Trip di Ujung Rel

Seperti kisah cinta yang lama menggantung dan tak berujung tetapi masih terpendam dan tak terlupakan, mungkin inilah yang terjadi pada tulisan di blogku. Kapan kualami, entah kapan kutulis. Banyak yang lupa, tetapi masih juga banyak yang tersimpan di hati. Termasuk perjalananku ke Tangerang pada Natal tahun 2015 lalu. Erghhhh

Mas W saat itu datang untuk menikmati libur Natal di Jakarta dan ingin wisata kuliner saja sebenarnya. Sehari sebelumnya kami bertemu di Tebet untuk makan di Daeng Tata, lalu ke Kota Tua, dan terakhir ke GI. Saya tiba-tibat teringat Cina Benteng dan klenteng-klenteng tua yang berada di Tangerang yang sempat saya baca di blog, dan akhirnya saya mengajak Nadia untuk trip hemat dan dekat ini. Untuk menuju Tangerang cara hematnya dengan menggunakan KRL dari Bintaro-Tanah Abang-Suri-Tangerang. Pengalaman pertama transit di Stasiun Duri untuk menuju Stasiun Tangerang karena biasanya hanya sampai Tanah Abang saja. Dari Duri ke Tangerang ternyata cukup jauh dan keretanya tidak begitu banyak. Setelah hampir 2 jam akhirnya kami tiba di Stasiun Tangerang.

Stasiun Tangerang

Siang itu cukup panas dan macet sekali di depan Stasiun Tangerang. Kami berjalan menuju gedung yang terlihat seperti mal untuk mendinginkan diri dan mencari minuman. Di gedung yang agak sepi tersebut tidak begitu banyak toko dan tempat makan hanya Robinson yang terlihat paling besar. kami membeli beberapa botol minuman dingin lalu duduk-duduk mendinginkan diri sebentar sebelum pergi menuju Vihara Boen San Bio menggunakan taksi. Yayasan Vihara Nimmala Boen San Bio ini terletak tidak begitu jauh dari stasiun hanya sekitar 1,5 km dan berada di dekat Sungai Cisadane.

Bun San Bio

Kami yang belum pernah masuk ke vihara bertanya kepada penjaga apakah kami diizinkan untuk melihat-lihat ke dalam vihara dan syukurlah diizinkan. Lampion yang banyak dan indah ini menyambut kami memasuki vihara.
Chic in PIK

Di bagian dalam vihara ini sungguh sangat indah. Cukup rindang dan banyak tempat duduk. Terdapat ruangan serbaguna yang sedang digunakan untuk acara pernikahan.

Chic in PIK

Di selasar antara taman dan bagian depan vihara terdapat spot cantik yang bisa dipakai untuk foto-foto ini. Menurut Aroeng Binang, Kelenteng ini dibangun pada tahun 1689 berbentuk empat persegi panjang di atas tanah seluas 1.650 m2 oleh seorang pedagang dari Cina bernama Lim Tau Koen, dan ia menempatkan patung Kim Sing Kong-co Hok Tek Tjeng Sin yang dibawanya dari Banten. Kelenteng Boen San Bio mengalami beberapa kali renovasi, termasuk setelah terjadi kebakaran pada tahun 1998.

Chic in PIK

Dari Kelenteng Boen San Bio, kami kembali menggunakan taksi untuk menuju Kelenteng Boen Tek Bio dengan melewati depan Stasiun Tangerang lagi. Siang itu terdapat beberapa pengalihan jalur karena malamnya akan diadakan panggung hiburan rakyat di Pasar Lama sehingga kami harus memutara dan berjalan beberapa gang sebelum Pasar Lama untuk menuju Boen Tek Bio. Berbeda dengan Boen San Bio yang terletak di pinggir jalan besar, kelenteng ini berada di tengah pemukiman dan harus melewati Jalan Bakti Saham yang penuh dengan pedagang dan hanya bisa dilalui motor untuk mencapainya.

Boen Tek Bio

Menurut Aroeng Binang, Komunitas Tionghoa di Petak Sembilan mendirikan kelenteng ini pada 1684 dalam bentuk yang sangat sederhana dan merupakan kelenteng tertua di Tangerang dan berpengaruh bersama dengan Kelenteng Boen Hay Bio (berdiri 1694) dan Kelenteng Boen San Bio (1689).

Chic in PIK

Pada tahun 1844 kelenteng ini mengalami renovasi dengan mendatangkan ahli bangunan dan kelengkapan kelenteng dari negeri Tiongkok.

Boen Tek Bio 4

Boen Tek Bio berarti tempat ibadah sastra kebajikan.
Boen Tek Bio 3

Keberadaan tempat ibadah ini tidak lepas dari sejarah kedatangan orang Tionghoa di Tangerang pada abad ke-15. Pada 1407, seperti dicatat dalam buku sejarah Sunda Tina Layang Parahyang (Catatan dari Parahyangan), rombongan Tjen Tjie Lung (Halung) dengan tujuh kepala keluarga dan sembilan orang gadis, terdampar di daerah yang sekarang dikenal sebagai Kampung Teluk Naga. Tujuan mereka semula adalah ke Jayakarta.

Pada waktu mereka meminta pertolongan kepada Sanghyang Anggalarang, yang ketika itu menjadi penguasa daerah di bawah Sanghyang Banyak Citra dari Parahyangan, konon para pegawai penguasa jatuh cinta pada gadis-gadis itu. Kesembilan gadis itu pun mereka kawini. Rombongan itu kemudian mendapat sebidang tanah di daerah Kampung Teluk Naga itu.

Boen Tek Bio 2

My partner in crime, Mojang <3

Chic in PIK

Dari Kelenteng kami menyusuri gang menuju Masjid Jami Kalipasir. Kami awalnya tidak menyangka jika masjid berwarna hijau adalah bangunan bersejarah dan termasuk cagar budaya karena nampak seperti masjid atau musala di tengah perkampungan pada umumnya.

Masjid Jami Kalipasir 2

Kami sempat Salat Asar di sini dan duduk-duduk sebentar.

Masjid Jami Kalipasir

Dari masjid, kami kembali menyusuri gang depan Kelenteng Boen Tek Bio menuju Pasar Lama Tangerang di Jalan Kisamaun. Di sepanjang Jalan Kisamaun ini kalau sore banyak sekali warung tenda yang menjajakan berbagai makanan. Kami sempat mencoba es buah dan somay sembari ngadem sejenak.

Pasar Lama 2

Gapura Pasar Lama Tangerang yang megah.

Pasar lama

Gedung Pendopo Kabupaten Tangerang yang indah dan megah di depan Stasiun Tangerang.

Pendopo Tangerang

Kami tiba kembali di Stasiun Tangerang untuk melanjutkan perjalanan ke Pantai Indah Kapuk aka PIK dengan menggunakan KRL hingga stasiun Rawa Buaya dilanjut dengan menggunakan taksi cukup jauh. wkwkkw

Stasiun Tangerang 2

PIK Avenue Mal yang saat itu masih belum selesai dibangun tetapi sudah terlihat akan megah.

Chic in PIK

Tujuan pertama kami ke Martabak Pecenongan 43 yang sudah saya idam-idamkan rasanya. Setelah itu kami berjalan menyusuri ruko-ruko sambil memikirkan tujuan selanjutnya. Ohka, yang sekarang sudah pindah ke Golden Truly, akhirnya menjadi tujuan kami. Ramen di sini enak dan cukup memuaskan bagi saya yang sebenarnya tidak suka ramen. Sayang sekali tempat ini sekarang tinggal menjadi kenangan.

Chic in PIK

Dari Ohka, kami bergeser sedikit ke Shirayuki yang ngehits banget dengan desert cantiknya. Shirayuki ini dulu adalah restauran Jepang bernama Kobacha lalu sekarang juga sudah berganti nama dan bergabung dengan Alu-Alu Seafood. Shirayuki ini selalu ramai dengan anak muda yang nongkrong-nongkrong cantik dengan desert yang harganya lumayan, rasa cukup ok, tetapi sangat instagramable.

Chic in PIK

Kami nongkrong di Shirayuki cukup lama karena menunggu pesanan cukup lama dan lama foto-foto. Sekitar pukul 20.00 kami pun kembali ke Bintaro dengan menggunakan taksi daring. Perjalanan yang lumayan menyenangkan dan hemat tetapi agak boros di makan-makan. 😀

Piknik Asyik di PIK Bagian II

Saya cukup sering berwisata kuliner di PIK, hampir setiap bulan terkadang sebulan bisa dua kali. Pada saat libur Idul Adha di Bulan Oktober lalu, saya menyempatkan diri ke PIK untuk mengunjungi mal PIK Avenue yang baru dibuka. Mal yang baru beberap hari dibuka tersebut ternyata masih cukup berantakan dan belum lengkap selain jaringan toko pakaian dari Jepang dan Swedia yang sudah siap. Akhirnya saya dan teman-teman saya memilih untuk makan di kafe yang berada di ruko-ruko di sekitarnya.

1. Beatrice Quarters. Berlokasi di Ruko Crown Golf, Blok B No. 26, Bukit Golf Mediterania, Jalan Marina Indah Raya, Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Telepon 021-29424926

Saat masuk ke sini terlihat interiornya bagus. Bagi yang tidak merokok, lebih baik memilih tempat duduk di dalam yang ber-AC dan pilih sofa yang dekat pintu ruang dalam karena lebih nyaman dan private.
Beatrice Quarters

Kami mencoba beberapa menu yaitu chicken carbonara rice pizza, fruits dazzling, dan home run. Rice pizzanya enak. Untuk ukuran small seharga 39k tidak terlalu kecil ukurannya dan cukup mengenyangkan dengan rasa keju yang gurih dan topping yang lezat.
Beatrice Quarters

Menu Home Run untuk champion breakfast terdiri salmon, home made protein loaf, 2 jenis jamur, telur, salad yang semuanya enak dan porsi besar. Gak rugi mengeluarkan 79k untuk menu ini.
Beatrice Quarters

Roti panggang yang renyah di luar tapi empuk dan enak dalamnya dengan toping eskrim stroberi, potongan buah stroberi, peach, dan kiwi segar serta macarons yang super manis menjadikan Dazzling fruits menu yang wajib kita coba. Penampilannya cantik dan porsinya juga luar biasa besar. Toilet di sini juga bersih dan bagus. Pelayannya juga ramah dan sangat membantu. Patut dikunjungi.

Beatrice Quarters

2. BC’s Cone. Dessert shop yang berlokasi di

Good place with good interior.

BC's Cone
The place is not too crowded and has a good restroom.
BC's Cone

Its artsy mango cone and black cheesecake ice cream with fresh strawberry, mango and nutella tasted a bit plain but sweet from nutella. Its thai tea ice cream tasted very thai tea and nice.
BC's Cone

  Rambut neneknya heboh dan seru buat foto-foto seperti di dessert shop lain.
BC's Cone

3. Warung Mevvah. Warung Indomie kekinian yang berlokasi di Ruko Crown Golf, Blok B No. 12, Bukit Golf Mediterania, Jl. Marina Indah Raya, Pantai Indah Kapuk, Jakarta ini baru buka beberpa bulan lalu. Ramai kalau sore dan akhir pekan seperti saat kami kunjungi saat itu.

Warung Mevvah

Tempatnya cukup ok dan cukup luas tetapi tidak begitu dingin apalagi yang bagian depan dekat atap kaca.Dengan beberpa interior yang lumayan oke juga buat difoto. Toiletnya standarlah.

Warung Mevvah

Indomie bumbu sate yang saya coba ok lah tetapi kurang greget bumbu satenya. Indomie ayam saos margarinenya lumayan. Sempat mencicipi tester susu mevvah rasa taro yang menurut saya mungkin bisa ditambahkan potongan buah agar agak asam dan lebih ringan rasanya.

Warung Mevvah

4. Do An. Berlokasi di

Karena sudah hampir malam, kami akhirnya pindah ke salah satu tempat favorit saya di PIK yaitu Do An. Hampir setiap ke PIK apalagi bersama teman muslim yang takut mencicipi makanan inti yang mungkin tidak halal maka saya mengajak mereka ke Do An. Pho dan makanan lain di Do An selalu cocok di lidah saya dan nikmat.

Toby’s Estate PIK Avenue

Toby's Estate PIK Avenue

Sebagai kelas bawah mencoba ikut gaya ala-ala menengah ke atas, pengalaman saya pada saat libur Maulid Nabi lalu cukup menyadarkan saya bahwa saya mungkin tidak ada bakat menjadi kelas menengah ngehe, apalagi kelas atas. Dengan berbekal tas punggung, kaos putih aku-kudu-piye, celana jeans, dan sepatu kets, saya bersama Mas W dari Stasiun Bogor menggunakan KRL menuju Stasiun Duri untuk selanjutnya pindah KRL menuju Stasiun Rawa Buaya dan dilanjutkan menggunakan jasa mobil Uber untuk menuju PIK Avenue. Berawal dari melihat foto makanan yang diunggah @eatandtreats di instagram pada Minggu pagi tentang kafe yang baru buka pada hari Sabtu dengan menu seperti foto di atas, saya tiba-tiba ingin meluncur ke PIK Avenue apalagi sudah 2 bulan tidak ke PIK setelah mencoba memasuki PIK Avenue beberapa hari setelah pembukaannya pada awal Oktober lalu. Dengan muka yang tidak begitu segar setelah menempuh perjalanan Bogor-PIK sembari harus berhujan-hujan ria di stasiun mungkin memang kami kurang cocok ngemal.

Toby's Estate PIK Avenue

Ini lah Toby’s Estate yang saya tuju. Mas W sebenarnya kurang sreg dengan kafe ini saat kami akan masuk karena kami sudah kelaparan belum makan siang sedangkan saat itu sekitar pukul 15.30 wib dan sepertinya ini adalah tipe warung kopi dengan makanan yang kurang nampol di perut. Kafe terlihat penuh yang meyakinkan saya kalau ini kafe yang menyajikan makanan dan minuman nikmat. Syukurlah pada saat kami masuk, ada bagian ujung sofa dengan meja bulat yang baru saja kosong sehingga kami tidak perlu mengantre.

Toby's Estate PIK Avenue

Sofa di sebelah kami yang kosong juga langsung diisi pengunjung lain yang sudah mengantre. Bahkan antrean di depan pintu masuk bagian dalam kafe tiba-tiba sudah mengular.
Toby's Estate PIK Avenue
Saya memesan menu sama dengan yang diunggah fotonya oleh @eatandtreats yaitu buttermilk chicken corn fritata dan cappuccino sedangkan Mas W memesan cokelat panas dan kentang goreng dengan keju parmesan dan jamur truffle.
Toby's Estate PIK Avenue
Cekrek-cekrek sana-sini tengok sana-sini tanpa beranjak dari sofa. Pengunjung kafe ini dari bule, om, tante, mbak, mas, dedek gemes, seru lah semua ada.
Toby's Estate PIK Avenue

Tiktok sampai kehabisan sudut yang mau difoto hingga memoto kaki Mbak pengarah layanan kafe yang sibuk mondar-mandir mengantar pengunjung yang baru datang ke kursi yang tersedia dan mengurusi permintaan pelanggan. Saya tengok ke pasangan tetangga sofa sebelah yang datang setelah kami tadi yang ternyata mereka sudah mendapatkan 2 cangkir kopi dan sudah hampir habis. Hmmm! Saya bertanya kepada seorang Mbak pelayan yang sedang menunggu barista meracik kopi yang letaknya di depan kami tentang pesanan kami dan dia bilang kami tunggu saja nanti pesanan kami diantarkan sehingga tidak perlu mengantre (seperti pembeli lain yang membeli untuk dibawa pulang serta banyak juga pengunjung yang berjajar di depan meja saji barista untuk melihat pertunjukan barista meracik kopi).

Toby's Estate PIK Avenue

Yak sip. Tengak-tengok kanan kiri dan instagram lagi.
Toby's Estate PIK Avenue

Belum ada perkembangan setelah hampir 15 menit setelah saya tanyakan nasib pesanan kami ke Mbak pelayanan tadi yang sepertinya semua pelayan memang sedang sibuk banget mengurusi pengunjung yang terus berdatangan. Saya mendatangi Mbak yang tidak memakai seragam pelayan , yang sepertinya manajemen kafe ini meskipun ikut menyajikan dan mondar-mandir seperti pelayan juga. Mbak Sarah namanya. Saya menyampaikan kepada Mbak Sarah kira-kira bagaimana pesanan saya, apa yang harus saya lakukan agar bisa segera mendapat pesanan saya karena saya sudah menunggu lama bahkan pasangan sebelah sudah selesai foto-foto dan hampir selesai menikmati kopi mereka sedangkan kami belum sama sekali mendapatkan pesanan kami. Dengan muka yang masih ceria tetapi mungkin was-was akan diomeli pelanggan kucel dari desa dengan membawa tas punggung besar Mbak Sarah memohon maaf dan menanyakan ulang pesanan kami.

Saya bilang kalau saya memesan menu lupa namanya apa tetapi yang diunggah @eatandtreats di instagram kemarin, kentang goreng dengan keju dan jamur truffle, cappuccino, serta cokelat panas. Mbak Sarah mencatat ulang pesanan kami dan mengatakan sebentar akan dicek.

Saya segera duduk kembali dan menunggu kabar dari Mbak Sarah yang langsung bergerilya. Tak lama berselang Mbak Sarah menghampiri kami dan meminta maaf karena ternyata pesanan kami belum diinput dan minta waktu 15 menit untuk menyelesaikan pesanan kami. Dan saya pun yang sudah kelaparan tetapi sedang tidak selera untuk marah-marah benar-benar hanya senyum-senyum kecut dengan muka pengharapan agar segera saja diolah pesanan kami. Setelah itu Mbak Sarah terlihat langsung menghampiri seorang barista. Mbak Sarah adalah wanita berkacamata berambut pendek yang mengenakan kemeja putih dan celana garis belang-belang hitam putih di foto di bawah ini.

Toby's Estate PIK Avenue

 Saya, yang sudah memantau gerak-gerik setiap orang yang berada di depan kami, melihat seorang Mbak pelayan membawa secangkir kopi ke sofa deretan kami dekat pintu masuk tetapi sepertinya ditolak pengunjung di sofa tersebut karena bukan pesanannya. Sang pelayan kemudian menuju meja kami dan menanyakan apakah kami memesan cappuccino dan segera saja saya iyakan sambil tersenyum kecut.

Toby's Estate PIK Avenue

Beberapa menit kemudian menu @eatandtreats yang saya pesan menghampiri kami. Begitu pun kentang goreng dengan aroma jamur truffle menyerbak akhirnya datang.

Toby's Estate PIK Avenue

Ini dia tampilan lengkap menu pesanan kami sebelum kami memulai makan. Dengan meja yang kecil dan posisi sofa hanya di salah satu bagian meja yang menghadap meja barista, maka saya putuskan untuk memangku makanan pesanan saya saat memakannya. Buttermilk chicken corn fritata ternyata merupakan dadar jagung dengan selada dan 2 potong ayam goreng tepung yang diberi saos keju dan beberapa lembar dadih. Ayam goreng tepungnya rasanya biasa saja karena bumbunya tidak begitu terasa dan tepungnya yang berwarna kecokelatan entahlah tepung apa dan dibumbui. Saladnya enak. Untuk dadar jagungnya menurut saya terlalu asin dan tepungnya terlalu lembek. Untuk versi murah dan lebih cocok dengan lidah saya, mungkin membeli bakwan jagung di warteg lalu diletakkan di dasar piring, ditambah potongan sayur segar dengan 2 potong ayam goreng tepung ala KFC pinggir jalan serta disiram saos mayones akan lebih sesuai ke lidah saya. Kentang gorengnya juga biasa saja sih. Bahkan kalau soal jamur truffle saya langsung ingat pasta krim kedelai dengan minyak jamur truffle di Mottomoo yang berlokasi tidak jauh dari situ yang rasanya cocok banget dengan lidah saya. Saya makan ayam gorengnya dengan mencomot, baru untuk selada dan dadar saya menggunakan sendok. Sing penting wareg, ra urus wong ndelok comot kabeh nganggo tangan lan mangku piring. Bhay.

Toby's Estate PIK Avenue

Tetangga sebelah sofa saja sudah berganti. Mungkin pengunjung sebelah yang sebelumnya kalau meminum kopi seperti saya, glakglek seperti minum air putih jadi cepat habis. Atau memang sudah terlalu lamaaaaaa kami menunggu jadi kopi tetangga sebelah yang sudah difoto dan dinikmati dengan perlahan dan cantik sembari bermesraan sudah habis?

Toby's Estate PIK Avenue

Kopi yang mungkin adalah andalan Toby’s juga baru saya nikmati setelah saya selesai makan sehingga sudah dingin. Rasa kopinya sebenarnya enak tetapi karena saya sudah kesal, maka saat itu saya minta gula cair ke barista agar kopi saya menjadi manis dan lidah saya tidak semakin pahit untuk mengomeli orang. Saya dan Mas W bukan tipe yang akan menyisakan makanan yang kami pesan atau kami dapat, tetapi mungkin karena sudah empet menunggu dan laparnya sudah hilang maka kentang goreng yang katanya favorit dan enak ini menjadi hambar dan kami biarkan tidak habis. Saya sudah tidak berselera.
Toby's Estate PIK Avenue
Sejenak setelah memutuskan untuk tidak menghabiskan kentang goreng, saya masih melihat sekitar. Kali ini saya menghitung ada sekitar 8 gelas kertas kopi yang sepertinya salah pesan atau apa yang menyebabkan kopi-kopi tersebut tidak diambil dan dibiarkan di meja barista sebelum akhirnya digabung dalam 1 nampan untuk ddipisahkan di pinggir meja. Setelah itu saya meminta tagihan kepada pelayanan tetapi sudah bermenit-menit tidak kami dapatkan juga tagihannya. Walhasil, saya yang melihat Mbak Sarah sedang menjaga kasir untuk pembayaran take away memutuskan untuk menyamperinya. Ada seorang pengunjung wanita yang entah memesan kopi apa tetapi mendapatkan kopi yang lain sehingga dia menanyakan nasib kopi itu kepada Mbak Sarah dan Mbak Sarah bilang kalau kopi yang dipegang si Mbak pengunjung tadi for free. Setelah Mbak Sarah beres melayani pengunjung barusan, saya menyakan bisakah saya membayar langsung di sini tanpa harus menunggu tagihan yang sudah saya tunggu tetapi tidak datang-datang juga. Mbak Sarah meminta maaf lagi karena lamanya tagihan. Mungkin Mbak Sarah juga tidak enak karena dari mau memesan sampai bayar saja kok saya jadi ribet gini. Akhirnya dengan tagihan bertuliskan Toby’s Estate 11/12/2016 16.50 T001 A000501 saya bayar tagihan Rp294.525. Terima kasih banyak Mbak Sarah. Pada akhirnya saya hanya bisa menyalahkan diri saya mengapa saya tergoda mengikuti keramaian kafe yang baru buka ini dan begitu mudah terbujuk di sosial media.

Berikut beberapa saran saya untuk Toby’s Estate yang sebentar lagi juga akan buka di sekitar Gunawarman, yang mana mungkin saya akn mencoba mampir pada saat berangkat atau pulang kantor. Mungkin iya mungkin tidak. Karena saya benar-benar masih mendongkol dengan layanan yang saya dapat pekan lalu.

  1. Gunakan sistem antrean misal dengan kertas bernomor atau dicatat rombongan siapa sehingga pada saat penuh dengan pelanggan bisa diketahui pelanggan yang datang dulu yang mana, bukan hanya dengan dijajar berdiri karena tidak mungkin dibuat berbaris lurus tetapi bergerombol.
  2. Penulisan meja dengan jelas sehingga dapat diketahui pengunjung di suatu meja memesan apa bukan hanya berdasar hafalan pelayan dan manajemen yang pada akhirnya memudahkan pelanggan untuk menyebutkan meja tempat dia memesan.
  3. Untuk pengunjung yang membeli untuk dibawa pulang, sebaiknya diatur lebih rapi karena luas antara meja tempat pemesanan, tempat pengunjung berdiri memesan, dengan meja bulat di depan sofa tempat pengunjung yang makan di tempat cukup terbatas, belum lagi untuk lalu lintas pelayan mengantar pesanan.
  4. Jika memang pengunjung berlebih, mungkin lebih baik dibatasi pengunjung yang masuk ke area kafe karena akan semakin membuat semrawut dan pelayanan tidak maksimal. Terlihat beberapa pelayan kebingungan dengan banyaknya pesanan yang akhirnya kesalahan dalam penyajian pesanan.
  5. Manajer harian atau pelayanan khusus untuk mengarahkan layanan harus lebih tanggap terhadap kebutuhan pengunjung. Perhatikan jika ada pengunjung yang belum juga mendapat pesanan setelah sekian lama atau hanya berdiam saja tanpa ada pesanan. Bisa saja belum terlayani atau masih bingung dengan menu yang ada.
  6. Perbanyak senyum dan lebih ramah kepada pengunjung.

Terima kasih.

Merana dan Gerhana

Gerhana Jembatan Ampera Palembang

Pengalaman yang sudah  berbulan-bulan lalu yang juga baru sempat saya tulis nih. Gak papa lah ya buat kenang-kenangan mumpung catatan singkatnya masih ada. Akhir bulan Januari 2016 saat mengetahui akan ada gerhana matahari total yang melintasi beberapa kota di Indonesia seperti Palu, Ternate, Palembang, langsung saya terfikir untuk ke Palembang saja. Kota yang tidak begitu jauh dari Jakarta dan sudah beberapa kali saya kunjungi ini merupakan salah satu tujuan kuliner (dan belaja kain) favorit saya. Saya mendapatkan tiket PP sekitar Rp600.000 dengan si singa merah viat tiket.com sekitar 1,5 bulan sebelum keberangkatan. Lumayan lah walaupun saya pernah mendapatkan tiket promo yang lebih murah dari Garuda Rp500.000 PP pada tahun 2012 lalu.

Bunda Hani dan Nadya tertarik untuk mengikuti trip kilat dan cuma semalam serta di tengah pekan kali ini. Bunda Hani mempunyai Paklik yang sedang bertugas di sana sehingga mau sekalian mengunjungi, sedangkan Nadya mempunyai masa lalu kuliah di Palembang sehingga ingin bernostalgia.

Palembang

Beberapa hari sebelum keberangkatan, kabar baik tiba dari Bunda Hani yang ternyata Pakliknya akan menjamu kami mulai dari menyediakan penginapan hingga mobil dan supirnya untuk kami. Alhamdu…lillah…

Bandara Soetta

Saat mendarat di Pelembang, supir Pakliknya Bunda Hani menyambut di parkiran bandara dan langsung membawa kami ke Martabak Har dekat Masjid Agung untuk makan malam. Suka banget Martabak Har dan selalu rela menampung seporsi martabak yang tebal nikmat dengan kuah yang pekat kental berrempah dan penuh lemak ini.

Gerhana Matahari Palembang

Tidak lupa kami foto-foto di sekitaran air mancur dan Masjid Agung.

Gerhana Matahari Palembang

Dulu air mancur ini warna-warni tapi sekarang (atau pada saat kami ke situ saja) warnanya tidak berganti-ganti?

Gerhana Matahari Palembang

Menikmati pemndangan Jembatan Ampera saat malam hari dari Benteng Kuto Besak adalah mandatori setiap orang yang berkunjung ke kota pempek ini. Bagitu pun saya yang untuk ke sekian kali menikmati pemandangan Jembatan Ampera ini. Malam itu begitu banyak warga yang memang sudah mengikuti rangkaian acara yang diadakan dari siang harinya dan puncaknya akan dilaksanakan dengan penutupan Jembatan Ampera untuk kegiatan nonton gerhana bareng.

Gerhana Matahari Palembang

Jembatan Ampera lebih dekat dari tempat kami memarkir mobil.

Gerhana Matahari Palembang

Hampir tengah malam kami menuju Hotel Classie yang sudah dipesankan oleh Pakliknya Bunda Hani. Saat kami mau check in, Bunda Hani baru menyadari bahwa dompetnya yang berisi uang dan beraneka kartu hilang entah di mana. Sudah mencari di semua bagian tas dan mobil tetapi tidak ada juga hingga kami menyusuri kembali ke Martabak Har, air mancur hingga pinggir Sungai Musi di depan Benteng Kuto Besak tetapi hasilnya nihil. Dan akhirnya Bunda Hani hanya bisa merelakan dompetnya hilang dan kami memutuskan untuk kembali saja ke hotel dan beristirahat.

Sudah hampir pukul 1 dini hari akhirnya saya bisa masuk ke dalam kamar Hotel Classie yang nyaman dan gratis ini, tetapi masih kepikiran dompet Bunda yang hilang. 🙁

Palembang

Pagi harinya sekitar pukul 6.00, dengan kondisi masih sangat mengantuk, kami sudah dijemput Pak Supir untuk berangkat ke sekitar Masjid Agung menunggu saat gerhana matahari total. Keadaan Palembang pagi itu sangat luar biasa macet karena semua orang menuju titik kumpul yang sama di sekitar Jembatan Ampera. Setelah mendapatkan tempat parkir yang tidak begitu jauh dari Martabak Har, kami kembali menikmati martabak itu lagi untuk sarapan dan kali ini sudah disambut oleh Paklik dan Buliknya Bunda Hani. Dua porsi martabak dalam waktu kurang dari delapan jam. #pffft

Palembang

Dan beginilah suasana gerhana total yang tertutup mendung sekitar pukul 07.15 pagi itu. Jujur saya agak takut dan merinding saat gelap total ini bukan karena gelapnya tetapi karena takjub dengan keadaan yang tiba-tiba gelap gulita serasa maghrib. Suara takbir orang-orang di sekitar saya juga membuat semakin merinding dan mengingatkan betapa besar kuasa-Nya. Beberapa menit yang tak akan terlupa.

Gerhana Matahari Palembang

Setelah matahari kembali terlihat, tampaklah puluhan ribu warga yang mulai berjalan meninggalkan Jembatan Ampera menuju arah air mancur. (((ITU ORANG SEMUA)))

Palembang

Terlihat banyak pejabat, artis, sosialita, dan wartawan yang juga berada di jembatan ini entah dari jam berapa dan mulai meninggalkan jembatan. Dan beginilah saat Ampera sudah mulai sepi.

Gerhana Matahari Palembang

Saat kembali ke sekitar air mancur, ada si bapak polisi ganteng ini yang sedang bertugas.

Palembang

Pfffttt sedang mereviu foto-foto bapak polisi ganteng.

Palembang

Dan ada polisi ganteng lain yang terlihat masih muda. Fokus. Fokus. LOL.

Palembang

Kami pun mengakhiri foto-foto Pak polisi dan memutuskan kembali ke parkiran. Di sinilah di antara ruko-ruko tua kami memarkir mobil yang pada pagi hari tadi sangat penuh sesak kendaraan.

Palembang

Selanjutnya kami menuju tempat favorit saya di Palembang, Pasar Kito yang berada di kompleks Ramayana di dekat Palembang Indah Mal. Saya mempunyai beberapa langganan untuk mencari jumputan maupun songket dan selalu khilaf pada saat ke pasar ini.

Palembang

Songket warna-warni yang sangat indah ini harganya kurang dari Rp2.000.000 dan masih bisa ditawar. Haute Couture.

Gerhana Matahari Palembang

#NoCaptionNeeded

Gerhana Matahari Palembang

When you are feeling hot outside but you need to show the world your fabulous fabric.

Palembang

Setelah kalap membeli puluhan helai jumputan yang harganya murah meriah dari Rp50.000 per lembar (2 meter) hingga titipan songket, kami menuju Pempek Vico dengan berjalan kaki. Sayang sungguh sayang, Vico baru buka dan masih banyak menu yang yang belum tersedia seperti pistel, otak-otak, es kacang merah bahkan mie ayam favorit saya pun belum ada. Akhirnya kami pun hanya menikmati beberapa buah pempek adaan lalu kembali ke hotel untuk berkemas karena sudah hampir jam 11.30. Setibanya di hotel, kami segera beberes dan mandi tetapi ujung-ujungnya check out sudah hampir pukul 13.00 tetapi untuk tidak didenda. 😀

Karena belum membeli pempek untuk oleh-oleh, kami mampir ke Pempek Beringin yang letaknya di dekat hotel.

Gerhana Matahari Palembang

Tempatnya terlihat nyaman pada saat kami masuk. Kami pun langsung memilih-milih pempek maupun makanna lain untuk kami santap. Tak lupa memesan es kacang merah yang belum terpenuhi di Vico. Ada 1 rombongan lain sepertinya orang dari Jawa Timur yang sedang berada di sini dan datangnya hampir bersamaan dengan kami. Sembari menunggu pempek digoreng, kami menuju tempat pemesanan pempek untuk oleh-oleh yang berada di dekat pintu masuk. Kami memesan beberapa kotak pempek untuk menjadi buah tangan dan saat itu sudah dicatat untuk segera dibungkus.

Kembali ke meja dan pempek baru saja datang, kami pun segera menikmati pempek dengan cuko dan otak-otak yang rasanya enaaak. Saya kemudian menuju tempat pengambilan pempek dan menanyakan di mana minuman kami kok belum datang karena ada teman yang mulai makan pempek dan kepedasan. Katanya sih sebentar lagi siap dan saya pun diminta kembali ke meja. Sudah beberapa menit tetapi minuman kami pun belum jadi dan saya pun kembali ke depan untuk menanyakan. Eh bukannya sudah jadi, malah dibilang kalau ternyata kacang merah maupun kelapa muda yang kami pesan sedang tidak ada. Lah… bukannya ngomong dari tadi malah baru ngomong sekarang setelah 2 kali ditanya. Akhirnya saya mengambil langsung air putih dalam kemasan botol dan membanwanya ke meja sambil menggerutu dan menyampaikan kepada Bunda dan Nadya serta Pak Supir. Kami segera menyelesaikan makan pempek yang sebenarnya enak tetapi layanannya yang kurang memuaskan ini dan menuju ke tempat pengemasan pempek untuk dibawa ke Jakarta sekaligus membayar. Saat menyampaikan kepada kasir yang sekaligus sepertinya pemilik, bahwa kami sudah selesai makan dan akan membayar termasuk pempek yang tadi sudah dipesan untuk dikemas dalam kotak eh kok ternyata pesanan kami belum ada dan mas yang menulis pesanan tadi sudah tidak di tempat dan mas yang sekarang bertugas mengemas di situ tidak tahu apa-apa. D’oh… akhirnya memuncaklah kemarahan saya yang sudah 2 kali kecewa dengan pelayanan tempat ini. Saya bilang bahwa kami kecewa dengan pelayanan di sini dan sudah tidak perlu dibungkuskan karena kami buru-buru mau ke bandara dan tidak ada waktu menunggu dibungkuskan lagi. Saya segera membayar dan kami pun pergi dari sini. I don’t like drama but drama loves me wherever i go.

Gerhana Matahari Palembang

Kami selanjutnya menuju kantor polisi yang letaknya juga tidak begitu jauh dari hotel untuk membuat surat  keterangan kehilangan dompet dan kartu-kartu Bunda. Di kantor, yang sebenarnya lebih tepat disebut pos polisi tersebut, hanya ada seorang Bapak Polisi sudah tua dan mungkin hampir pensiun yang berjaga. Kami menyampaikan maksud kami dan tak disangka layanannya sungguh luar biasa. Dengan diselingi sedikit guyonan dan tanya mengenai asal kami dan kronologis kehilangan, surat keterangan pun sudah diterbitkan dan ditandatangani. Terima kasih, Pak.

Karena layanan yang singkat cepat dan memuaskan dari pak Polisi, maka kami masih ada waktu untuk mampir mencari pempek di Jalan Mujahidin Pasar 26 Ilir di belakang Mie Celor 26 HM Syafei. Di sepanjang jalan ini banyak pempek dengan cuko yang murah dan enak yang harganya hanya Rp1000 per buah. Favorit saya sih Pempek Hesty. Biasanya saya beli pempek Hesty dan dibungkus plastik dengan cukonya lalu disobek bagian bawah plastik dan memakan pempek dari sobekan tersebut seperti makan cilok di Jawa. Sayang sore itu karena Pempek Hasty terlihat lumayan penuh dengan mobil yang berderet di depannya, maka kami mencari pempek lain yang lebih sepi biar bisa segera membungkus untuk dibawa ke Jakarta. Kami pun mampir di salah satu warung pempek dan membeli pempek hanya dengan harga Rp100.000 mendapat 100 buah pempek sekaligus cuko yang enak. Kami juga sempat menikmati pempek dan es kacang merah di situ. Mungkin ini hikmah gagal memesan pempek tadi karena kalau di toko pempek yang sudah punya nama, pempek 1 buah harganya sekitar Rp4.000 padahal kalau oleh-oleh kantor sih dibawakan saja sudah bagus, apalagi ini bukan perjalanan dinas yang lebih agak wajib membawa oleh-oleh. Dan saya juga bukan tipe yang suka membawakan oleh-oleh atau pun meminta oleh-oleh. Kalau nitip sih kadang-kadang asal tidak merepotkan.

Palembang

Dari Pasar 26 Ilir, kami melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi rumah dinas Pakliknya Bunda di pinggiran kota Palembang sekaligus menyerahkan talas yang semalam sempat dipertanyakan pihak keamanan bandara karena saat dipindai di dalam tas saya terlihat aneh. Hohoho iyalah, 4 buah talas bogor dengan batang kira-kira 30cm masuk ke dalam tas keril saya yang hanya berisi sedikit pakaian karena mau saya isi kain yang saya beli di Pasar Kito. 😀

Setelah duduk-duduk bercengkerama dengan Paklik dan Bulik Bunda serta menikmati pempek enak banget yang disajikan dan enath merek apa, kami pun pamit dan segera bergegas ke bandara. Tak disangka di bandara bertemu Jeng Ria, teman yang sudah beberapa tahun tak jumpa, yang berangkat pagi dan sore sudah balik serta tidak kebagian gerhana dan malah ke Pulau Kemarau. Ternyata lebih singkat kunjungannya di palembang daripada kami.

Gerhana Jembatan Ampera Palembang

Terima kasih untuk Pakliknya Bunda, yang sekarang sudah pindah ke Jakarta, yang sudah menjamu kami. Dan sampai jumpa lagi Palembang tahun depan.

Lapar di Bogor

Postingan ini sudah lama saya buat draftnya tetapi lupa belum diposting ternyata. #ngok #alaala

Berawal dari keinginan untuk menengok Bu Joko yang sedang sakit, saya dan Bunda Hani janjian untuk jalan-jalan dan makan-makan di sekitar Kota Bogor. Dengan menggunakan KRL, saya mendatangi Bogor yang kemudian dijemput Bunda di stasiun.

Foodlicious

Tujuan pertama kami adalah ke RM Kebuli di Jl. Jenderal Sudirman No. 14A, Bogor. Porsi nasi kebuli dan nasi goreng yang kami pesan lumayan banyak dan rasanya juga lumayan enak.

Foodlicious

Lidah saya sih lebih suka dengan Nasi Kebuli bang Moch di Arinda, Tangerang Selatan. Bumbu di bang Moch lebih ciamiiiik. Apalagi nasi goreng rempahnya… nyaaammm…  Ini penampakan di Bang Moch.

Foodlicious

Cukup jauh berpindah dari nasi kebuli, kami sebenarnya ingin mencicipi makanan di salah satu kafe, tetapi kafe tersebut sedang tutup. Mampirlah kami ke Two Stories di Jalan Pajajaran Indah V No. 7, Cilendek Timur, Bogor yang ramai sekali siang itu. Konsep bangunan beberapa lantai ada yang indoor, outdoor dan rooftopnya sangat menarik. Variasi makanan dan minuman yang disajikan membuat tempat ini ngeheits di Bogor. Mau nongkrong sama abang gebetan di sini juga bisa. Ada live music juga jika kita sedang beruntung.

Foodlicious

Selanjutnya kami menuju kedai pojok entahlah di dekat Sop Duren Lodaya yang kata Bunda enak dan ada yang jual klapertart. rencananya sih mau bawain Bu Joko klapertart tetapi ternyata tidak ada yang jual klapertaart dan malah beli kwetiau dan eskrim matcha low cost yang lumayan ini.

Foodlicious

Tidak jauh dari kedai pojok, kami ke Sop Duren Lodaya. Sop duren inisempat ngeheits beberapa saat lalu saat berkolaborasi dengan Tante Farah Quinn. Rasa sop durennya lumayan, walaupun es batunya agak mengganggu bagi saya dan mungkin lebih baik diganti es serut atau es batu yang lebih kecil. Rasa keju malah terlalu dominan dan menutupi durian yang porsinya tidak lebih banyak daripada keju dan es batu.

Foodlicious

Perjalanan ke Bogor kali ini tumben banget tidak mampir ke Kedai Kita yang biasanya selalu menjadi tempat favorit jika ke Bogor. Akhirnya kami baru meluncur ke kediaman Bu Joko menjelang maghrib untuk menjenguknya. Sehat selalu Bu Joko dan kita semua…

Piknik Asyik di PIK

1. Mottomoo, Ruko Garden House, Blok B No. 21, Pantai Indah Kapuk, Jakarta
Tempatnya lucu walaupun tidak begitu luas. Meja dan kursinya cukup nyaman buat nongkrong lama. Penerangannya juga oke buat foto-foto.

Chic in PIKHamburg Gratinnya lumayan enak, mungkin kalau pakai pork sauce jadi enak banget. Ini menu favorit di sini lho.
Chic in PIK

Menu pastanya, shoyu cream spaghetti with truffle oil ini adalah pasta paling enak di Jakarta. Porsinya pas dan rasanya luar biasa. Harganya juga standar. Kudu dicobain kalau ke sini.

Chic in PIK2. Martabak Pecenongan 43, berada di Ruko Crown Golf, Blok A No. 30, Bukit Golf Mediterania, PIK.
Tempat yang selalu kukunjungi setiap kali ke PIK. Martabak manisnya enaaaak. Mengembangnya wokeh, manisnya pas, topping coklat kacang keju yang standar saja enak banget. Mahal dikit tetapi bikin nagih lagi dan lagi.
Chic in PIK

3. Shirokuma, letaknya dekat Martabak Pecenongan 43, tepatnya di Ruko Crown Golf Blok A No. 32, Pantai Indah Kapuk, RW.2, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14460. Sempat nyobain parfait matcha, anmitsu, kuro japadog, dan kentang goreng yang semuanya enak dan penyajiannya juga cantik. Tempatnya lumayan ramai dengan anak-anak muda yang nongkrong.

Chic in PIK

4. Shirayuki, di Jl. Pantai Indah Barat, Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Kamal Muara, Penjaringan, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Shirayuki ini juga dessert shop yang selalu ramai dan penuh dengan anak muda. Dessert cantik-cantik utuk difoto dan diunggah di sosial media dengan harga lumayan terjangkau membuat tempat ini populer. Sayang tempatnya agak sempit dan saat itu pelayanannya lambat banget.

Chic in PIK

5. Ohka, Letaknya berdekatan dengan Shirayuki. Sempat nyobain karaage miso ramen dan tonkotsu ramen yang enaaaaak dan ngehits di sini.
Chic in PIKSayang mulai Oktober kemarin Ohka sudah tutup dan sedang persiapan pindah ke lokasi baru di Golden Truly di daerah Gunung Sahari.

Sampai jumpa di Piknik Asyik di PIK selanjutnya.

Menikmati Alam Sekaligus Wisata Kuliner di Sekitar Taman Safari Bogor

 tsb

Sumber: flickr.com

Siapa yang tidak tahu Taman Safari yang terletak di Cisarua Bogor? Pasti Sebagian besar penduduk Bogor dan sekitarnya sudah tahu tempat yang satu ini. Obyek wisata ini merupakan salah satu pilihan favorit sehingga banyak fasilitas penunjang seperti hotel yang memudahkan dan membuat Anda sangat nyaman saat menikmati indahnya kota Bogor.

Anda tidak perlu khawatir soal ketersediaan hotel di sekitar Taman Safari Bogor, Anda bisa cek langsung di website traveloka.com. Terdapat banyak hotel dengan harga beserta fasilitasnya yang ditawarkan di website, sehingga Anda memiliki banyak pilihan sesuai kebutuhan Anda. Terutama bagi Anda yang berencana menginap, menikmati indahnya Kota Bogor dan mengisi waktu libur yang istimewa dengan keluarga atau pun orang-orang tercinta.

Kembali lagi ke pembahasan Taman Safari, taman ini terletak di Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dari segi sejarahnya, Taman Safari Bogor dibangun di atas tanah bekas perkebunan teh yang sebelumnya sudah tidak lagi produktif. Lalu barulah pada tahun 1980 mulai dibangun Taman Safari Indonesia Bogor yang dijadikan sebagai obyek wisata Nasional dan pusat penangkaran beberapa satwa Langka yang ada di Indonesia pada tahun 1990.

Taman Safari berada di kawasan puncak Bogor, tepatnya di ketinggian sekitar 900 sampai 1800 mdpl. Suhu udara di kawasan puncak terbilang cukup dingin, yakni sekitar 16o – 24o Celcius karena memang datarannya yang tinggi. Sebenarnya banyak sekali kebun binatang yang terdapat di Indonesia tetapi di Taman Safari memiliki cara yang berbeda untuk mengenalkan alam secara langsung kepada pengunjung.

Para pengunjung dapat berkeliling kebun binatang Taman Safari dengan menggunakan kendaraan bus yang telah disediakan oleh pihak Taman Safari. Anda juga dapat menggunakan kendaraan pribadi menuju lokasi. Sangat seru bukan? Anda dan keluarga akan merasakan pengalaman baru karena bisa melihat aktifitas satwa di alam liar secara langsung. Bahkan Anda juga bisa bermain dan memberi makan satwa-satwa yang berada di Taman Safari tersebut.

Di Taman Safari Bogor terdapat kurang lebih 2500 spesies yang merupakan koleksi satwa yang berasal dari seluruh dunia. Dan jika beruntung, Anda juga bisa menemukan beberapa satwa langka yang terdapat di kebun binatang Taman Safari ini. Beberapa diantaranya Singa, Orangutan, Gajah, Komodo, dan beberapa satwa langka lainnya. Dan selain berkunjung ke kebun binatang, Anda juga bisa menikmati Safari Trek/trekking, outbound, cowboy show, dolpin show, Waterpark, dan wahana bermain seru lainnya.

Setelah Anda puas berkeliling di Taman Safari, bisa menuju ke lokasi lain untuk mengisi perut yang mulai keroncongan. Tenang saja, di sekitar Taman Safari selain terdapat banyak hotel, juga terdapat banyak tempat wisata kuliner. Mulai dari kaki lima hingga kelas bintang lima.

Masing-masing tempat menyediakan menu kuliner andalan sekaligus landscape dari desain rumah makan dan alam sekitar yang bisa menjadi pengalaman menarik. Menikmati pemandangan sambil menyantap kulinernya yang lezat adalah salah satunya kenyamanan dan kepuasan yang ditawarkan oleh Rumah Makan Bumi Nini.

rm-bumi-nini

Sumber: muradmaulana.com

Rumah Makan Bumi Nini beralamat di Jl. Raya Puncak Cisarua No 18, KM 81, Puncak – Bogor, Jawa Barat. Rumah makan Bumi Nini adalah cabang dari rumah makan Bumi Aki yang sudah cukup terkenal karena cita rasanya yang lezat di kawasan Puncak Bogor. Jarak menuju rumah makan Bumi Nini hanya sekitar 5,4km dari Taman Safari Indonesia.

Rumah Makan Bumi Nini selalu ramai pengunjung. Bahkan jika Anda menggunakan kendaraan pribadi dan ingin makan di jam makan siang atau jam makan malam, Anda harus bersabar antri parkiran. Ada banyak antrian kendaraan yang memanjang menuju pintu masuk rumah makan legendaris yang satu ini. Walaupun banyak yang merasa kesulitan untuk parkir, tetap saja banyak pengunjung yang datang untuk menikmati wisata kuliner di Bumi Nini.

rm-bumi-nini-food

Sumber: happyuniii.blogspot.co.id

Di rumah makan ini terdapat menu kuliner andalan yakni gurame cobek goreng. Yang membedakan dari rumah makan lain, saat sebelum di goreng, gurame diberi bumbu sampai meresap. Untuk melengkapi rasanya, gurame tersebut di siram dengan sambal khas dari rumah makan Bumi Nini. Sehingga membuat gurame cobek goreng memiliki cita rasa yang tiada duanya. Selain gurame cobek goreng, juga terdapat beberapa menu diantaranya: gurame bakar, tempe mendoan, sayur asem, karedok, kopi hitam, juice strawberry, teh manis.

Nikmati liburan Anda di Kota Bogor dengan berbagai tempat wisata alam, wisata kuliner dan wisata menarik lainnya. Happy holiday!

A Cup of Coffee for A Sane Life

Spring talks

Vogue Italia March 2016, The Food Issue: Spring Talks
Model: Mojang and Mochan
Fotografer: Paminto Meisel
Makeup Artist: Estu McGrath
Hair: Guido Paminto
Set: Estu
Stylist: Franca Soestu
Cover story: A Cup of Coffee for A Sane Life

Ngopi sudah menjadi budaya bagi masyarakat di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kopi. Jika di daerah-daerah banyak kedai kopi tradisional yang menyajikan kopi dan sebagai tempat berbincang-bincang serta main kartu, maka di kota-kota besar kedai ngopi sudah menjadi tempat yang menggabungkan semua hal dalam kedai kopi tradisional dan gaya hidup kekinian sambil misal online, rapat, melepaskan penat setelah ngantor, hingga mengerjakan tugas kuliah atau pun pekerjaan kantor. Dua wanita yang menjadi cover girl ini contohnya. Sebagai wanita karir, mereka terbiasa mampir salah satu kedai kopi setiap pagi untuk membeli satu, dua, atau tiga gelas kopi dan membawanya ke kantor. Di kantor, mereka juga sering meracik kopi atau memesan kopi melalui ojek online agar tetap fit dan cetar berkarya sepanjang hari. Sepulang kantor pun mereka juga sering menikmati kopi di berbagai gerai kopi.

1. Kedai Tjikini, Jalan Cikini Raya 17 Jakarta Pusat.
Kedai kopi ngehits di bilangan Cikini berada di jalur trotoar hall of fame yang bergambar aneka mural batik nan cantik yang membuat kita sudah gemets untuk foto-foto bahkan sebelum masuk ke kedai klasik ini. Semua menu di sini berbau zaman doeloe dengan variasi dari berbagai daerah di Indonesia. Mau pempek ada, mau pisang goreng ada, mau singkong ada, mau pancake juga ada. Kopinya enak. Tempatnya juga enak buat nongkrong.

Tjikini

2. Tanamera Coffee Roastery, Thamrin City Office Park Blok AA No. 7, Jl. Kb. Kacang Raya, Jakarta Pusat.

FoodliciousKopi di sini enak. Enak banget. Suka banget dengan apple crumbled pienya. Soal tempat sih tidak begitu luas di lantai 1 tetapi kita bisa mencoba di lantai 3. Berasa kayak mengunjungi gudang sekaligus pabrik kopi. Salah satu tempat ngopi paling enak.
Foodlicious3. Caribou Coffee, Jalan Senopati No. 52, Jakarta.
Dari luar saja tempatnya terlihat menarik, apalagi saat kita masuk. Ada perapian, sofa-sofa, hingga tangganya pun menarik untuk difoto. Blended caramel, mocha, dan vanila yang kami nikmati dalam ukuran large ini bikin puas banget. Creme brulee-nya enak dan gede. Dan karena di Senopati yang mana cukup dekat dari kantor, maka tempat ini cukup favorit bagi orang sekantor baik dari pagi hari saat menuju kantor hingga untuk berkumpul dan tsurhat setelah pulang kantor.
Foodlicious4. Brownstones Coffee, Jalan. Bintaro Utama 3A, Blok DD12 No. 41, Bintaro.
Tempat ngopi yang baru buka beberapa hari saat kami melakukan pemotretan cover ini dan saat itu masih banyak promo. Tempatnya lumayan luas dengan menyediakan teras hingga tempat bermain anak, jadi serasa nyaman kayak di rumah sendiri gitu. Kopi di sini juga lumayan enak dan dekat banget dari tempat aku tinggal.

Foodlicious

5. Filosofi Kopi Bintaro, Jl. Bintaro Utama 1, Blok F2 No. 6, Bintaro.
Tempat ngopi di jalur utama orang-orang Bintaro yang akan kembali ke Bintaro dari arah pusat kota Jakarta yang baru beberapa bulan dibuka dan merupakan kedai Filosofi Kopi kedua setelah di Melawai. Tempatnya tidak begitu luas seperti halnay yang di Melawai tetapi cukup nyaman untuk nongkrong-nongkrong syantiex dan manja bersama kawan-kawan. Akan lebih nikmat ngopi di sini jika sedang ada Chico Jericho dan Rio Dewanto yang mengunjungi kedai kopi mereka ini. Kopinya enak dan baristanya juga ramah-ramah.

Filosofi Kopi Bintaro6.  Anomali Coffee Senopati, Jl. Senopati No. 9, Jakarta.
Ini dia tempat dua wanita manja nan berkarya nyata merengkuh kopi setiap hari kerja. They do love the coffee in this place sampai berharap Anomali ada di Bintaro.
AnomaliKopi dan makanan di Anomali ini memang enak-enak dengan tempat yang luas dan nyaman. Ada yang indoor maupun outdoor baik di lantai 1 maupun 2. Ada smoking area serta parkir yang cukup tetapi selalu penuh karena memang pengunjungnya selalu banyak dari buka hingga tutup. Meja, kursi, hiasan, serta bangunan di sini kekinian dan instagram-able banget yang membuat suasanan nongkrong ngopi-ngopi cantik makin asyik.
Anomali

Pelangi Restauran Bintaro

Foodlicious

Berada di Bintaro Sektor 5 dekat Cheese Cake Factory. Merupakan restauran yang menyajikan makanan khas Makassar, seafood, dan Chinese food. Suka banget nasi goreng merahnya yang enaaak dan banyak. Mie hokkian, iga bakar, mie titinya juga enaaak. Sambal dan kue-kue di sini juga cocok dengan lidahku. Aku sih doyan banget makan di sini dan jadi salah satu tempat makan favoritku di Bintaro. Kalau bingung mau ngajak kawan yang lagi berkunjung, maka ke Pelangi ini aku kan datang.

Tempat Makan di Sekitar Stasiun Kota Malang

Kota Malang sekarang sudah menjadi kota metropolitan di Jawa Timur selain Surabaya. Dengan pembangunan yang terus-menerus, kemacetan yang meningkat, kota pelajar, kota wisata, hingga kulinernya yang tersohor, serta biaya hidup yang lumayan terjangkau membuat kota ini menjadi kota favorit banyak orang untuk tinggal maupun berwisata. Begitu pun saya yang ingin kembali ke kota tempat saya lahir dan tumbuh dewasa ini. Malang menyimpan berbagai pesona kuliner yang menggugah selera. Dengan frekuensi mudik yang hanya sekali-dua kali setiap tahun, saya mempunyai beberapa tempat makan atau tempat nongkrong favorit yang rutin saya kunjungi di kota ini. Masih banyak tempat favorit saya tetapi karena keterbatasan waktu dan hari libur yang saya miliki maka biarkan saja perut saya membuncit maksimal dalam beberapa jam tersebut. Berikut  beberapa tempat makan di sekitar Stasiun Kota Malang yang saya kunjungi saat libur lebaran di bulan Juli 2015 kemarin.

    1. Depot Pangsit Mie Bromo Pojok.

Berlokasi di Jalan Pattimura No.53, Kota Malang, Jawa Timur 65119, Indonesia, telepon +62 341 327853 tidak jauh dari Stasiun Kota Malang. Ke luar stasiun, jalan ke arah kanan sampai bertemu perempatan Klojen, lalu belok ke kiri sekitar 100 meter dan sampai tempat ini deh. Saya tiba di tempat ini sekitar pukul 10.00 wib yang mana sambil membunuh waktu untuk menunggu Dince dan Ceu Jojo. Saya suka mie pangsit jamurnya. Es campur artistik warna-warninya juga enak dan cantik untuk difoto. Harga seporsi mie pangsit di sini sekitar Rp15.000-20.000. Di dekat mie pangsit ini ada Hotel Helios yang terkenal sebagai hotel backpacker bagi para bule yang singgah di Malang sebelum ke Bromo atau Bali.

Mie Bromo2. Es Campur Jl. Dr Sutomo

Lokasinya dari perempatan Klojen ke arah SMPN 3 Malang, setelah Surabi Imut di kiri jalan dekat pertigaan Jalan Sutomo. Es campur ini dijual oleh sepasang kakek-nenek yang dulunya bekerja sebagai tukang foto di sebuah studio foto di Kota Malang. Harga semangkok es campur ini hanya Rp4.000,00 padahal isinya lumayan lengkap dari cincau, blewah, dawet, tapai singkong, dan roti. Di Jakarta mah uang Rp4.000 cuma dapat es teh tawar. Di tempat ini kalau malam digunakan sebagai warung jagung dan roti bakar yang buka hingga dini hari yang mana juga enak dan murah meriah.

es campur

3. Bakso Bakar Pak Man.

Terletak di Jalan Diponegoro No. 19, Jawa Timur 65111, Indonesia telepon 0818-388-193, dekat SMPN 3 Malang. Pengunjung bakso bakar ini luar biasa banyak terutama pada saat jam makan siang, padahal tempatnya tidak begitu luas dan harus cepet-cepetan berburu tempat duduk seperti di Es Krim Ragusa, Jakarta. Bakso bakar ini bakal ludes sekitar pukul 15.00 wib jadi jangan terlalu sore jika ingin datang menikmatinya.

bakso Bakar pak Man (2)

Beberapa tahun yang lalu harga sebuah bakso bakar masih Rp1.000 tetapi sekarang sudah Rp3.000,00 per buah. Padahal ya bo’ sekali makan di sini saya saya bisa menghabiskan sekitar 15-20 buah bakso bakar. Gak nampol kalau di sini tidak makan bakso bakar pedasnya. 😀

bakso Bakar pak Man (1)

4. Restauran Melati Hotel Tugu.

Berlokasi di Hotel Tugu, ke luar stasiun langsung jalan lurus ke depan ke arah Balai Kota Malang dan Alun-Alun Tugu. Dengan tempat yang indah, romantis, dan cukup eksklusif menjadikan restauran ini patut dicoba sekali-kali. Deep fried banana with rum raisin ice cream yang saya pesan ini harganya untuk level Kota Malang cukup mencekik leher. Seporsinya hampir Rp50.000,00. Memang enak dan tampilan yang cantik pula.

Resto Melati Tugu (1)

Kalau Dina memesan orange delight yang juga cantik, enak, dan harganya sama dengan pisang goreng saya tadi.

Resto Melati Tugu (2)

Ceu Jojo memesan es cincau dengan harga hampir Rp30.000. Di Malang bisa dapat 8 gelas besar es cincau yang di pinggir jalan kali. Itungan banget ya. Bakmi goreng di sini kata Ceu Jojo rasanya endeus banget. gak heran sih saat melihat tante di meja sebelah menikmati dengan sangat bakmi tersebut.

Resto Melati Tugu (3)

5. Rawon Tessy

Berlokasi di Jalan Embong Brantas, ke luar stasiun langsung belok kiri ke arah penjual helm yang berjajar di samping stasiun. Saya sangat menyukai rawon ini walaupun menurut lidah saya rasanya sudah agak berubah dibanding dulu. Mungkin lidah saya saja yang sudah terkontaminasi dan jarang merasakan makanan Malang. jangan lupa menambahkan perkedel dan tempe goreng bugil tanpa tepung yang menjadi pelengkap rawon ini. Seporsinya Rp15.000. Jika ingin memesan bisa menghubungi Pak Ahmad di nomor 0838-34839-881. Buka dari pagi untuk sarapan hingga larut malam warung ini.
Rawon Tessy

Lima tempat makan di atas saya kunjungi dari pukul 10.00 wib hingga 16.30 wib dalam kondisi saya sudah sarapan sebelum berangkat. Mau gak buncit gimana lah.

6. Bakso Pak Dulmanan

Beberapa hari sebelum wisata kuliner di atas, saya juga sempat nongkrong di sekitar stasiun Kota Malang setelah rumpi-rumpi juga dengan Ceu Jojo dan Dina di Matos. Bakso ini berada sekitar 10 meter di dekat pintu keluar stasiun ke arah kiri.Yang enak dari depot ini adalah siomay alias sumehnya. Sayang malam itu siomaynya sudah habis.

Bakso P. Dulmanan (2)

Ceu Jojo dan BFF-nya.

Bakso P. Dulmanan (1)

7. Java Dancer Coffe

Berlokasi di Jl. Kahuripan No. 12, Klojen, Malang, Jawa Timur 65111, di seberang Hotel Tugu, telepon 0341-351688.

Java Dancer Coffee (3)

Daftar menu di Java Dancer Coffee.

Java Dancer Coffee (2)

Daftar menu di Java Dancer Coffee. (2)

Java Dancer Coffee (1)

Suasana di tempat ngopi dan nyemil yang ngeheits ini asyik, romantis, etnis, dan penuh dengan pengunjung. Tempatnya berada di pelataran Hotel Kartika Kusuma sehingga toilet pun juga numpang di hotel tersebut.

Java Dancer Coffee (7)

Ini entah kopi yang dipesan Dina atau Ceu Jojo dan apa namanya saya lupa. -,-
Java Dancer Coffee (5)

Ini juga entah kopi siapa. Jamur goreng tepung dan tahu goreng di sini endeus juga.

Java Dancer Coffee (4)

8. Depot Rujak Pojok

Dari pintu keluar staisun ke arah kiri sekitar 50 meter, berada di pojokan Jalan Pajajaran arah SMAN 3 Malang. Rujak dan gorengan di sini endeusss deh.

9. Bakso Priangan Mang Yayat

Berlokasi setelah Depot Rujak Pojok arah perempatan Klojen. Saya sering menikmati bakso ini sembari menunggu dijemput pulang atau menunggu angkot yang biasanya ngetem tidak jauh dari sini.

10. Warna-Warni

Tempat makan lain yang saya sukai di sekitar perempatan Klojen dan Stasiun Kota Malang adalah Warna-Warni. tempat gaul anak sekolahan dari zaman dulu kala saat warung ini masih berada di seberang stasiun sebelum akhirnya pindah ke dekat perempatan Klojen. Menu di Warna-Warni sih biasa saja cuma karena enak dipakai nongkrong dan harganya lumayan bersahabat terutama untuk pelajar maka tempat ini pernah menjadi tempat nongkrong ngeheits pada masa itu.

11. Restauran Inggil

Letaknya di Jalan Gadjah Mada Nomor 4, sekitar 100 meter dari pintu keluar stasiun ke arah kiri lalu belok kanan sedikit, telepon 0341-332110. Merupakan perpaduan museum dan restauran dengan suasana tempo dulu dan cukup magis. Makanan di sini juga enak-enak dengan harga tidak semahal Restauran Melati. Saya pernah ke sini untuk makan siang bersama beberapa orang yang mana ada yang bisa melihat hal-hal gaib. Setelah kami makan ada yang ke toilet bilang kalau ke kami saat kembali bahwa gamelan yang ada di panggung bergerak-gerak dan ada yang nungguin. Gleg dan kami yang orang biasa pada pandang-pandangan. Yang penting makanannya enak, terjangkau, dan kita bisa menikmati suasana tempo dulu dengan berbagai pernak-pernik kuno, foto Malang tempo dulu, hingga topeng khas Malang yang dipajang serta berbagai suvenir yang bisa kita beli.