Lapar di Bogor

Postingan ini sudah lama saya buat draftnya tetapi lupa belum diposting ternyata. #ngok #alaala

Berawal dari keinginan untuk menengok Bu Joko yang sedang sakit, saya dan Bunda Hani janjian untuk jalan-jalan dan makan-makan di sekitar Kota Bogor. Dengan menggunakan KRL, saya mendatangi Bogor yang kemudian dijemput Bunda di stasiun.

Foodlicious

Tujuan pertama kami adalah ke RM Kebuli di Jl. Jenderal Sudirman No. 14A, Bogor. Porsi nasi kebuli dan nasi goreng yang kami pesan lumayan banyak dan rasanya juga lumayan enak.

Foodlicious

Lidah saya sih lebih suka dengan Nasi Kebuli bang Moch di Arinda, Tangerang Selatan. Bumbu di bang Moch lebih ciamiiiik. Apalagi nasi goreng rempahnya… nyaaammm…  Ini penampakan di Bang Moch.

Foodlicious

Cukup jauh berpindah dari nasi kebuli, kami sebenarnya ingin mencicipi makanan di salah satu kafe, tetapi kafe tersebut sedang tutup. Mampirlah kami ke Two Stories di Jalan Pajajaran Indah V No. 7, Cilendek Timur, Bogor yang ramai sekali siang itu. Konsep bangunan beberapa lantai ada yang indoor, outdoor dan rooftopnya sangat menarik. Variasi makanan dan minuman yang disajikan membuat tempat ini ngeheits di Bogor. Mau nongkrong sama abang gebetan di sini juga bisa. Ada live music juga jika kita sedang beruntung.

Foodlicious

Selanjutnya kami menuju kedai pojok entahlah di dekat Sop Duren Lodaya yang kata Bunda enak dan ada yang jual klapertart. rencananya sih mau bawain Bu Joko klapertart tetapi ternyata tidak ada yang jual klapertaart dan malah beli kwetiau dan eskrim matcha low cost yang lumayan ini.

Foodlicious

Tidak jauh dari kedai pojok, kami ke Sop Duren Lodaya. Sop duren inisempat ngeheits beberapa saat lalu saat berkolaborasi dengan Tante Farah Quinn. Rasa sop durennya lumayan, walaupun es batunya agak mengganggu bagi saya dan mungkin lebih baik diganti es serut atau es batu yang lebih kecil. Rasa keju malah terlalu dominan dan menutupi durian yang porsinya tidak lebih banyak daripada keju dan es batu.

Foodlicious

Perjalanan ke Bogor kali ini tumben banget tidak mampir ke Kedai Kita yang biasanya selalu menjadi tempat favorit jika ke Bogor. Akhirnya kami baru meluncur ke kediaman Bu Joko menjelang maghrib untuk menjenguknya. Sehat selalu Bu Joko dan kita semua…

10 thoughts on “Lapar di Bogor”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *