Makaroni Rebus

Di bulan puasa 1436 H ini, saya sedang menjalankan diet ala-ala dengan menghindari nasi, gorengan, garam, dan makanan berlemak. Menu andalan saya adalah makaroni rebus di mana sangat mudah membuatnya hanya dengan merebus makaroni dan menambahkan bahan-bahan sesuai selera.

1. Makaroni oatmeal.
makaroni oatmeal

Siapkan air sekitar 400ml, rebus hingga mendidih. Setelah mendidih masukkan sebungkus makaroni instan seperti La Fonte sup makaroni. Rebus sekitar 4 menit lalu tambahkan 4 sendok oatmeal dan rebus lagi sekitar 4 menit sambil sesekali diaduk. Siapkan bumbu sup makaroni instan di dalam wadah saji lalu tuangkan makaroni oatmeal ke dalamnya. Saya lebih memilih hanya menggunakan sayur kering dalam sup makaroni instan sebagai pelengkap tanpa menggunakan bumbu. Pelengkap favorit saya adalah teri kacang “Pangestu” khas Cirebon, saos tomat, kecap manis, dan bumbu pecel. Sajikan dalam keadaan hangat.

2. Makaroni Kentang.
makaroni kentang

Kentang kecil-kecil dengan kulit rebus merupakan salah satu menu diet favorit saya karena selain mengenyangkan, rasanya juga lumayan enak. Biasanya sih saya merebus kentang kecil utuh lalu saya jadikan bekal makan siang di kantor dan dinikmati dengan bumbu pecel. Selama bulan puasa ini agar cukup karbohidrat, adanya variasi makanan, serta kecepatan penyajian, maka saya membuat makaroni kentang rebus ini. Saya merendam kentang pada pagi hari sebelum berangkat kantor. Pada malam hari saat tiba dari kantor, saya segera merebus air sekitar 600 ml. Sambil menunggu air mendidih, saya menggosok kulit kentang dengan spon agar kulitnya bersih dari tanah, lalu mencuci dan memotong 1 buah kentang menjadi 3 atau 4 bagian agar lebih cepat matang. Kita juga bisa memasak air dan kentang bersamaan, sesuai keadaan saja. Jika kentang terlihat sudah mulai lunak, masukkan makaroni, bisa makaroni biasa atau instan, lalu rebus dan sesekali diaduk hingga kentang dan makaroni matang. Sajikan dalam mangkok dan tambahkan teri kacang, saos tomat, kecap, bumbu pecel, atau sambal sesuai selera.

Oatmeal yang biasa terasa hambar menjadi nikmat saat kelaparan dan butuh karbohidrat. Teri kacang menjadikan rasa menu rebusan ini sangat lezat. Saos tomat, kecap, dan bumbu pecel menjadi pelengkap yang pas.

Menu Diet di Bulan Puasa 1436 H

Hari pertama: Tidak sahur. Berbuka dengan 2 lembar roti tawar, segelas kolak, dan palubutung. Sebelum tidur minum air madu, air putih segelas dicampur madu beberapa sendok lalu dikocok ala milk shake.

Hari kedua: Sahur air putih. Berbuka dengan beberapa gelas air sirup Tjampolay rasa pisang susu, 4 lembar roti tawar, sebiji kurma, dan  anggur beberapa biji.

Hari ketiga: Sahur air gula. Berbuka dengan 2 buah pethulo, 1 buah lupis, 2 buah klepon, 1 bungkus bubur sumsum, 1 bungkus kolak. Agak kalap karena sedang capek hati. 😂

Hari keempat: Sahur air madu dan pisang 1 buah. Berbuka dengan 2 gelas teh manis madu dan kentang rebus ditaburi teri kacang “Pangestu” dari Cirebon. Saya rasa saya sudah ketagihan madu nih. Madu dari Palu mau habis, akhirnya kembali mengonsumsi madu Agnes Monica, walaupun rasa madu Agnes jauh dibanding madu Palu, tapi ya sudahlah. Hingga menjelang tidur, saya sudah makan 3 buah pisang Ambon.

Hari kelima: Sahur spageti instan bertabur teri kacang. Endeeus. Berbuka dengan 2 gelas air sirup Tjampolay dingin, 4 buah pisang, melon 2 potong, dan sepiring mie seafood, serta segelas teh panas manis.

Hari keenam: Sahur 1 buah pisang dan segelas air madu. Berbuka dengan 2 gelas air sirup Tjampolay hangat, 3 buah pisang, 2 potong melon, dan semangkok oatmeal madu ditambah 2 buah pisang yang dipotong-potong.

Hari ketujuh: Sahur 1 buah pisang dan segelas air madu. Berbuka dengan sate ayam dan lontong, 4 kerupuk, bumbu pecel, 2 buah pisang, beberapa potong melon, 2 gelas air sirup “Tjampolay”, dan 2 gelas teh. Level sangat lapar ini.

Hari kedelapan: Tidak sahur. Berbuka dengan 2 gelas air sirup Tjampolay, sepotong melon, 2 buah pisang, 4 buah crackers oles selai Ganda, dan menu utama sup makaroni oatmeal tabur teri kacang.

Hari kesembilan: Sahur air madu. Berbuka dengan 2 gelas air sirup Tjampolay, 5 buah crackers oles selai Ganda, setangkup kacang Sihobuk, dan semangkok kwetiau ayam dan pangsit.

Hari kesepuluh: Tidak sahur. Berbuka dengan sepiring mie Aceh tumis, roti cane keju, martabak telur, segelas teh manis hangat, dan segelas es timun di Warung Mie Aceh Pidie Narasa, Arinda, Pondok Aren. Mie Aceh favoritku. Harganya juga bersahabat.

Hari kesebelas: Sahur segelas air madu. Berbuka dengan semangkok kolak, dilanjutkan dengan seporsi sop sayur, 2 potong tempe, sepotong tahu, dan sebutir telur.

Hari kedua belas: Sahur dengan sup makaroni sayuran dengan oatmeal sebelum tidur. Berbuka dengan sepotong melon, 2 potong martabak manis, dan segelas air sirup Tjampolay. Lalu diajak muterin mal dalam keadaan lapar yang amat sangat.

Hari ketiga belas: Sahur sebelum tidur setelah sampai di kos setelah muterin mal dengan menu makaroni oatmeal tabur teri kacang. Setelah itu lanjut makan crackers 5 buah karena masih kelaparan, baru bisa tidur deh. Berbuka dengan sepotong melon, 3 buah crackers oles Selai Ganda, puding 1 buah, dan segelas air sieup Tjampolay.

Hari keempat belas: Sahur sebelum tidur sekaligus menu buka utama yaitu kentang rebus campur makaroni tabur teri kacang. Berbuka dengan sepotong melon, puding 1 buah, segelas air sirup Tjampolay, 4 buah crackers.

Hari kelima belas: Sahur sebelum tidur lagi dengan sup makaroni oatmeal tabur teri kacang. Sahur beneran dengan segelas air madu. Berbuka dengan sepotong kue keju buah, seporsi buah potong, beberapa potong macaroni schotel, sepiring tekwan, dan beberapa gelas teh manis panas.

Hari keenam belas: Tidak sahur. Berbuka dengan sisa macaroni schotel, buah potong, dan jus alpukat, serta 4 buah kerupuk di kantor.

Hari ketujuh belas: Sahur seporsi gulai tikungan di Bulungan setelah mengikuti midnight sale. Demi mencicipi gulai tikungan jadi makan nasi deh. Untung porsinya kecil. Berbuka dengan 2 gelas teh manis panas dan dua porsi makaroni dan kentang rebus.

Hari kedelapan belas: Sahur dengan makaroni oatmeal rebus. Berbuka dengan 2 porsi kolak. Agak malam makan fusilli oatmeal rebus.

Hari kesembilan belas: Tidak bisa tidur hingga pukul 1 pagi membuat saya memutuskan untuk merebus spageti dengan bumbu instan biar cepat. Sudah kenyang tetapi baru bisa tidur hampir pukul 2.30 pagi. Berbuka dengan segelas air sirup Tjampolay, 2 buah ladyfinger dan 4 buah crackers oles selai Ganda, serta puding rasa stroberi.

Hari kedua puluh: Tidak sahur. Berbuka dengan 1 buah surabi kinca, 1 buah kurma, segelas air sirup Tjampolay, dan semangkuk fussili oatmeak rebus.

Hari kedua puluh satu: Tidak sahur. Berbuka dengan segelas es buah, semangkok bubur ayam, dan 2 tusuk sate ati ampela.

Hari kedua puluh dua: Sahur crackers 2 buah sebelum tidur. Berbuka dengan 10 bush oat choco, bebek goren, nasi, dan sebuah tempe.

Hari kedua puluh tiga: Sahur air madu. Berbuka dengan 1 buah pisang, segelas air sirup Tjampolay, dan sekitar 10 buah oat choco. Mungkin saya mulai lapar. 😂

Hari kedua puluh empat: Sahur air madu. Betbuka dengan 2 gelas teh manis hangat, sekitar 10 buah oat choco, dan seporsi kenrang rebus bertabur kering kentang dan ikan teri.

Hari kedua puluh lima: Tidak sahur. Berbuka segelas besar teh manis hangat, lanjut semangkok kolak, dan semangkok soto Kudus dengan nasi. Kalap majan karena tadi siang kalap belanja. -___-”

Hari kedua puluh enam: Sahur sebelum tidur dengan oatmeal agar-agar rebus dengan sisa-sisa madu. Berbuka dengan seporsi kolak, sepotong melon, segelas air sirup Tjampolay.

Hari kedua puluh tujuh: Sahur sebelum tidur dengan fussili kentang rebus tabur teri kacang. Berbuka dengan segelas air sirup Tjampolay, 2 potong melon, beberapa buah kue putri salju, dan 1/2 bar coklat.

Hari kedua puluh delapan: Sahur kalap liar sebelum tidur dengan semangkok penuh fussili rebus dicampur mie goreng jumbo ditamvah bumbu pecel dan kacang atom segambreng. Berbuka dengan melon 1/2 buah, air sirup Tjampolay, beberapa buah kue putri salju, dan semangkok oatmeal dengan bumbu pecel dan teri kacang.

Hari kedua puluh sembilan: Tidak sahur walaupun sudah bangun dari pukul 2.00 untuk bersiap ke bandara.

Jakarta City Tour Part II

Setelah dari es krim Ragusa, kami melanjutkan perjalanan ke Museum Taman Prasasti.

City Tour  (33)

Harga tiket masuk museum Taman Prasasti ini Rp5.000 per orang.

City Tour  (35)

Pose….

City Tour  (58)

Pose lagi…

City Tour  (61)

Dan kami pun menonton video Agnes Monica “Tanpa Kekasihku” yang syuting di sini untuk menirukan adegan apa yang bisa kami lakukan di sini. Dan begini hasilnya.
City Tour  (34)

Lalu…

City Tour  (59)

Lalu ini…

City Tour  (53)

Ini…

City Tour  (52)

lagi…

City Tour  (56)

lagi…

City Tour  (54)

dan lagi…

City Tour  (60)

dan adegan begini.

City Tour  (57)

Ada pula prasasti atas nama James Alexander Bond yang kemudian saya pose tiduri.

City Tour  (51)

Setelah itu kami berpindah ngadem di mal. Bertiga benikmati semangkok macha teh hijau seharga Rp55.000. Pertama kalinya saya mencicipi hidangan ini. Es campur cincau dikasih eskrim dungdung mungkin lebih cocok dengan lidah dan kantong saya.

City Tour  (36)

Setelah duduk dan ngobrol ngalor ngidul dari Asar hingga maghrib di GI, kami berpindah ke Jalan Sabang.

City Tour  (37)

Nadia mencoba soto ranjau (tulang-tulang ayam) di Soto Ceker dan Ranjau Pak Gendut.

City Tour  (38)

Seafood yang selalu ramai di Jalan Sabang.

City Tour  (39)

Di antara beberapa tempat makan di dekat perempatan Sabang ini, favorit saya adalah Kopi Oey d.h. Kopitiam Oey punya Pak Bondan, serta Sabang 16 yang ngeheits dulu saat zaman twitter.

City Tour  (40)

Menyusuri Jalan Kebon Sirih.

City Tour  (41)

Kami di Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih. Awalnya kami duduk di dekat tempat menggoreng nasi tetapi karena bau daging kambing yang menyengat maka para gadis mengusulkan pindah tempat.

City Tour  (42)

Seporsi nasi goreng kambing Kebon Sirih dihargai Rp30.000 dengan potongan daging, lemak, dan jeroan kambing yang banyak dan rasanya nikmaaaaaaaattttt. My favourite street food in Jakarta.

City Tour  (45)

Mari makan.

City Tour  (43)

Sate kambingnya endeus tetapi harganya sekarang sudah Rp55.000 per porsi 10 tusuk, padahal 2 minggu lalu masih Rp50.000.

City Tour  (44)

Ibu Nyonya yang bayarin kami, walau setelah itu totalan sih.

City Tour  (46)

Memasuki KRL.

City Tour  (47)

Bisa gegoleran gini di KRL padahal biasanya masih ramai banget walau pun akhir pekan.

City Tour  (48)

Dan perjalanan keliling sedikit bagian kota Jakarta hari ini pun berakhir.

City Tour  (49)

Jakarta City Tour Part I

Libur 3 hari di awal bulan Mei kemarin walaupun tidak ke luar kota tetapi saya berhasil melewatinya dengan cukup produktif menikmati kota Jakarta yang sedang lengang.

City Tour  (5)

Saya mengajak rombongan teman-teman #PJ11AdventureClub untuk naik bus tingkat City Tour. Dari awalnya cukup banyak yang tertarik hingga akhirnya hanya saya, Nadia, serta Zie yang mengikuti tour kali ini.

City Tour  (6)

Di jembatan penyeberangan Halte Bunderan HI.

City Tour  (1)

Di mana kita harus menunggu City Tour Bus? Di depan Louis Vuitton Store. Halte bus tingkat untuk keliling kota ada di depan Vuitton Store ini.

City Tour  (7)

Kondektur bus yang ramah dan cukup bagus mengatur penumpang.

City Tour  (2)

Untuk menaiki bus ini tidak dipungut biaya sama sekali dan sepuas-puasnya kita saja mau berapa kali putaran dan turun atau naik di halte mana selama masih di jam operasi dan halte yang ditentukan.

City Tour  (3)

Jumlah penumpang bus ini juga dibatasi sebanyak jumlah kursi sehingga jangan takut tidak kebagian kursi dan harus berdiri karena kondektur akan melarang calon penumpang masuk jika kapasitas sudah tidak memungkinkan semua penumpang untuk duduk.

City Tour  (4)

Kita bisa menunggu bus ini di beberapa halte yaitu:

– Halte Bunderan HI depan Louis Vuitton Store

– Halte Museum Nasional

– Halte Bank ANZ dekat Harmoni

– Halte Kantor Pos dekat Gedung Kesenian Jakarta

-Halte Istiqlal

– Halte Monas

– Halte Balai Kota

City Tour  (50)

Setelah menaiki bus satu putaran untuk mengetahui rutenya, maka kami memutuskan untuk berjenti di Museum Nasional.

City Tour  (23)

Serasa akan diterkam badai.

City Tour  (8)

Area playground di antara 2 gedung Museum Nasional.

City Tour  (22)

Di museum ini banyak sekali arca-arca, keramik, maupun benda-benda khas berbagai daerah di Indonesia. Bagian arca dan patung-patung.

City Tour  (9)

Zie dan Nadia gelandotan di tiang.

City Tour  (10)

Bagian wilayah Papua.

City Tour  (11)

Di bagian gedung satunya terdapat 4 lantai yang masing-masing ada temanya.

City Tour  (21)

Di lantai 1 ini temanya manusia dan lingkungan.

City Tour  (20)

Bagian lain museum.

City Tour  (15)

Headdress yang indah.

City Tour  (16)

Miniatur perahu.

City Tour  (14)

Seperti monogram Louis Vuitton tetapi bentuknya mirip Louis Vuitton x Yayoi Kusama pumpkin clutch.

City Tour  (17)

Di lantai 4 ini sungguh indah. Penuh dengan emas dan keramik yang sungguh luar biasa indah akan tetapi kita dilarang memotret di dalam ruangan sehingga ini hasil mengambil gambar dari luar ruangan.

City Tour  (18)

Bagus kan?

City Tour  (19)

Ada beberapa peta besar tentang sebaran suku, bahasa, dsb.

City Tour  (12)

Menunggu bus untuk menuju Halte Istiqlal.

City Tour  (24)

Bagi Anda yang ingin jalan-jalan keliling (sebagian wilayah) Jakarta dengan gratis dan nyaman, terutama bersama anak-anak dan keluarga di akhir pekan, mungkin Anda perlu sekali-kali mencoba city tour dengan bus ini. Hmmmm… Subhanalloh.

City Tour  (25)

Bus kali ini kondekturnya cewek, begitu pun supirnya.

City Tour  (26)

Dan kami pun turun di Halte Istiqlal untuk menuju es krim “Ragusa”. Antrenya panjang kali dan kudu ngetag di dekat orang yang kira-kira mau selesai agar segera dapat jatah kursi. *sambil melotot*

City Tour  (27)

Berikut daftar menu dan harga di Ragusa.

City Tour  (29) City Tour  (28)

Ada beberapa penjual makanan di depan ragusa yang bisa kita pesan sebagai pendamping makan es krim, yaitu sate ayam, gado-gado, asinan dan juhi, serta otak-otak.

City Tour  (62)

Menunggu pesanan lengkap.

City Tour  (30)

Dan ini dia seluruh pesanan kami. Harga es krim 3 warna, banana split, rum raisin dalah Rp80.000. Seporsi sate ayam dihargai RFp25.000, seporsi asinan dan seporsi juhi Rp30.000, serta 10 buah otak-otak dihargai Rp25.000.

City Tour  (31)

Yeayyyy…

City Tour  (32)

Resep Kue Pisang

Kue pisang? Mungkin orang lebih mengenalnya dengan nama banana cake. Demi menyukseskan program Uda Ivan Lanin untuk mencari serta menyebarluaskan padanan dalam bahasa Indonesia untuk istilah asing, maka mari kita sebut kue pisang. (*.*)/

Setelah acara khitan sepupuku pada hari Jumat 1 Agustus 2014, di mana aku sebelumnya harus membuat kue dari hari Selasa s.d Kamis dari pagi s.d lewat tengah malam, dilanjut saat hari H, maka hari Sabtu 2 Agustus 2014 aku benar-benar masih bertekuk lutut pada pesonamu, eh maksudku aku benar-benar dempor. Sabtu itu dari pagi masih harus beres-beres perlengkapan bekas acara dan rumah. Siang menyempatkan sejenak tidur karena pada minggu eini hari aku harua berangkat ke Surabaya untuk balik ke Jakarta dengan pesawat pukul 5.25 WIB.

Sebelumnya aku sudah bilang Yunce, si bumil kembar mau dibawain kue buatanku, jadi ya sekalian oleh-oleh gitu deh. Aku juga malas dan capek ke kota mau nyari oleh-oleh. Kalau kamu yang minta dibawain oleh-oleh, seperti bronis tempe bukan bakso yang menurutmu di Jakarta juga banyak, sih aku pasti berangkat dan mencarinya, tapi sayang kamu tidak ada kabarnya. Malah curhat.

Akhirnya dengan menggunakan sisa tenaga dan bahan-bahan yang ada, aku memulai membuat kue pisang pada pukul 17.00 WIB. Kreasi kue pisang ala @paminto

Bahan-bahan:
1. Buah favoritku. Pisang. Bisa pisang raja, pisang tanduk, pisang kepok, pisang apa saja yang menurutmu enak sebanyak 200 gram.
2. Margarin 200 gram
3. Baking powder 1 sendok teh
4. Emulsifier seperti SP 1 sendok teh
5. Tepung terigu 200 gram
6. Susu kental manis 4 sendok makan
7. Gula pasir 200 gram
8. Telur 8 buah
9. Keju parut

Langkah kerja:
1. Panaskan margarin hingga leleh, dinginkan.
2. Panaskan oven.
3. Siapkan loyang yang sudah dialasi kertas roti, diolesi margaein, serta ditaburi tepung terigu.
4. Penyet-penyet dan hancurkan pisang jadi berkeping-keping, seperti hatiku. Sisihkan.
Aku menggunakan pisang tanduk yang sudah sangat matang.

image

5. Campur telur, SP, baking powder, dan gula dalam wadah untuk membuat adonan. Aduk dengan mixer dari kecepatan rendah hingga tinggi dan mengembang berwarna pucat.
6. Kurangi kecepatan mixer, campur pisang dan susu ke dalam adonan, aduk.
7. Masukkan tepung terigu secara perlahan dan tetap aduk dengan kecepatan rendah.
8. Tuangkan margarin cair dan aduk hingga merata
9. Tuang adonan dalam loyang dan taburi parutan keju sesuai selera.
Bisa juga diganti taburan coklat atau kismis atau kurma cincang atau kacang-kacangan atau sesuka hatimu, apapun kulakukan agar kamu bahagia.
10. Panggang selama 45 menit.
11. Lepaskan adonan dari loyang.
12. Potong-potong dan sajikan.

Harusnya sih telurnya memang 10 dan kuningnya cuma pakai 8. Oven tidak boleh dibuka-buka juga sih, tapi karena aku sudah capai sekali dan nekat membuat 2 resep maka gak sabar untuk intip-intip.

image

Agak kurang mengembang sempurna sih tapi rasanya hmmm… apalagi disajikan saat masih hangat bersama secangkir teh tanpa gula sambil memandang senyum manismu. Kreasi yang ini yang ku bawa ke kantor.

image

Yang ini lebih nekat lagi. Hanya menggunakan 7 butir telur serta menggunakan pisang lebih dari 300 gram. Hasilnya agak padat, tapi tidak bantat, tapi rasa pisangnya nendang banget. Puas.

image

*) Selesai membuat kue pisang sekitar pukul 20.00 WIB, pijat pukul 20.30-21.30 WIB. Lanjut makan malam, mandi, beres-beres, dan tidur pukul 23.30 WIB. Pukul 00.30 WIB bangun dan siap-siap menuju Surabaya. -_______-“

Resep Bolu Kukus

Kali ini saya akan berbagi resep yang sangat praktis dan gampang. Cepat pula membuatnya. Saat khitan sepupu saya kemarin, tidak ada rencana membuat bolu kukus. Untuk seksi perotian, kami hanya berencana membuat beberapa jenis yaitu spiku, sifon, bolu zebra, dan kue karamel. Acara khitan yang sebenarnya diam-diam dan tidak mengundang banyak tamu, siang itu tiba-tiba mendapat gelagat akan kedatangan banyak tamu dan memaksa tuan rumah untuk membuat beberapa kue tambahan dadakan seperti bolu kukus, dadar gulung, dan bikang. Satu resep bisa menghasilkan hingga 30 buah bolu kukus dan waktu pembuatannya lumayan cepat.

Bahan-bahan:
1. Telur 5 butir
2. Gula pasir 500 gram
3. Emulsifier seperti SP 1 sendok makan
4. Tepung terigu 500 gram
5. Minuman bersoda, seperti sprite, 1 botol
6. Pewarna makanan
7. Kertas roti

Langkah kerja:
1. Campur telur, SP, gula lalu aduk dengan mixer hingga adonan berwarna pucat.
Mulai dengan kecepatan rendah, tambah sedikit demi sedikit hingga kecepatan tinggi. Aduk dengan kecepatan tinggi sekitar 15 menit hingga adonan benar-benar mengembang.
Bisa juga ditambahkan vanili agar bolu lebih harum.
2. Kurangi kecepatan mixer, tambahkan tepung terigu dan air soda secara perlahan dan bergantian hingga habis. Aduk hingga rata.
Air soda gunakan yang baru dibuka dari botol atau kaleng agar soda belum menguap.
3. Bagi adonan jadi 3 dengan komposisi adonan putih sekitar 50%, dan 2 warna lain masing-masing 25%. Atau sesuai selera.
Bisa menggunakan moka untuk menghasilkan warna coklat yang harum.
4. Siapkan kertas roti yang sudah dipasang pada cetakan, tuang adonan putih lalu tambahkan adonan warna warni sesuai selera pada bagian atas hingga adonan memenuhi cetakan.
Gunakan cetakan aluminium ysng ada lubang-lubangnya agar saat dikukus panasnya merata dan kue mengembang dengan eloknya.
Jika adonan kurang penuh, maka kue tidak akan mengembang sempurna dan tertahan pada cetakan.
5. Masukkan adonan dalam cetakan ke dandang berisi air yang sudah mendidih dengan nyala api maksimal.
Pasang serbet pada tutup dandang agar uap air tidak menetes dan merusak adonan saat membuka dandang.
6. Kukus sekitar 15 menit hingga adonan matang dan mengembang dengan indah layaknya burung merak.
Jangan membuka dandang hingga kira-kira adonan matang yakni 15 menit agar bolu tidak kempes.
7. Lepas bolu dari cetakan. Sajikan.
Gunakan lidi atau tusuk sate untuk memastikan adonan sudah matang dengan mensuk bagian tengah bolu dalam dandang.

image

Resep Spiku

Kue ini kubuat sebagai bagian dari proyek membuat kue untuk acara khitan sepupuku. Foto-foto adalah hasil pemanasan membuat spiku dan karamel pada saat sebelum lebaran. Pada saat membuat kue beneran sih mana sempat foto, wong membuat adonan dan haga oven saja sudah kayak robot. :p

Spiku ini konon berasal dari Surabaya dengan asal kata dari bahasa Belanda “spekkoek” yang artinya roti lapis. Ini adalah resep spiku versi praktis dan hemat.

Bahan-bahan:
1. Telur 8 butir
2. Tepung terigu 80 gram
3. Tepung maizena 20 gram
4. Margarin 200 gram
4. Ovalet 1 sendok makan
5. Susu kental manis 4 sendok makan
6. Gula pasir 150 gram

Langkah kerja:
1. Panaskan oven agar siap dipajai saat adonan siap.
2. Lelehkan margarin, dinginkan.
3. Siapkan loyang bebentuk persegi ukurang sekitar 30×30 cm, alasi dengan kertas roti dan olesi margarin serta taburi terigu.
4. Campur telur, gula, dan ovalet. Mixer hingga mengembang dan adonan berwarna pucat. Jika menggunakan gula halus, bisa langsung menggunakan mixer dengan kecepatan maksimal. Jika gula padir, maka gunakan kecepatan rendah dan perlahan naik je maksimal agar gula benar-benar halus.

image

5. Masukkan tepung terigu dan maizena serta susu kental manis. Aduk dengan kecepatan rendah. Untuk adonan coklat, kurangi tepung terigu menjadi sekitar 60 gram dan tambshkan coklat bubuk 20 gram.

image

6. Tuangkan margarin cair yang sudah dingin. Aduk.
7. Tuang dalam loyang. Masukkan oven dan panggang hingga matang.

Karena waktu itu loyang tanpa sekat ukuran 30×30 cm masih belum ada, maka uji coba dilakukan pada loyang bersekat sehingfa konsekuensinya adalah akan lebih banyak pinggiran kue ysng dipotong untuk merapikan tampilan kue.

image

8. Setelah kue lapisan kuning matang, buat lapisan coklat.

Dengan komposisi bahan-bahan di atas, akan kita dapatkan roti yang tebal untuk masing-masing lapusan, sehingga cukup 1 lapis kuning dan 1 lapus coklat untuk 1 resep spiku.

Jika kira ibgin membuat lapisan yang lebih tipis, kita bisa memecah adonan menjadi dua. Yakni sebelum memasukkan terigu, maizena dan susu kita bagi adonan menjadi dua. Sehingga untuk adonan kuning kita tambahkan tepung terigu 40 gram, maizena 10 gram, susu 2 sdm, margarin 100 gram. Untuk adonan coklat buat dengan menambahkan 30 gram terigu, 10 gram coklat, 10 gram maizena, 2 sdm susu, serta 100 gram margarin.

9. Olesi permukaan roti yang sudah matang dengan butter cream atau selai. Tumpuk lapisan penutup. Potong dan rapikan sisi-sisi kue.

image

10. Spiku siap disajikan.

image

Begitulah kira-kira resep roti lapis aka s(e)pi(hati)ku. Selamat mencoba.

Resep Kue Karamel

Pada libur hari raya Idulfitri 1435 kemarin saya berkesempatan (dan terpaksa juga sih) turun tangan untuk memeriahkan acara khitanan sepupu saya dengan menjadi seksi kue-kue bersama bulik saya. Kue pertama yang kami buat karena cenderung bisa lebih bertahan lama adalah kue karamel (caramel cake). Untuk acara khitanan tersebut, kami diminta membuat sekitar 30 loyang. Berikut resep kue karamel tersebut dan foto-foto langkah pembuatannya pada saat kami pemanasan membuatnya pada tanggal 27 Juli 2014.

Bahan-bahan:
1. Gula pasir 500 gram dan air 2 gelas
2. Tepung kanji 150 gram (sekitar 6 sendok makan)
3. Tepung terigu 2 sendok makan
4. Telur ayam 8 butir
5. Baking poeder 1 sendok teh
6. Baking soda 1 sendok kue
7. Susu kental manis 4 sendok makan
8. Margarin dan tepung terigu untuk loyang

Langkah kerja:
1. Buat karamel dengan memasak gula dalam wajan atau panci hingga gosong dan sedikit mencair. Tambahkan 2 gelas air agar menjadi karamel yang rata. Jangan khawatir jika pada awal memanaskan gula menjadi lengket dan gosong karena setelah ditambahkan air maka gula tersebut tidak akan menempel pada wajan atau panci. Matikan kompor jika sudah mendidih dan tidak ada gumpalan. Lalu biarkan larutan karamel menjadi dingin.

image

2. Siapkan wadah untuk membuat adonan. Masukkan 8 butir telur, baking powder dan baking soda lalu aduk dengan ublekan(pengocok telur/adonan) searah hingga rata (sekitar 15 menit). Diyakini dengan diaduk rata maka saat matang adonan akan menghasilkan rumah semut atau rongga tekstur khas kue karamel. Bukan kue yang bantat.
3. Tambahkan tepung kanji dan tepung terigu dan aduk hingga tercampur rata.

image

4. Tuangkan susu kental manis dan larutal karamel lalu aduk hingga bercampur.
5. Tuangkan margarin yang sudah mencair dan dingin agar tidak merusak bibit adonan. Aduk rata dan tetap searah.

image

6. Panaskan oven dengan api yang biasa.
7. Siapkan loyang, olesi margarin dengan cukup tebal agar kue mudah lepas dari loyang saat matang. Tambahkan tepung terigu dan goyang-goyang loyang agar rata di atad lapisan margarin.
8. Tuangkan adonan ke loyang.
9. Masukkan loyang ke dalam oven saat oven sudah panas.

image

10. Panggang adonan sekitar 45 menit hingga matang. Karena tidak menggunakan oven listrik, ya dikira-kira saja ya suhu dan lama pemanggangannya.
11. Angkat dari oven, balik loyang dan keluarkan kue. Balik lagi kue yang sudah keluar dari loyang.

image

12. Potong kue sesuai selera.

image

13. Sajikan.

image

Bebek Renon, Veteran

Sabtu, 19 Juni 2014.

Waktu menunjukkan pukul 15.15 WIB saat aku Whatsapp si Pebi terkait urusan pakaian. Pebi tiba-tiba bertanya bagaimana kalau bukber saja sekalian dan langsung kuiyakan. Aku usul ke Bebek Renon di Jalan Veteran arah Tanah Kusir, Bintaro saja yang baru buka sebelum bulan puasa. Sore itu ada Banu yang sedang mencari kost dan nebeng di tempatku dari Jumat malam. Akhirnya berangkatlah aku, Pebi dan Banu ke Bebek Renon sekitar pukul 16.30 WIB. Jalanan ternyata macet banget dan kami tempuh selama 1 jam lebih dengan taksi.

image

Bukber kali ini merupakan bukber nonresmi dari kantor perdanaku di bulan puasa ini. Beberapa tahun ini aku agak malas ikut bukber jika bukan yang resmi atau benar-benar memang harus kuhadiri. Lalu ngapain dong kok kali ini mau bukber? Sudah tertarik dengan Bebek Renon sejak pertama kali lihat baru buka, apalagi saat lihat tweet Pak Bondan yang bilang di sini MAKNYOS. Karena sudah menjelang azan maghrib dan banyak meja yang sudah dipesan, maka kami dapat tempat berupa sofa dan meja semacam tempat menunggu di ruang khusus yang sudah dipesan oleh sebuah keluarga.

image

Kami menjadi semacam penonton keluarga tersebut yang sepertinya dapat layanan VIP. Bisa menyeduh teh, ada charger ponsel, ada bel untuk memanggil pelayanan. -____-”

image

Ini daftar makanan yang ada di Bebek Renon.

image

Daftar minuman dan makanan pendamping:

image

Kami memilih 3 menu yang berbeda. Saya pesan dada bebek bakar peking, tahu tempe goreng bumbu, dan teh panas. Bebek bakar peking yang kumakan rasanya manis tapi tidak terlalu manis, dagingnya empuk, kulitnya tebal, rulangnya lunak, bau bebeknya tidak tercium. Bumbunya juga meresap dan terasa banget. Urapnya enak tapi terlalu sedikit porsinya. Sambal koreknya enak, pedasnya nampol.

image

Tempe tahunya juga enak walau penyajiannya kurang menarik. Tahunya empuk. Dan aku lebih suka sambal tempe tahunya daripada sambal koreknya.

image

Pebi makan paket nasi + bebek goreng kampung plus urap dan teh hangat. Kata Pebi, bebek gorengnya enak tapi bau bebeknya sedikit masih ada.

image

Dan Banu pesan paket nasi + bebek goreng peking plus urap, dan es teh. Sebenarnya menu pilihan Pebi dan Banu tertukar, tapi karena sudah terlanjur ya sudahlah. Menurut Banu, bebeknya enak, bukan tipe bebek yang enak hanya sesaat dan harus dimakan segera saat baru disajikan seperti bebek yang sudah punya franchise di mana-mana itu.

image

Tersedi juga meja outdoor di dekat pintu masuk jika kita ingin menikmati udara bebas dan sedikit suara kendaraan macet yang mungkin terjadi di jalan.

image

Interior di ruang VIP cukup menarik dan warnanya segar. Ruang musala si sini bisa menampung jamaah sekitar 8 orang dengan 1 sarung dan sekitar 3 pasang mukena yang disediakan. Tersedia 1 toilet pria dan 1 toilet wanita serta 1 wastafel dengan sabun cuci tangan yang aromanya terlalu kuat.

image

Dengan rasa yang maknyos dan harga yang cukup terjangkau untuk seporsi di kisaran Rp30.000,00, semoga bebek renon ini bisa menjadi pilihan kuliner yang bakal bertahan lama karena letaknya di pusat kemacetan Bintaro. Atau bisa juga dijadikan tempat singgah dan menunggu jalan agak lengang jika kita terjebak macet di sekitar Tanah Kusir. Parkiran luas, meja makannya juga cukup banyak.

image

Kenyang dan puas di Bebek Renon, Jalan RC Veteran nomor 38, seberang bekas SPBU Petronas,Tanah Kusir, Bintaro. Telepon 021-73881568. Instagram: @bebekrenon

image

Mendadak Aceh

Jumat 1 Mei 2014, pukul 16.30 WIB saya dan Kokoh  sampai di Sun Plaza untuk menemui Mbak Tesa dan Mas Gandy setelah insiden paha saya dipegang bapak tua di Masjid Raya Medan yang mengagetkan saya. -,-

IMG_4853

Saya meminta bertemu di Sun Plaza agar dapat mencicipi pancake alpukat di Nelayan sini. Walhasil nongkronglah aku, Kokoh, Mbak Tesa dan Mas Gandy di Nelayan yang lantai 4. Mbak-mbak pramusaji di sini ada yang berkeliling menawarkan makanan yang sudah siap makan juga untuk kita embat seperti pancake durian dan beraneka camilan dan dimsum seperti di Nelayan cabang lain. (Di Nelayan Merdeka Walk)

IMG_2917

Ketika ditanya pramusaji aku langsung pesan pancake alpukat, tapi juga langsung ambil pancake durian yang ditawarkan. 2 buah pancake durian dihargai Rp35.000,00. Pancake durian di Nelayan ini sungguh enak.

pancake durian-nelayan

Minumnya aku ikut Kokoh, es teh bunga yang sangat menyegarkan dengan potongan bunga seharga Rp14.000,00/gelas.

es-teh-bunga-dimsum-nelayan

Kokoh pesan pau ayam panggang dan pau salju spesial panggang yang seporsinya Rp18.000,00 yang enaaaaak banget.

pau-ayam-panggang-pau-salju-nelayan

Dimsum dan sio may di Nelayan itu enaknya sampai ubun-ubun seperti enaknya selai srikaya Roti Ganda. Tapi lebih enak selai srikaya Roti ganda sih. #teteup

siomay-nelayan

Foto khusus buat pamer ke Sapar kalau lagi di Medan.

20140501_164154

Mbak Tesa dan Mas Gandy pesan sio may sayur hitam, sio may udang, dan ha kou kepiting yang harganya sekitar Rp18-22.000,00. Saya yang belum pernah ke Aceh mulai interview para master ini yang sudaa beberapa kali ke Aceh. Kalau Kokoh suka menginap di Freddies Sumur Tiga karena tempatnya cozy, banyak bule, dan dekat kota. Kalau Mbak Tesa dan Mas Gandy suka menginap di Iboih karena bisa snorkling langsung di depan homestay tapi agak jauh dari kota. Untuk urusan menginap saya putuskan nanti saja, sekarang masalahnya berapa lama saya akan tinggal di Sabang dan kapan harus kembali karena tiket balik saya dari Medan adalah Sabtu 3 Mei 2014 pukul 20.15 WIB. Pada awalnya saya berencana kembali ke Medan dari Aceh menggunakan Lion Air 3 Mei 2014 sore biar tiket promo saya yang malamnya bisa dipakai, apadaya Kokoh menghasut agar aku balik langsung ke Jakarta saja minggu sore agar lebih puas di Aceh. Bingung dong dan belum bisa memutuskan mau balik kapan.

20140501_172244

Setelah menunggu hampir satu jam, dan beberapa kali ditanya, ternyata pancake alpukat pesanan saya tidak ada karena sudah habis. Lah??? Katanya tadi sebentar mau diambilin kok malah habis setelah sampai garing menunggu gini. Gagal makan pancake alpukat yang saya idam-idamkan deh. Acara nongkrong kali ini disponsori Kokoh yang mempunyai kartu Nelayan sehingga dapat diskon 15%. Lumayan banget kan???

IMG_4859

Waktu sudah menunjukkan pukul 17.45 WIB dan saya harus segera meluncur ke rumah Mbak Tesa agar bisa siap-siap untuk keberangkatan ke Aceh yang kurang dari 3 jam lagi. Mbak Tesa dan Mas Gandy pulang naik motor. Saya dan Kokoh naik taksi. Saat menunggu taksi di lobi Sun Plaza, saya baru tahu betapa famous Kokoh di mal ini. Secara dia dari nonton, ngegym, ngupi-ngupi cantik sepertinya sering ke mal ini. Tujuan pertama adalah ke rumah Kokoh buat ngedrop dia lalu saya lanjut ke Rumah Mbak Tesa.

Sesampainya di rumah Mbak Tesa, aku masih menimbang-nimbang bagaimana dan kapan sebaiknya balik ke Jakarta. Dan akhirnya……. saya memutuskan untuk balik ke Jakarta hari minggu saja dengan Lion Air yang pukul 16.30 langsung dari Aceh dan membiarkan tiket promo saya hangus DAN gak bakal ada waktu buat mencuci pakaian serta istirahat sehari sebelum masuk kantor lagi seperti yang awalnya saya rencanakan. Tiket yang saya dapat juga lumayan, Rp900.000 padahal lumayan high season karena long weekend. Terima kasih kartu kredit yang membantu menunda pembayaran hingga bulan depan. SEMUA DEMI KE ACEH. (^.*)/

Pukul 20.00 WIB setelah mandi dan beres-beres, saya diantar Mas Gandy ke pool bus Sempati Stars yang letaknya di ring road dekat rumah mereka. Ternyata di sekitar ring road banyak pool bus malam ke Aceh. Sekitar 5 menit perjalanan, saya sudah sampai di pool bus Sempati Star yang WOW banget. Saya belum pernah menemukan pool bus sebagus, selengkap dan senyaman ini di Jawa.

IMG_4867

Ada ruang tunggu smoking dan non smoking area, mini market, ATM, kantin, oke banget lah.

bus-sempati-star

Seperti kata Mbak Tesa saat saya minta untuk pesankan tiket, dia memilihkan bus yang bagusnya nomor 2, karena bus yang paling bagus sudah penuh dan bus yang dia pesankan pun saya dapat di pojok belakang. Saya sempatkan untuk tanya-tanya mbak yang jaga tempat pembelian dan penukaran tiket serta melihat tarif dan tujuan bus. Bus yang paling mahal, yang Rp250.000,00 itu, katanya kalau lagi jalan yang kurang rata tetap terasa halus dan enak buat penumpang karena ada teknologi apa entahlah.

tarif-bus-sempati-star

Akhirnya setelah menunggu sejenak dan agak telat dari jadwal keberangkatan pukul 20.30 WIB, bus datang sekitar pukul 20.45 WIB dan saya langsung antre masuk bus demi milihat bus non stop AC yang  Mbak Tesa super spektakuler.

Saya mlongo melihat di Indonesia ada bus sebagus ini. Secara saya belum pernah dan belum ada rencana ke luar negeri serta selama ini bus paling bagus yang pernah saya gunakan adalah bus kelas SE (Super Executive) untuk jurusan Cirebon-Malang yang sudah lama tidak saya tumpangi.

interior-bus-sempati-star

Bukan bus yang paling mahal saja sebagus ini, bagaimana dengan yang paling mahal???

*elus-elus kursi, bantal dan selimut* *benar-benar tebal dan nyaman*

interior-bus-sempati-star

*sibuk foto* *biarin dikata norak ama penumpang lain* *paling belakang juga* 😀

20140502_055354

*pakai selimut dan siap tidur dalam perjalanan melewati jalan yang halus mulus aspalnya(?)*

Jumat 2 Mei 2014 pukul 6.15 WIB, bus sudah tiba di terminal Kota Banda Aceh. Sesuai saran Mbak Tesa dan Kokoh, maka saya langsung naik ojek yang dikendarai Pak Arjuna, bisa dihubungi di nomor 085370622265,yang biasa mangkal di terminal sini.Tarif ojek sebesar Rp25.000,00.Pak Arjuna ini orangnya ramah dan langsung menyodorkan peta wisata Aceh ke saya.Selama dalam perjalanan sekitar 15 menit dari terminal ke Pelabuhan Uleelheu, saya membaca sekilas peta wisata tersebutdan dapat penjelasan singkat objek wisata apa saja di Kota Banda Aceh ini. Jika kita berdua, bisa juga naik becak motor dengan harga sekitar Rp25.000,00-30.000,00. Atau bisa juga menyewa mobil dengan tarif sekitar Rp100.000-150.000,00 tergantung pintar tidaknya menawar. Saya nekat memakai celana pendek dari terminal ke pelabuhan dengan pertimbangan masih pagi dan di pelabuhan katanya banyak turis pakai celana pendek. Semoga tidak ditangkap polisi syariah deh.

 IMG_4875

Pukul 6.30 WIb lebih sedikit saya sudah tiba di pelabuhan. Berkeliling melihat loket yang kata Mbak Tesa mending langsung antre saja biar tidak kehabisan tiket. Tapi karena saat itu masih sepi banget, jadinya aku sarapan Roti Ganda isi selai srikaya yang kubawa dari Siantar dan memesan teh anget manis di salah satu warung.

IMG_4887

Setelah sarapan, saya kembali ke loket tiket Bahari Express untuk antre dan tetap masih sepi sehingga saya bisa antre nomor 1. Saat antre ini, saya melihat segerombolan orang yang baru tiba di pelabuhan dan langsung foto-foto dekat loket. Sepertinya saya tidak asing dengan wajah-wajah itu. Rombongan itu kemudian juga antre tiket di loket kapal yang sama dengan saya. Saya bertanya kepada seorang Mas yang sepertinya koordinator rombongan. Usut punya usut, ternyata kami sebus Sempati Stars semalam. Sambil ngorbol sana-sini, saya yang sendirian di tanah orang ini, akhirnya diajak bergabung dengan rombongan itu. Mungkin Mas Putra dkk ini kasihan dengan saya. Atau saya yang tidak tahu malu dan memancing-mancing agar diajak gabung rombongan itu?? -,-

Jadwal-tarif-kapal-bahari-express

Rombongan kawan-kawan baru yang berjumlah 8 orang ini dari Medan ini berasal dari salah satu perusahaan perkebunan termasyur di Medan. Dengan koordinator Mas Putra, beranggotakan Om Ewin, Pak Syahril, Pak Parno, Om Ikram, Singh, Arjun, dan Mager. Yeee…. senangnya hatiku tidak sendiri lagi berkelana. Sambil menunggu inilah, tiba-tiba ada Pak Marta dari Bahari Express yang sedang mengecek loket Bahari Express dan kami langsung tanya-tanya tentang tiket kapal. Pak Marta (081360515080) membantu kami untuk membeli tiket kelas bisnis yang katanya hanya dijual untuk sekitar 15 orang seharga Rp65.000,00 per orang tanpa perlu menunggu loket yang baru akan buka sekitar 1 jam lagi pada pukul 8.00 WIB. Tinggal mengumpulkan uang dan kami bisa menunggu di ruang tunggu atau foto-foto di sekitar pelabuhan.

 IMG_4876

KMP Pulo Rondo yang sedang berlabuh.

 KMP-kapal-pulo-rondo

Mumpung dapat VIP access, kami bisa menaruh tas kami duluan di kapal dan dapat foto-foto kapal selagi belum ada penumpang.

 KMP_kapal-bahari-express

Lalu turun lagi ke ruang tunggu pelabuhan yang mulai ramai dan melihat-lihat Tourism Center yang sudah buka. Tourism Center ini buka setiap hari dan yang jaga mbak-mbak dua itu secara bergantian

 banda-aceh-tourism-information-center

Ada banner macam ini. *brb pakai jilbab putih*

cara-berpakaian-syariah

Sekitar pukul 9.15 WIB, para penumpang mulai boleh antre naik ke kapal.

 kmp-kapal-bahari-express

Tiket penumpang kelas bisnis katanya hanya dijual untuk sekitar 15 orang ternyata di atap kapal tempat bisnis berisi lebih banyak daripada itu. Kami saja bersembilan.

kmp-kapal-bahari-express

Banyak yang tidak dapat atap untuk berteduh. Dan semakin ramai karena penumpang VIP dan executive pada naik ke tempat penumpang bisnis untuk foto-foto.

kmp-kapal-bahari-express

Kapal Bahari Express mulai minggalkan Uleelheu menuju Sabang. Yeah… (*.*)/

pelabuhan-uleelheu

Ada segerombolan lumba-lumba lewat. We are so lucky to see them.

lumba-lumba-selat-sabang

Sabang sudah di depan mata.

sabang

Sekitar pukul 10.15 WIb kami sudah mulai berlabuh di Pelabuhan Sabang, Pulau Weh.

pelabuhan-sabang-pulau-weh

Ternyata mobil yang kami sewa adalah Inova dengan diisi 9 orang dewasa. 8 penumpang awal saja sudah besar-besar, ditambah penumpang tambahan yang menyusup. Saya jadi tidak enak.

pelabuhan-sabang-pulau-weh

Selagi menunggu Mas Putra berkoordinasi dengan supir mobil yang akan disewa karena oleh pemilik mobil seharusnya mobil tidak boleh diisi 9 penumpang tetapi setelah ditelepon Mas Putra dan dibilang penumpangnya kecil-kecil(?) jadi kami diizinkan. Pelabuhan siang itu panas kali.

pelabuhan-sabang-pulau-weh

Sewa mobil di sini bisa per 24 jam, tidak harian seperti biasanya berlaku. Tarifnya waktu itu Rp400.000,00 tidak termasuk bahan bakar. SPBU di Sabang ini berjarak sekitar 3km dari pelabuhan menuju kota.

IMG_4954

Danau Aneuk Laot/Danau Anak Laut yang berada di pinggir jalan menuju Kota Sabang.

Danau-aneuk-laot-danau-anak-laut

Jalan dari arah pelabuhan dekat bandara yang sudah tidak dipakai lagi.

IMG_4964

Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit, kami tiba di Iboih. Saya yang belum menentukan tujuan mau menginap di mana jika tidak bertemu dengan kawan-kawan baru ini tentu senang-senang saja menginap di sini. Ada banyak homestay/penginapan di sini. Kita tinggal mau atau tidak mencari dengan medan yang naik turun dan cuaca yang panas seperti siang itu. Dari tempat parkir di sekitar masjid, jiak kita ke kanan maka akan ada banyak homestay yang menyediakan parkir mobil. Jika jika ke arah kiri, maka kita akan memasuki daerah yang agak berbukit menanjak, harus jalan kaki, tetapi lebih rindang.

ATM-di-iboih-sabang

Ada ATM BRI juga.

ATM-di-iboih-sabang

Kami saat itu sempat mencari-cari homestay ke arah bukit tetapi banyak yang sudah penuh.

IMG_4979

Pemandangan Teupin Layeu saat memutuskan untuk kembali ke arah parkiran. Pemandangan dermaga di Teupian Layeu ini ternyata salah satu ciri khas Iboih saat kita cari di Google.

 iboih-sabang-pulau-weh

Karena capek dan panas mencari tempat menginap, kami makan dulu di Mont Kana yang letaknya di depan Teupin Layeu.

teupin-layeu-iboih-sabang-pulau-weh

Menu makan siang di Mont Kana cukup bervariatif. Ada sayur bening yang enak banget buat siang yang terik.

IMG_5014

Entah ikan apa ini.

IMG_5016

Aku sih makan pakai ikan ini.

IMG_5015

Ada juga telur dadar dan oreg tempe dan taoge.

IMG_5017

Dan akhirnya kami berenam memutuskan untuk menginap di Arpen Bungalow (085260106230), sedangkan Sing, Maher dan Arjun di homestay yang letaknya lebih ke dalam daripada kami. Tarif di sini dengan fasilitas 2 bed, 1 extra bed, AC, tv, dan shower adalah Rp300.000/malam.

IMG_5008

Pemandangan dari depan bungalow.

IMG_5012

Pulau Rubiah di seberang yang melambai-lambai agar kami segera snorkling ke sana.

iboih-sabang-pulau-weh

Look at the very beautiful sky and water.

iboih-sabang-pulau-weh

Eye-gasm.

iboih-sabang-pulau-weh

 Sangat indah dipandang. Apalagi jika sudah menyentuh dan basah-basahan bersamamu. Ergghhh… Jauh dari pandangan tidak membuatmu jauh dari pikiran.

iboih-sabang-pulau-weh

Berangkat menuju snorkeling di sekitar Pulau Rubiah minus Om Ikram yang lebih memilih diving.

snorkeling-pulau-rubiah-iboih-sabang-pulau-weh

Pada saat akan memulai snorkeling agar berhati-hati, karena di dekat dermaga tempat kita lompat ke air ada banyak bulu babi sehingga jika ingin aman lebih baik memakai sepatu katak. Di sekitar Pulau Rubiah banyak ikan bagus-bagus seperti Nemo dan yang mirip mujair tapi warna-warni yang aku tah tahu namanya dan tidak ada fotonya karena kami tidak membawa kamera antiair. Ada juga semacam belut listrik gede banget dan ikan lele raksasa yang yang membuatku buru-buru berenang menjauh dari area belut tersebut. Ada juga bagian yang arusnya besar tetapi terumbu karangnya sudah rusak sehingga tidak ada ikan berkumpul di situ. Saat langit semakin gelap dan sepertinya akan turun hujan, kami mulai menepi dan bersiap-siap kembali ke Iboih.

snorkeling-pulau-rubiah-iboih-sabang-pulau-weh

Kami memutuskan untuk menyewa kapal yang ada di Pulau Rubih untuk kembali daripada menunggu kapal yang akan menjemput kami padahal kapal tersebut masih digunakan oleh wisatwan yang masih diving dan tak tahu berepa jam lagi akan selesai. Biaya dadakan untuk kapal ini sebesar Rp100.000,00.

IMG_5082

Di Master inilah kami menyewa alat snorkling seharga Rp40.000,00 per orang per hari yang kami gunakan hanya sekitar 2 jam. Untuk kapal, kami menyewa di tempat Om Ikram menyewa peralatan diving yang seharusnya Rp200.000,00 utuk PP tetapi kami gunakan hanya untuk sekali jalan.

IMG_5092

Bersantai sambil minum kelapa, makan rujak buah dan gorengan dulu. Harga 1 buah kelapa di sini Rp10.000,00, rujak buah per piring Rp10.000,00 dan gorengan seperti pisang dan bakwan Rp2.000,00/buah. harga satu botol aqua 1,5 liter di sini Rp7.000,00-Rp8.000,00.

IMG_5102

Sekitar pukul 17.30 WIB kami berangkat ke Tugu Kilometer 0 Indonesia untuk menyaksikan sunset. Waktu yang diperlukan dari Iboih ke sana adalah sekitar 30 menit dengan melewati kanan kiri hutan, tanjakan turunan yang berkelok dan agak licin tetapi jalannya mulus.

tugu-nol-kilometer-sabang

Full team from Medan.

tugu-nol-kilometer-indonesia-sabang

Aku dengan cameo adik-adik lokal.

tugu-nol-kilometer-sabang

Om Ewin menuju puncak.

tugu-nol-kilometer-sabang

Sang Merah Putih berkibar di ujung barat Negeri.

tugu-nol-kilometer-sabang

What a stunning golden sunset just a moment before the rain started falling down.

tugu-nol-kilometer-sabang

Setelah hujan turun dan matahri benar-benar tenggelam, kami segera meninggalkan Kilometer O dan kembali ke Iboih. Di jalan, saya bilang bahwa tempat makan-makan adalah di Sumur Tiga dan akhirnya kami melewati Iboih menuju Sumur Tiga. Maafkan saya Pak Parno, yang saat itu menjadi relawan untuk mengemudikan mobil. Berdasarkan hasil googling, kami singgah di Kedai Kopi Pulau Baru yang konon menyediakan mie jalak khas Sabang yang enak. Pulau Baru ini ada di Jalan Perdagangan nomor 29 B, Sabang yang merupakan jalan 1 arah dan berada di kanan jalan dekat dengan gedung Bank Mandiri Syariah.

mie-jalak-toko-pulau-baru-sabang

Kedai Kopi Pulau Baru.

mie-jalak-toko-pulau-baru-sabang

This is it. Mie jalan seharga Rp15.000,00 per porsi yang enaaaaaak banget.

mie-jalak-toko-pulau-baru-sabang

Teh tarik seharga Rp5.000,00 yang juga enak.

teh-tarik-toko-pulau-baru-sabang

Dan martabak telor racikan ibu ini harganya Rp8.000,00.

martabak-telor-mie-jalak-toko-pulau-baru-sabang

Di samping Pulau Baru, ada Toko Kue Pelangi yang menjual aneka oleh-oleh khas Sabang seperti pia rasa kopi, pandan, durian, kacang yang sekotaknya harga Rp14.000,00. Tapi kami hanya bertanya-tanya saja dan  jika jadi akan membeli besok pagi saja saat menuju pelabuhan.

oleh-oleh-khas-sabang

Karena Om Ewin berencana untuk memancing setelah dari sini, maka kami membeli roti di Eni Bakery yang letaknya juga sederatan dengan Pulau Baru untuk membeli roti sebagi umpan dan pengganjal perut jika kami nanti lapar.

toko-roti-sabang

Jalan Perdagangan yang cukup ramai, tapi sayang kami tidak sempat mencicipi sate gurita.

jalan-perdagangan-sabang

Sekitar pukul 21.30 WIB sekembalinya dari Sumur Tiga, saya, Mas Putra, Om Ewin, dan Pak Syahril pergi ke dermaga Teupian Layeu untuk memancing dan mencari angin.

fishing-teupin-layeu-iboih-sabang

Sepi kali orang-orangnya.

fishing-teupin-layeu-iboih-sabang

Om Ikram, SIng, Maher, dan Arjun juga menyusul ke sini.

fishing-teupin-layeu-iboih-sabang

Memasang umpan roti. Walau pancingnya bagus tetapi ikan-ikan tidak mau makan roti. Karena buka Sari Roti kali ya umpannya.

fishing-teupin-layeu-iboih-sabang

Masih sabar tapi sudah agak jenuh karena lewat tengah malam tapi belum dapat ikan juga.

fishing-teupin-layeu-iboih-sabang

Sabtu, 3 Mei 2014 pukul 00.30 WIB akhirnya kami nongkrong minum jus mangga di Warung Mont Kana.  Harga jus di sini Rp14.000,00 per gelas. Mangganya enak, semacam khas Sabang gitu. Di sini ada mbak Inong yang cukup cantik dengan mata indahnya yang melayani pelanggan. Sekitar pukul 01.00 WIB kami kembali ke bungalow dan tidur. Sudah dempor juga. 😀

mont-kana-teupin-layeu-iboih-sabang

Karena kebiasaan bangun pagi, saya sudah mandi dan nangkring di pantai yang gelap dari pukul 5.30 WIB dan pantai baru mulai terlihat sekitar pukul 6.15 WIB dan om-om masih pada tidur.

iboih-sabang

Sudah pukul 7 lebih tapi Iboih masih sepi begini.

iboih-sabang

Pagi itu, saya berjalan dari ujung ke ujung Iboih dan hanya mendapati sedikit warung yang buka untuk menjual sarapan. Salah satunya ibu penjual nasi gurih ini.

iboih-sabang

Dan Mont Kana yang sepertinya menjadi warung yang buka paling pagi dan tutup paling malam sudah siap menyambut para pelanggannya.

mont-kana-iboih-sabang

Saya makan nasi gurih, semacam nasi uduk dengan lauk ikan seharga Rp10.000 per porsi dan teh manis panas seharga Rp5.000,00 per gelas.

nasi-gurih-mont-kana-iboih-sabang

Juga makan timpan (yang bungkus daun pisang). Harga timpan, risoles, dan dadar gulung ini Rp2.000,00/buah.

timpan-mont-kana-iboih-sabang

Sekitar pukul 8.30 saat om-om sudah pada selesai mandi, saya jadi guide sarapan dan bilang hanya ada 2 warung nasi gurih yang sudah buka untuk sarapan. Kami kembali lagi ke Mont Kana untuk ke sekian kalinya. Di Mont Kana makanannya paling lengkap dan bervariasi. Pagi ada nasi gurih, lontong sayur. Siang ada banyak menu rames dengan ikan-ikan yang enak. Malam bisa untuk nongkrong dan ngopi-ngopi atau ngejus. Inong yang merupakan primadona warung ini juga sudah kembali menyambut.

iboih-sabang

Kali ini saya hanya foto-foto lontong sayur dan tidak ikut makan. Padahal pengen banget makan lagi. 😀

lontong-sayur-mont-kana-iboih-sabang

Sekita pukul 9.30 WIb kami meninggalkan Iboih menuju kota untuk mencari oleh-oleh.

IMG_5362

Sekitar pukul 10.00 WIB setelah muter-muter lewat Jalan Perdagangan dan belok entahlah ke mana dengan bantuan GPS akhirnya kami tiba di Piyoh yang kata Mbak Tesa dan Kokoh merupakan tempat yang harus dikunjungi di Sabang untuk mencari oleh-oleh. Tapi belum buka, jadi diketok-ketokin pintunya sama bapak yang lagi lewat ini.

IMG_5366

Piyoh ini ada di Jalan Cut Mutia nomor 11 Kota Sabang. Agak masuk-masuk jalan kecil gitu tempatnya. Setelah Googling, Piyoh juga ada di beberapa tempat di Sabang seperti di ujung jalan Perdagangan yang belok ke kanan.

IMG_5381

Tempatnya sih kecil, tapi bagus dan pengaturannya oke. Saat itu saya beli kopi (bungkus bitu di belakang Si Ibu, di bawah kaos) dengan harga Rp37.000,00 untuk 250 gram kopi yang baunya enak (padahal saya tidak suka kopi).

IMG_5372

Kualitas kaos yang dijual oke banget. Sablonan bagus, bahan enak dan cukup tebal. Harga kaos lengan pendek Rp75.000,00 per buah.

IMG_5369

Aneka gantungan kunci lucu-lucu seharga Rp8.000,00.

IMG_5375

Setelah dari Piyoh, kami melanjutkan perjalanan ke Jalan Perdagangan (lagi) untuk mencari oleh-oleh dengan harga yang lebih miring. Kami berhenti di sekitar Pulau Baru lagi dan singgah di toko Dhanur Souvenir & Fashion ini.

IMG_5392

Banyak banget printilan berbau Sabang yang dijual di sini. Harga kaos di sini lebih miring tetapi kualitasnya juga lebih miring. Kaos untuk orang dewasa setelah ditawar bisa dihargai Rp35-40.000,00 per buah dan bisa lebih murah.

IMG_5390

Kaos anak-anak bisa didapatkan dengan harga Rp20.000 per buah. Aneka kaos pantai warna-warni dan celana pantai super heboh. Saya dan Om ikram yang sama-sama tidak membawa celana panjang sebenarnya ingin membeli celanan pantai tetapi tidak mau yang senorak ini. Walhasil Om Ikram membeli satu-satunya celana putih polos yang tersembunyi di salah satu sudut toko seharga Rp50.000,00 dan saya sendiri belum membeli celana dengan pertimbangan toh masih belum balik hari ini jadi santai-santai saja nanti cari di toko lain.

IMG_5387

Setelah membeli kaos dan oleh-oleh di Toko Kue Pelangi seperti rencana semalam, maka saya harus memisahkan diri dengan rombongan kawan-kawan baru ini. Saya mau melanjutkan santai-santi di sekitar Sumur Tiga. Singh, Arjun dan Maher mau kembali ke Iboih dengan menyewa motor. Om Ewin, Mas Putra, Om Ikram, Pak Syahril, dan Pak Parno akan kembali ke Banda Aceh menggunakan kapal cepat yang kemungkinan pukul 14.30 WIB.

Terima kasih banyak. Dadaaaaaaaaa……

IMG_5383

Pukul 11.00 WIB. Saya yang sudah sendirian, menunggu becak motor di Jalan Perdagangan. Saat ada becak berhenti di depan ATM, saya bertanya ke Pak Bentornya dan katanya saya boleh naik tapi gabungan sama seorang ibu dan anaknya yang sedang mengambil uang di ATM.

Lewat Jalan Diponegoro lagi.

IMG_5399

Si Ibu yang merupakan guru TK dan anak ini hanya minta diantar sampai Diknas sehingga saya diizinkan pak bentor untuk naik bentornya dan setelah mengantar si Ibu maka saya akan diantar ke Sumur Tiga. Si Adik semacam terkecut melihatku selfie. Atau melihat kelakuanku yang menyerobot becntornya?? -,-

IMG_5405

Sampailah saya di Sumur Tiga.

IMG_5417

Freddies Santai Sumur Tiga. Dari tulisan Freddies di pinggi jalan dan dekat tempat parkir, kita harus berjalan lewat gang kecil menuju lereng pantai untuk menuju Freddies.

IMG_5419

Harga kamar di sini Rp290.000,00 untuk 2 orang dan yang untuk keluarga Rp325.000,00, belum termasuk pajak. Tapi sayang, saat itu semua kamar sudah penuh. Memang harus telepon dulu jauh-jauh hari seperti kata Kokoh.

IMG_5418

Ada juga Casanemo yang bagus dan merupakan saudara Freddies, kata Kokoh.

IMG_5414

Tempatnya juga di lereng pantai seperti Freddies.

IMG_5424

Tarif Casanemo. Weekend Rp350.000,00, weekdays Rp300.000. Belum termasuk sarapan dan pajak. Tapi kamar di sini juga penuh. Lalalalala.

IMG_5423

Dengan berat hati karena penginapan lain di Sumur Tiga tidak sesuai harapanku dan harganya juga lebih mahal daripada Freddies dan Casanemo maka aku kembali ke Kota Sabang dengan membayar Pak Bentor Rp40.000,00 untuk muter-muter mencari penginapan.

IMG_5427

Pukul 13.05 WIB. Saya memilih untuk makan saja di Warung Nasi Aceh Tulen di Jalan Perdagangan (lagi) dan letaknya di seberang toko oleh-oleh Pelangi dan Dhanur Souvenir.

IMG_5429

Makan nasi sepiring penuh, urap-urap, dan cumi bumbu kuning seharga Rp25.000,00

IMG_5431

Pukul 13.15 WIB. Saat selesai makan saya tiba-tiba saya mendapat ide untuk mending kembali ke Banda Aceh saja. Saat itu saya langsung telepon Mas Putra mau minta tolong dibelikan tiket kapal pukul 14.30 WIB agar bisa bareng dengan mereka. Ternyata Mas Putra dkk sudah di atas kapal lambat yang akan berangkat pukul 14.00 WIB. Mereka tidak jadi naik kapal cepat biar bisa santai-santai menikmati laut, toh bus mereka masih nanti malam pukul 20.30 WIB. Saya bilang Mas Putra, saya akan segera menyusul ke pelabuhan dan semoga masih bisa mengejar kapal lambat mereka. Saya yang belum beli oleh-oleh buru-buru beli beberapa kotak pia di Toko Pelangi di seberang. Dan terpaksa beli celana pantai norak yang sebelumnya tidak mau saya beli.

Sudah pukul 13.35 WIB saat saya berjalan menyusuri Jalan Perdagangan tetapi tidak ada ada bentor yang melintas. Sekalinya ada eh ada penumpangnya yang membawa anak dan koper. Sata hentikan saja Pak Bentornya dan dia juga mau berhenti dengan pertimbangan cuma mau mengantar si ibu sampai hotel di ujung depan katanya.

IMG_5433

Pukul 13.45 tiba di Hotel Citra, tempat Sang Ibu menginap.

IMG_5434

Pukul 14.05 tiba di pelabuhan dan buru-buru bayar Pak Bentor Rp50.000,00 dan lari beli tiket seharga Rp25.000,00. Sepertinya aku penumpang nomor 2 terakhir yang naik dan Alhamdulillah banget kapal berangkat telat sedikit. Yang penting tetap sempat foto-foto juga. -,-

IMG_5439

Saat naik kapal dan bertemu kawan-kawan di geladak, aku langsung diketawain keras-keras. Pfffftttt. Semacam labil, tidak ada tujuan, suka-suka, sak karepe dewe lah jalan-jalan kali ini. 😀

IMG_5441

Om-om juga baru ngeh kalau aku bawa aneka printilan dari payung, koran bekas (yang bisa kami pakai untuk duduk di geladak), obat-obatan, juga sunblock bahkan senter.

IMG_5445

Geladak kapal yang panas tetapi ada bagian untuk berteduh.

IMG_5460

My hairy legs in a short pants. Untung sudah beli celana panjang walau norak abis.

20140503_150017

Air lautnya bergradasi saat sudah mendekati Banda Aceh. Konon karena air sungai (yang agak keruh?) yang bersatu dengan air laut.

IMG_5473

Pukul 15.45 WIB kapal mulai bersiap menurunkan penumpang.

IMG_5483

Mas Putra sebelumnya telah menghubungi Pak Anton (081269786066), yang merupakan supir yang sering mengantar wisatwan untuk berkeliling Aceh, untuk mengantar kami jalan-jalan singkat hingga pukul 20.30 WIB nanti.

IMG_5484

Tujuan pertama kami adalah Museum Tsunami Aceh.

IMG_5489

Tour kilat di museum ini karena pukul 17.00 WIB museum bakal tutup.

IMG_5493

What a stunning museum.

IMG_5497

Saat museum tutup, kami melanjutkan ke PLTD Apung I yang kapalnya segede stadion. Kapal ini terbawa gelombang saat tsunami Aceh di Desember 2004 dari tengah laut hingga ke daratan.

IMG_5537

Ada semacam runway yang mengelilingi PLTD Apung ini sehingga wisatawan bisa berkeliling dengan nyaman.

IMG_5518

Lalu aku motretin adik-adik ini dan ku bilang nanti akan ku kirim via email salah satu adik.

IMG_5533

Dan mereka pun gantian motretin kami.

IMG_5536

Duduk-duduk santai setelah mengelilingi PLTD.

IMG_5531

Melihat Monumen Tsunami di depan PLTD.

IMG_5540

Menikmati es buah aneka rasa yang harganya Rp5.000,00 per gelas. Saya memilih es timun yang segaaaaaaar.

IMG_5544

Di dekat es buah ada “stan Kanwil DJP Aceh”.

IMG_5545

Om Ewin dan Om Ikram membeli kopyah di toko suvenir di depan  PLTD Apung. Kopyah seperti ini harganya Rp20.000,00 saja lho. Padahal bagus-bagus.

IMG_5547

Mampir ke loket penjualan tiket Bus Sempati Stars ke Medan di mana sebelumnya Mas Putra sudah memesan tiket via telepon untuknya, Om Ewin, Pak Syahril, dan Pak Parno sedangkan Om Ikram disusul istri dan anaknya ke Aceh.

IMG_5550

Sambil menunggu maghrib, kami nonkrong di Dhapu Kupi yang katanya salah satu tempat nongkrong paling ngeheits di Banda Aceh.

IMG_5558

Lantai 1 Dhapu Kupi yang ramai pengunjung.

IMG_5560

Lantai 2 yang agak sepi dan bisa dipakai untuk merokok.

IMG_5577

Daftar menu di Dhapu Kupi.

IMG_5563

Kue dan kacang rebus sebagai teman minum kopi.

IMG_5565

Saya akhirnya mencoba untuk minum kopi. Pilihan saya adalah ikut pilihan om-om. Sanger dingin. Kopi dingin favorit di sini. Walau awalnya agak menusuk lambung, tapi kopinya tidak membuat saya mual seperti biasanya jika mencium aroma kopi. Enaaaaak banget sanger dingin ini.

IMG_5570

Pemandangan perempatan jalan lintas Sumatra dari lantai 2 Dhapu Kupi

IMG_5561

Lewat depan GKN Aceh.

IMG_5581

Sebelum azan Maghrib, kami sudah berada di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Masjid Baiturrahman Aceh

Semakin dekat dan semakin terharu akan salat di masjid ini.

Masjid Baiturrahman Aceh

Thats me with colorful beach pants.

Masjid Baiturrahman Aceh

Subhanallah indahnya bulan purnama di atas Masjid Baiturrahman.

Masjid Baiturrahman Aceh

Pukul 19.20 WIB kami tiba di Mie Razali yang terkenal.

Mie Razali

Kami pesan menu yang sama biar lebih cepat memasaknya.

daftar harga menu mie razali

Mie daging yang bagiku enak bangeeeettt.

mie daging mie razali aceh

Pada saat pesanan kami datang, om-om sudah mulai makan dan saya masih sibuk foto-foto.

IMG_5611

Tetapi saya yang habis lebih dulu. #kelaparan #rakus #pffffttt

20140503_194158 20140503_194540

Pukul 20.15 WIB kami tiba di terminal bus Banda Aceh dan lapor ke petugas bus.

IMG_5636

Lalu beli oleh-oleh sale pisang. Satu bungkus sale pisang basah, dan 2 bungkus sale pisang kering khas Aceh yang enak banget dihargai Rp50.000,00.

IMG_5640

Dan sekarang benar-benar time to say goodbye. Terima kasih banyak Mas Putra, Om Ewin, Pak Syahril, dan Pak Parno atas perjalanan yang sangat menyenangkan ini. Sampai jumpa kapan-kapan di Medan.

*masih terpanah dengan bus yang super mewah dan nyaman ini*

bus sempati star

Setlah dari terminal, Pak Anton mengantar Om Ikram ke hotel tempat istrinya menunggu lalu mengantar saya ke Hotel Prapat yang sudah saya pesan lewat telepon sebelumnya. Hotel Prapat ini di JL. Jenderal Ahmad Yani, No. 19, Banda Aceh. Telepon (0651) 22156. Tarif per malamnya dari Rp100.000,00 hingga Rp250.000,00.

hotel prapat

Malam itu semua kamar penuh sehingga aku hanya bisa memilih kamar deluxe seharga Rp200.000,00

hotel prapat

Fasilitas kamar deluxe: 2 kasur, 2 bantal, tv, 2 handuk (yang cukup kasar dan agak ewwww).

hotel prapat

Kamar mandi.

hotel prapat

Hotel Prapat ini konon hotel legendaris dan murah meriah yang terletak cukup strategis. Di depan Hotel Prapat ada pusat jajanan dan makanan REX Peunayong yang lengkap dan selalu ramai tiap malam.

rex peunayong

Bersebelahan dengan Hotel Prapat ada Hotel Medan yang lebih bagus.

hotel medan banda aceh

Ngesot sedikit di ujung jalan depan Hotel Prapat ada Simpang Lima yang terkenal.

simpang lima banda aceh

Pukul 22.00 WIB aku makan mie aceh lagi di sini. Entahlah ini Mie Aceh Simpang Lima yang terkenal enak banget itu atau bukan. Yang penting Simpang Lima. 😀

mie aceh simpang lima

Lebih murah dari Mie Razali. Berikut daftar harganya.

mie aceh simpang lima

Aku memilih setia. Oups. Aku memilih mie goreng biasa saja.

mie aceh simpang lima

Mampir ke toko suvenir dekat hotel.

IMG_5691

Banyak kain-kain bagus tapi berhubung tasku sudah penuh banget dan duit semakin menipis jadi cukup dilihat-liat saja.

*padahal biasanya selalu beli kain-kain kalau jalan-jalan* 🙁

IMG_5690

4 Mei 2014 pukul 07.30 WIB setelah mandi saya menuju sekitar Rex Peunayong untuk mencari sarapan. Saya memilih makan di Warung Kak Nur yang pagi itu lumayan ramai dan harus antre duduk. Kak Nur ini jual nasi gurih, lontong sayur, soto, kue-kue, dan di sebelahnya ada warung lalapan juga.

nasi gurih aceh

Saya mencoba nasi gurih di sini dengan lauk dendeng.

nasi gurih aceh

Enaaaak banget nasi gurihnya. Jauh lebih enak daripada yang di Iboih. Dendengnya manisnya seperti senyumanmu. Nasinya gurih dan nikmat seperti ucapanmu. Dipandangnya pun juga enak seperti memandang mata indah di balik kacamatamu. Tapi di sini aku tanpamu. #stres

nasi gurih aceh

Pukul 8.15 WIB setelah makan saya mencari becak motor yang mau mengantar saya jalan-jalan entahlah ke mana. Walau sudah bawa peta wisata dan peta kuliner Banda Aceh, saya lebih suka medadak dan rada ngawur saja tujuan yang akan saya kunjungi. Ada seorang bapak becak motor sudah lumayan tua dan terlihat cukup ramah yang standby di dekat Hotel Prapat langsung saya profil untuk mengantar saya jalan-jalan. Saya bilang ke Bapak itu untuk mengantar ke mana saja Bapak mau mengajak saya. Dan Bapaknya mengajak saya ke Boat on the Roof, Tsunami Heritage. Letak tempat ini agak jauh di pinggiran kota Banda Aceh, di daerah Lampulo. Selagi di jalan menuju Boat on the Roof,  saya baru bertanya ke Bapak ini kira-kira berapa saya harus bayar jika saya minta diantar muter-muter bebas di Banda Aceh dan sekalian ke Bandara Sultan Iskandar Muda nanti sore. Setelah tawar menawar, dapatlah nilai Rp175.000,00 untuk paket 1 hari muter-muter ini. Dengan perhitungan kalau naik travel ke bandara atau mobil sewaan seperti punya Pak Anton harus bayar Rp80.000,00/orang. Jika naik bus Damri katanya agak susah dan lama. Dan berdasar pengalaman saya naik bentor di Sumatera Utara, maka harga tersebut sudah oke dan saya iyakan saja.

Kapalnya bisa naik ke atap rumah gitu. :0

boat on the roof

Saat di Boat on the Roof, sang Bapak menawari untuk ke Makam Syiah Kuala yang lumayan sejalur dengan tempat ini tetapi semakin menjauh ke arah pantai di pinggir kota. Saya sih mau saja, toh sudah all in. Ternyata di kompleks pemakaman Syiah Kuala kebanyakan didatangi turis malaysia pagi itu. Saya hanya singgah sejenak dan tidak ikut berdoa di sekitar makam seperti yang dilakukan turis lain.

makam syiah kuala

Setelah menjauh dari kota untuk 2 tempat tujuan, kami kembali ke kota. Kali ini sang Bapak mengajak saya ke Museum Aceh.

Museum Aceh

Menurut leaflet yang saya dapat, museum ini didirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda oleh Gubernur H.N.A. Swart pada 31 Juli 1915 di timur Blang Padang. Pada tahun 1969, museum dipindah ke Jalan Sultan Alaidin seperti sekarang.

museum aceh

Di kompleks museum ini ada Rumoh Atjeh, gedung pameran tetap, gedung pertemuan, gedung pameran temporer, perpustakaan, laboratorium, rumah dinas, dan gedung galeri.

museum aceh

beberapa koleksi Museum Aceh

  IMG_5741

IMG_5740

IMG_5738

Ada lonceng indah ini di depan museum.

Lonceng Museum Aceh

Setalh dari museum, saya diajak ke Makam Sultan Iskandar Muda di dekatnya.

IMG_5750

Halaman depan kompleks makam.

IMG_5757

Makam Sultan Iskandar Muda.

IMG_5751

Lalu intip-intip kompleks Pendopo Gubernur Aceh yang berada di hook dekat makam Sultan Iskandar Muda.

IMG_5754

My ultimate bright coloured pants with matching “Good guy goes to Sabang, bad guy goes to hell” shirt. Untunglah kemarin beli kaos ini di Piyoh sehingga bisa dikombinasi. Karena celana kepanjangan, maka saya beri karet gelang pada pergelangan kaki dan saya linting ke atas sehingga kelebihan panjang yang hampir 20cm tidak mengganggu perjalanan saya. 😀

IMG_5760

Sekitar pukul 10.00 WIB ketika akan diajak ke mana entahlah, saya melihat ada keramaian di Taman Putroe Phang. Kasihan juga sama si Bapak yang dari tadi nganterin muter-muter dan sekalian istirahat, maka saya mampir ke keramaian ini.

Pekan Kreatif Banda Aceh 2014 Taman Putroe Phang

Ternyata sedang ada fashion show busana daur ulang pada acara Pekan Kreatif Banda Aceh 2014. Ibu ini memakai dress a la Prada S/S 2013. #dikeplak

Pekan Kreatif Banda Aceh 2014 Taman Putroe Phang

Adik ini memakai couture collection dari kantong plastik cabai.

Pekan Kreatif Banda Aceh 2014 Taman Putroe Phang

Kemoceng bulu ayam untuk koleksi fall 2014.

Pekan Kreatif Banda Aceh 2014 Taman Putroe Phang

Ini lebih amazing, perpaduan tikar pandan dan kemoceng.

Pekan Kreatif Banda Aceh 2014 Taman Putroe Phang

Baju tradisional Aceh dari medaur ulang sampah plastik.

Pekan Kreatif Banda Aceh 2014 Taman Putroe Phang

Adik imut ini mamakai koleksi Vionet couture kah??

Pekan Kreatif Banda Aceh 2014 Taman Putroe Phang

VIP access (padahal siapa pun juga boleh intip-intip backstage) ke adik SMK yang terlambat datang ini. Tutup botol dan daun-daun kering untuk koleksi musim panas syariah.

Pekan Kreatif Banda Aceh 2014 Taman Putroe Phang

Setelah satu jam nongkrong nonton fashion show tanpa menunggu pengumuman pemenang, selanjutnya saya diajak ke Taman Sari Gunongan.

Pinto Khop Taman Putroe Phang

Gunongan (gunung tiruan) yang berada di Tamah Ghairah dan menjadi salah satu landmark Kesultanan Aceh yang tersisa dari penghancuran tentara kolonial Belanda. Pinto Khop atau gerbang pada pada bagian belakang istana merupakan pintu penghubung antara istana dengan Taman Ghairah (Taman Sari Gunongan).

Genongan Pinto Khop Taman Putroe Phang

Tujuan saya selanjutnya adalah ke Kerkhof yang merupakan kompleks pemakaman Belanda yang berada di samping Museum Tsunami Aceh.

Kerkhof

Kompleks pemakaman yang terawat dan indah. Aku serasa wisata ziarah makam satu ke makam yang saja sih ini. SebenarnyaPak bentor menawariku ke makam Cut Nyak Dhien segala di jalan arah luar kota tapi terpaksa aku tolak. Biar banyak-banyak mengingat kematian sih ya, gak kebanyakan mikirin kamu yang sepertinya gak mikirin aku. #eh

Kerkhof

Waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 WIB sehingga saya memutuskan untuk check out hotel saja dulu, tapi mampir buat foto-foto di Thanks to the World Monument di Lapangan Blang Padang dulu.

Thanks to the world monument

Mampir sebentar di Tamn Sari yang searah jalan ke hotel.

Taman Sari Banda Aceh

Lalu foto di depan Balai Kota Aceh yang futuristik dan indah.

Balai Kota Banda Aceh

Pukul 11.50 saya tiba di Hotel Prapat untuk check out dan akan kembali ke Museum Tsunami untuk melanjutkan toru yang kemarin sore tidak bisa terselesaikan.  This is it Bapak Bentor yang mengantarku berkeliling Banda Aceh.

becak motor banda aceh

Ada papan reklame MTQ XXXIII Kota Banda Aceh.

IMG_5910

Ada 10 Program Pokok PKK

10 program pokok PKK

Saat sudah sampai di Museum Tsunami Aceh ternyata museumnya tutup dan akan buka lagi pukul 14.00 WIB. O yeah… gini nih kalau tidak memperhatikan dengan baik jadwal kunjungan museum. kemarin sore sudah buru-buru dan sibuk foto-foto sih jadi tidak memperhatikan jam buka, cuma tahu jam tutup. Pengunjung tidak diperkenankan membawa tas kecil dsb masuk ke museum.

Ketentutuan dan jadwal buka museum tsunami aceh

Demi apapun mbok ya tolong agar parkiran sepeda motor jangan di depan tulisan Museum Tsunami Aceh. Merusak pemandangan. Sekian.

Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh dilihat dari depan pintu masuk Kerkhof.

Museum Tsunami Aceh

Akhirnya saya memutuskan untuk makan saja dulu. Terserah Pak bentor deh mengajak saya makan di mana.

IMG_5925

Saya diajak makan di sebuah warung kecil di sekitar Jalan Cut Mutia yang menunya menggiurkan.

IMG_5929

Di warung ini, pengunjung bebas mengambil nasi dan memilih lauk yang ada.

IMG_5932

Dan minum kopi hitam. Demi apa ini saya jadi minum kopi lagi dan lagi.

IMG_5933

Alhamdulillah sudah kenyang, saatnya membayar.

Saya: “Bapak, saya makan nasi pakai urap, terong dan gulai ikan serta Pak Bentor makan mie.”

Pak Penjual: “Gulai ikan yang mana?”

Saya: “Yang ada terongnya itu…”

Pa Penjual: “Oww.. gulai hiu.. itu Rp18.000,00 per porsi.”

Saya: *mlongo karena habis makan gulai hiu, binatang yang dilindungi*

Saya: “Berapa Pak semuanya?”

Bapak Penjual: “Rp34.000,00.”

Saya: *bayar sambil masih shock dan menyesal*

Lalu salat zuhur di Masjid Baiturrahman sambil menunggu Museum Tsunami buka lagi pukul 14.00 WIB.

Masjid Baiturrahman Aceh

Interiornya sangat indah dan bikin hati adem.

Masjid Baiturrahman Aceh

Saat duduk-duduk di halam masjid ini, saya baru telepon keluarga di Malang untuk mengabari bahwa saya sedang berada di Banda Aceh. Sebelumnya kan hanya bilang kalau mau jalan-jalan ke Medan pada saat akan terbang dari Jakarta. Padahal tujuan aslinya adalah Nias. -,-

IMG_5966

Pukul 13.45 sudah tiba di Museum tsunami lagi untuk yang ke sekian kalinya. Ternyata di sekitar kolam ada bola batu untuk duduk-duduk sembari menunggu museum buka.

Museum Tsunami Aceh

Jembatan di Museum Tsunami dari dekat kolam.

Museum Tsunami Aceh

Bagian museum yang menampilkan nama-nama korban tsunami.

IMG_5983

Lorong penghubung satu bagian dengan bagian lain.

IMG_5985

karena kemarin sudah ke ke beberapa bagian museum, jadi siang ini karena juga buru-buru, langsung menuju beberapa bagian di lantai 2 dan 3 yang belum sempat dilihat. Minta difotokan mbak-mbak yang lewat mumpung masih sepi juga.

IMG_5992

Ada galeri lukisan juga.

IMG_6018

Sayang sekali saat itu ruang simulasi gempanya sedang mati.

Ada perpustakaan.

IMG_6022

Masih kagum dengan museum yang sebagus ini.

IMG_6003

Bola dunia raksasa.

IMG_6011

Minta tolong ke mas-mas yang lewat untuk difotoin. 😀

IMG_6031

Waktu sudah menunjukkan pukul 14.30 WIB, maka saya segera meminta Pak bentor untuk diantar ke bandara. Eh kata si Bapak mending kita ngopi-ngopi dulu, toh pesawat masih pukul 16.30 WIB. Akhirnya mampirlah kami di Warkop Solong yang katanya enak banget kopinya.

Kopi Solong Ulee Kareng

Wakopnya ramai juga ternyata.

Kopi Solong Ulee Kareng

Tempat meracik kopi dan kasir.

Kopi Solong Ulee Kareng

Menikmati secangkir kopi hitam lagi. Alhamdulillah ya sudah tahan kopi. Secangkir kopi dihargai Rp5.000,00 dan sebuah kue Rp1.000,00.

Kopi Solong Ulee Kareng

Karena rasa kopinya enak banget maka aku membeli sedikit bubuk kopi Solong Ulee Kareng untuk ku kirim ke keluarga di Malang. Walaupun bungkusnya biasa tapi rasanya luar biasa. Hai kamu yang tidak suka kopi, sepertinya kamu bakal cocok minum kopi ini. Apalagi minum kopinya sama aku.

Kopi Solong Ulee Kareng

Dan senar saja, karena tidak ada macet maka sekitar pukul 15.25 kami sudah tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda. Saya berpamitan dan menyerahkan uang Rp175.000,00 ke si Bapak. Terima kasih banyak, Pak.

Bandara Sultan Iskandar Muda

Atm centre di Bandara Sultan Iskandar Muda

Bandara Sultan Iskandar Muda

Di ruang tunggu bandara sore itu cukup ramai karena habis long weekend. Mbak-mbak penumpang Lion Air ini sepertinya satu tujuan ke Jakarta dan mereka sepertinya juga satu institusi cuma beda kantor dengan saya. Dan sama-sama dari Sabang juga. #ngupingbanget

IMG_6065

Pukul 16.20 WIB penumpang diizinkan mulai masuk pesawat, dan seperti biasa, setiap ada kesempatan untu masuk duluan maka saya akan selalu masuk yang pertama. Pesawat Lion Sore itu terlihat baru dan lebih bagus daripada pesawat Lion lain yang pernah saya naiki.

IMG_6072

Kembali ke ibu kota. Kembali ke realitas.

IMG_6085

Ini bukan pemandangan dari Wings Air saat melintasi daratan Sumatra menuju Samudra Hindia menuju Nias seperti seminggu yang lalu.

IMG_6095

Singgah sejenak untuk transit di Kualanamu.

IMG_6104

Pukkul 21.00 WIB si Lion mendarat di Soekarno Hatta. Berakhir sudah liburan, tetapi tidak libur sama sekali libur memikirkanmu, kali ini. Sampai jumpa lagi kubikel. Kamu pasti kangen aku.

IMG_6111