Anak Gunung Mantai di Belitung: Hari II

 Hari kedua kami di Belitung diawali dengan jalan-jalan pagi ke pasar di dekat Hotel Surya, lalu ke Pelabuhan Tanjung Pendam, dan ngopi di Kopi Kong Djie.

Belitung- (165)

Segelas kopi susu di Kong Djie dihargai Rp8.000 dengan rasa yang pekat dan sangat nikmat. Aneka gorengan dan jajanan pasar di sini hanya Rp1.000 per buah, sedangkan telur rebus  setengah matang adalah Rp10.000. Setelah puas ngopi dan waktu telah beranjak ke pukul 07.00 wib, kami kembali ke hotel untuk bersiap-siap menuju objek wisata utama kami hari ini di Belitung Timur.
Gedung tua di sekitar hotel.

Belitung- (72)

Si Denpe menggalau.

Belitung- (70)

Masih di sekitar hotel.

Belitung- (71)

Setelah semua siap dan Mas Riko datang untuk menjemput, kami berangkat ke arah Kampit. Mas Riko mengajak kami ke Klenteng Kampit.

Belitung- (164)

Tempat ini bukan merupakan rencana tujuan kami, tetapi karena tempatnya indah maka kami dengan senang hati mampir ke sini dan foto-foto. Seperti adegan manja berikut ini.

Belitung- (163)

Atau adegan kungfu ala-ala begini.

Belitung- (162)

Ada juga adegan superkuat dari si GGS.

Belitung- (116)

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Open Pit. Kendaraan beroda empat bisa mengantaar kita hingga semacam tanah lapang di dekat menara pengawas di bekas lahan pertambangan timah. Setelah itu kita cukup berjalan menyusuri jalan setapak yang terkadang dilalui motor penambang timah kira-kira 400 meter hingga bertemu pertigaan. Dari pertigaan itu kita pilih jalan ke kiri dan mulai berjalan agak menanjak sekitar 200 meter hingga tiba di Open Pit. Kurang dari 15 menit berjalan kaki dari parkiran.

wpid-open-pit.jpg.jpeg

Jalan ke Open Pit ini masih tergolong mudah dilalui walau sepertinya akan sedikit berlumpur jika hujan tiba. Saat itu kami diantar guide yang sudah dipesan Mas Rico tanpa bertanya sebelumnya kepada kami. Dengan jalan yang cukup dekat dan tidak begitu melelahkan serta mudah ini, mungkin kita tidak perlu mengeluarkan uang tip untuk guide yang saat itu kami beri Rp50.000.

Belitung- (161)

Sekitar pukul 10.15 wib kami tiba Danau Payak, masih di Kecamatan Kampit.

Belitung- (159)

Di sekitar danau ini tersedia tempat berteduh yang lumayan nyaman dan gratis serta beberapa warung.

Belitung- (114)

Di danau ini pula kami menyantap bekal nasi bungkus untuk sarapan yang disediakan hotel dengan menggunakan sendok yang kami pinjam di hotel juga sambil menikmati segelas es teh seharga Rp5.000 per gelas. Sekitar pukul 10.50 wib kami meninggalkan Danau Payak.

Belitung- (160)

Pukul 11.00 WIB kami tiba di Klenteng Dewi Kwan Im

Belitung- (153)

Mbak Ratna mencoba peruntungan.

Belitung- (154)

Strike a pose or two.

Belitung- (156)

Langit biru, laut nan tampak agak jauh, hijau tanaman dari bukit di puncak klenteng.

Belitung- (157)

Klenteng Dewi Kwan Im ini cukup ramai pengunjungnya.

Belitung- (152)

Sekitar pukul 11.30 WIB kami menuju Pantai Burung Mandi. Hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 5-6 menit untuk menuju tempat ini dari Klenteng Dewi Kwan Im. Entah mengapa pantai ini dinamai burung mandi, apakah karena banyak burung-burung yang mandi? Aku sih tidak melihat satu pun burung dan pemiliknya yang sedang mandi di sini.

Belitung- (2)

For more complete  story about this place, check out my “Fashion for Summer Trip” post.

Belitung- (105)

Beda tipis lah pose ku dengan Mas e-Pin.

Belitung- (109)

Sekitar pukul 12.20 wib dengan berat hati kami meninggalkan Panti Burung Mandi menuju Rumah Makan Fega yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit. Lalu pose Titanic ala-ala dengan Om Denpe yang tampangnya eww bingits.

Belitung- (83)

Makanan kami sudah tiba. Agak kaget dengan ukuran udangnya yang besar-besar. Buku menu di RM Fega ini tidak mencantumkan harga, sehingga saat mengetahui ukuran udang maka kami agak was-was akan harga makanan kami ini. Syukurlah harga seporsi udang di sini hanya sekitar Rp100.000, tidak semahal yang kami takutkan. Semangkok gangan khas Belitung juga di kisaran harga Rp100.000. Seporsi cumi-cumi dihargai Rp60.000, seporsi sayur Rp20.000. Rasa makanan di sini lumayan, pemandangannya indah di mana kita bisa memilih meja di dekat danau atau taman. Kami harus merogoh kocek Rp550.000 untuk semua makanan dan minuman di sini.

Belitung- (85)

Sertelah dari RM Fega, kami menuju Bukit Samak A1 di mana akan melewati rumah dinas Bupati Belitung Timur. Rumah Dinas yang penrah didiami Om Ahok semasa menjabat bupati di sini yang sekarng sudah digantikan adiknya.

Belitung- (151)

Dari Bukit Samak, kita akan turun melewati Pantai Nyiur Melambai sebelum meluncur ke Museum Kata.

Belitung- (107)

Museum Kata Andre Hirata ini sangat menarik karena semua disajikan dalam perpaduan warna yang indah dan eye-catching. Untuk masuk tempat ini hanya diminta sumbangan kebersihan Rp2.000 per pengunjung.

Belitung- (146)

Masih saja berpose galau si Om ini malah bareng Mas Riko.

Belitung- (148)

Mas e-Pin berpose cool as always.

Belitung- (149)

Just play the colours.

Belitung- (145)

Pfffftt….

Belitung- (150)

Read this!!!!

Belitung- (143)

Lalu kami menuju ke rumah Om Ahok untuk mencari batik sekaligus mencari peruntungan bertemu atau melihat Om Ahok. Sayang sekali tidak terlihat Om Ahok maupun adiknya. #sedihtidakbisamintadigendong

Belitung- (142)

Dan kami pun menuju ke Replika SD Laskar Pelangi.

Belitung- (1)

Sekitar pukul 17.00 WIB kami kembali menuju Tanjung Pandan dengan waktu tempuh sekitar 90 menit. Saat tiba di tanjung Pandan dan perut mulai sangat keroncongan, kami meminta Mas Riko membawa kami ke warung makan biasa saja asal ada ciri khas Belitungnya. Kami dibawa ke Warung Belimbing yang berada di Jalan Gatot Subroto di sebelah SMAN 1 Tanjung pandan. Kami memilih duduk lesehan sambil meluruskan kaki dan punggung daripada duduk di kursi.Makanan di warung ini ternyata sangat enak. Cah kangkungnya segar dan krenyes-krenyes dengan bumbu yang berbeda dari tempat makan kami sebelum-sebelumnya.
wpid-2015-04-21-19-36-04_deco.jpg

Pampi(sejenis kwetiau) rebus yang disajikan dengan porsi besar dan pedas juga sangat nikmat.
wpid-2015-04-21-19-36-40_deco.jpg

Penampakan pampi goreng.
wpid-2015-04-21-19-38-08_deco.jpg

Ayam goreng, lalapan dengan sambal Belitung disajikan bersama kuah semacam kaldu juga layak dicoba.
wpid-2015-04-21-19-37-17_deco.jpg

Di warung yang sederhana ini juga dikumandangkan lagu-lagu terkini seperti 5 seconds of summer.

wpid-belimbing.jpg

Dan oughlala… Ternyata saat mau bayar…. Ada Mas Arif… Koki dan pemilik Warung Blimbing. Mau tahu nomor ponselnya??? Mau tahu banget atau nggak?? Bisa hubungi dia di 081929696123. Sluurrrppp…

Belitung- (18)

Sekitar pukul 20.30 wib, kami tiba kembali di hotel untuk mandi dan segera cus ke Tugu Batu Satam. Hanya sebentar kami di tugu yang malam itu agak disiram gerimis dan kami pun memilih untuk ngopi cantik di Kopi Gang 60 yang letaknya di hanya beberapa meter dari Tugu Batu Satam ke arah gang pertama di deretan setelah Mie Atep. Harga kopi di sini hanya Rp6.000 dengan kadar kopi yang lebih ringan dan tidak sepekat Kopi Kong Djie, tetapi cita rasanya juga sangat nikmat.

Belitung- (166)
Sekitar pukul 22.30 wib kami kembali ke hotel untuk beristirahat setelah seharian berkelana hingga Belitung Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *