

Sigura-gura (9)

We were going hundreds of meters down to the center of the earth under the reservoir, mountains, and everything. I kept praying that time.

Sigura-gura (6)

We stepped down from the cars and saw this huge plant. I just couldnt believe how could i go here.

Sigura-gura (8)

Sigura-gura hydroelectric power plant in Asahan.

Sigura-gura (7)

This side wall was the most eyecatching thing in this place.

Sigura-gura (2)

I didnt get what was this and how it worked to provide electric power. I was just scared that time. There were 4 turbines if im not mistaken. This is turbine generator, right??

Sigura-gura 4

Peralatan entahlah.

Sigura-gura (13)

Dangerously in love.

Sigura-gura (11)

Peralatan apa lagi ini.

Sigura-gura (12)

Di Sigura-gura ini ternyata ada beberapa bagian. Ini waduknya yang berasal dari aliran Sungai Asahan yang berasal dari Danau Toba.

Sigura-gura (3)

Strike a pose.

Sigura-gura (10)

Ini bagian yang katanya untuk mengalirkan air yang hanya malam saja atau apa gitu. I didnt pay attention that much cause i was still scared.

Sigura-gura 1

Bagian lain yang cantik banyak gunung-gunung terindah di dunia.

Sigura-gura 10

Itu Air Terjun Sigura-gura dan pintu gerbang menuju perut bumi tadi. Jalannya ternyata berkelok-kelok seperti itu.

Sigura-gura 2

Ini dia sistem PLTA monggo diartikan sendiri. ­čśÇ

Yang jelas ini outflow river-nya yang katanya juga bisa dibuka tutup di dalam gunung. Amazing banget deh. Sungai ini bisa dipakai untuk arung jeram lho.

Sigura-gura

Waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 lebih sehingga kami harus segera keluar dari tempat ini dan selesai merepotkan Amang Tua. Pengalaman yang sangat menakjubkan dan mungkin hanya sekali-kalinya seumur hidup. Kami keluar kompleks Inalum, kembali menyusuri jalan yang halus hingga jalan yang terjal di Kisaran. Found this beautiful church near to Sigura-gura.

gereja

Kami melewati Porsea lalu Parapat lagi dan memutuskan untuk makan siang yang telat banget di rumah makan Padang di Parapat.

parapat (3)

Pukul 17.00 lebih kami meneruskan perjalanan dan kali ini menembus perkebunan kelapa sawit yang jalannya terjal, berkelok-kelok dan mulai gelap seiring hari yang beranjak malam menuju rumah Tulang ini di Tanah Jawa, Simalungun. Hanya sekitar 30 menit di sini dan kami melanjutkan perjalanan ke Medan.

kampung jawa

Tanah Jawa ternyata dekat ke Siantar dan sesuai saran Mbak Tesa maka kami mampir ke Roti Ganda. Yeayyy…

ganda

Kalau aku sih suka banget selai sarikayanya, sedangkan Mbak Tesa lebih suka roti dengan meses coklat ini.

ganda (2)

Selai sarikayanya enak bangeeett.

ganda

Kami meningggalkan Siantar hampir pukul 21.30 dan tiba di Medan sudah lewat tengah malam. The Ladies mengantarku ke rumah Mbak Tesa dan waktu itu aku sempat lupa di mana rumahnya jadi kami sempat berputar-putar tak tahu arah dengan kondisi yang sudah sangat lelah semuanya. Anyway, thanks a bunch Ladies for the great trip. Maaf kalau merepotkan kalian. xoxo

Hari terakhir di Medan, saya diajak berkeliling kota oleh Mbak Tesa. Kami naik bentor ke mana-mana. Tujuan pertama ke Istana Maimun.

maimun (2)

Istananya sangat indah.

maimun

Ada yang sedang memainkan musik di beranda istana.

maimun (3)

Setelah itu kami berpindah ke Masjid Raya Al Mashun atau yang lebih dikenal dengan Masjid Raya Medan.

masjid raya

Dan melanjutkan perjalanan ke Lapangan Merdeka. Berpose mencoba peralatan olah raga yang tersedia di pinggir lapangan ini sebelum cemal-cemil di Merdeka Walk.

merdeka

Menikmati dimsum di Nelayan, Merdeka Walk.

nelayan

Nyaaammm….

nelayan (4)

Slurrrpppp…

nelayan (2)

Tidak lupa mencicipi pancake durian yang endeuuus banget ini.

nelayan (3)

Lalu saya pun diajak ke pusat oleh-oleh untuk sedikit buah tangan ke Jakarta. Bika, pancake, manisan jambu.

zulaikha

Dan tak terasa perjalanan pencarian kali ini ini akan segera berakhir. Apakah ketemu dengan yang saya cari? Yang saya cari tidak ada di sana. Yang di sana adalah jejak-jejak leluhurnya yang masih terjaga dengan luhur. Holong na dirohangki tung so mose so muba tu ho. Beta hamu mulak.

flight (2)

Tinggalkan Balasan