Umi Vuitton Series 2

Umi Vuitton

Umi Vuitton Series 2: A Way to Blue Sky
Model: Hunny SeekR, Vitong Onopka, Tesa Verhoef, David Gandi, Paminto
Photographer: Paminto Meisel,
Makeup Artist: Estu McGrath
Hair: Guido Paminto
Set: Estu
Stylist: Marie Amelie Sautse
Umi VuittonHutan Mangrove Kota Langsa menjadi lokasi pemotretan iklan Umi Vuitton kali ini.
Umi Vuitton
Umi VuittonHutan Kota Langsa juga menjadi latar seri kedua ini.
Umi Vuitton
Umi VuittonKami pun melanjutkan perjalanan ke Bukit Lawang untuk mendapatkan gambar terbaik demi Umi Vuitton.
Umi VuittonUmi Vuitton menswear S/S 2016
Umi VuittonLangkat yang ceria.
Umi Vuitton

Dieng Plateau

Dieng Plateau
Vogue Italia January 2016: Ancient Pieces
Model: Paminto, Zee
Fotografer: Paminto Meisel, Denpe Roversi
Makeup Artist: Estu McGrath
Hair: Guido Paminto
Set: Estu
Stylist: Franca Soestu
Cover story: Windy Road Memories

Dieng PlateauPosong berada di Kabupaten Temanggung hampir berbatasan dengan Wonosobo dan hanya ada gapura kecil yangmengantarkan kita seperti masuk ke jalan kampung yang hanya cukup dilewati 1 mobil. Jalanan menuju Posong masih berupa makadam dengan kondisi naik turun. Sayang sekali sore itu sedang mendung gelap sehingga pesona 7 puncak gunung yang berada di sekitarnya tidak begitu tampak.
Dieng Plateau
Zee is wearing tenun Lombok dress.
Dieng Plateau
Kemeja kain taplak yang agak keras dan seperti saringan yang saya dapat di Pasar Klewer, Solo dikombinasi dengan songket Palembang.
Dieng Plateau
On the day after, we went to Arjuna Temple in Dieng Plateau. Im wearing faux mink coat, deep v neck t shirt, and orange Ulos Sadum as scarf.
Dieng PlateauZee berbalut pashmina tenun Lombok.
Dieng

Pashmina tenun Lombok yang juga saya kenakan di Kawah Sikidang

Dieng

The Kondangan Team.
Dieng

Vogue Italia December 2015: Muse 2016

Cruise 2016 Seger Beach Lombok

Vogue Italia December 2015 second cover: Muse 2016
Model: Paminto, A native Lombok young boy, Dina, Widya, Anam, Avex
Fotografer: Paminto Meisel, Anam McDean
Makeup Artist: Estu McGrath
Hair: Guido Paminto
Set: Estu
Stylist: Franca Soestu
Cover story: Reunited Under Blue Sky

Cruise 2016 Seger Beach Lombok

Pashmina by Umama.

Cruise 2016 Seger Beach Lombok

Vision of us and memories.

Cruise 2016 Seger Beach Lombok

Ulos for every moment. Friendship forever.

Cruise 2016 Seger Beach Lombok

The dark side of clear blue sky.

Cruise 2016 Seger Beach LombokFestive costume for native Lombok beauty.

Cruise 2016 Seger Beach LombokCruise 2016 Seger Beach Lombok

Blue on blue on blue on blue.

Cruise 2016 Seger Beach Lombok

Two straws for you and your besties.

Cruise 2016 Seger Beach LombokLive your life.

Cruise 2016 Seger Beach Lombok

Vogue Italia December 2015: Cruise 2016

Cruise 2016 - Tenun Songket Lombok

Vogue Italia December 2015 first cover: Cruise 2016
Model: Jealeou, Mojang
Fotografer: Paminto Meisel
Makeup Artist: Estu McGrath
Hair: Guido Paminto
Set: Estu
Lighting: Mojang
Stylist: Franca Soestu
Cover story: The Story of Handwoven Pieces

Cruise 2016 - Tenun Songket Lombok

Mojang wore a golden-look handwoven pashmina and zebra pattern top.
Cruise 2016 - Tenun Songket Lombok

Handwoven pashmina as headpiece and handwoven cotton songket coat from Sukarara Village, Lombok.
Cruise 2016 - Tenun Songket Lombok

Same piecee different way to wear.

Cruise 2016 - Tenun Songket Lombok

Move baby move.

Cruise 2016 - Tenun Songket Lombok

A colorful flora songket coat fresh from the handwoving process.
Cruise 2016 - Tenun Songket Lombok

Tough and beautiful.

Cruise 2016 - Tenun Songket Lombok

Seductive in elegant way.
Cruise 2016 - Tenun Songket Lombok

You can have those handwoven cotton Lombok songket pieces in size 2m x 1m from Rp750.000 and silk Lombok Songket from Rp3.000.000. Those headpices price starts from Rp100.000

Ada Ulos di Antara Kita

Pagi itu, 9 Maret 2013, saya mengunjungi objek wisata Batu Kursi Raja Siallagan di Ambarita, Kabupaten Samosir. Setelah puas foto sana sini dan belum tahu mau ke mana lagi, saya mapir di salah satu toko yang dijaga oleh seorang Inang Batak setengah baya. Dari semua suvenir yang ditawarkan, saya tertarik dengan ulos-ulos yang digantung di tengah maupun berjajar di bagian belakang toko. Saya membayangkan dirinya yang akan terlihat sangat cakep mengenakan ulos manapun di dalam suatu acara adat Batak. Dirinya yang membuat saya akhirnya tiba di Danau Toba ini untuk mengenal lebih jauh tentang adat budaya leluhurnya.

UlosSetelah memilah-milih dan tawar-menawar saya mendapatkan 3 helai ulos barwarna dasar hitam dengan ukuran dan tingkat kerumitan pembuatan berbeda. Inang penjual suvenir menyarankan saya untuk ke Museum BatakĀ  Simanindo dan ke air panas di Pangururan saat saya tidak tahu mau ke mana. Dengan menumpang kendaraan umum saya menuju Museum Batak di Simanindo. Sesampainya di museum, saya mengeluarkan salah satu kain ulos yang baru saya beli yang paling saya sukai dan memakainya dengan menyelempangkan di leher. Di museum ini kita bisa menonton pertunjukan tarian Batak dengan membayar tiket Rp50.000 per orang untuk turis lokal dengan mayoritas penonton adalah bule. Pada saat pertunjukan sudah mulai, ada 3 gadis yang terlihat merupakan turis lokal dan kami pun berkenalan. Salah satu dari 3 gadis tersebut adalah Suku Batak yang dengan sukarela membantu memfoto saya dan 2 temannya saat kami turut serta dalam pertunjukan.

Ulos

Saya ditawari gadis-gadis itu untuk jalan bareng bersama mereka menggunakan mobil sewaan karena ternyata tempat menginap kami berdekatan di Tuk-Tuk. Dengan masih mengenakan ulos favorit yang bisa sekaligus melindungi tubuh dari terik mentari, saya menikmati indahnya kompleks air panas Pangururan.
Ulos

Dalam perjalanan kembali dari Pangururan menuju Tomok, saya meminta untuk berhenti sejenak di tugu leluhur dia-yang-membuat-saya-sampai-di-sini. Syahdu dan sendu yang saya rasakan saat itu. Andai saja saya bersamanya di tempat ini saat itu.

Ulos

Keesokan harinya saya dan 3 teman baru saya mendapatkan kesempatan emas untuk mengunjungi PLTA Sigura-gura. Di sepanjang perjalanan dari Samosir ke Asahan hingga saat masuk ke perut bumi untuk melihat langsung turbin PLTA saya mengenakan ulos yang membuat saya merasa “semakin Batak” perjalanan saya ini.

Ulos

Setelah perjalanan pertama saya ke Tanah Batak saat itu, saya membuat kemeja ulos dengan detail kancing di bagian atas sehingga tidak membuat tulisan “Dame ma di hita” pada ulos menjadi terpotong dan detail ulos bisa terpampang nyata. Kemeja ulos ini hanya saya pakai sesekali ke kantor dan untuk kondangan acara Batak. Teman-teman saya yang Batak pada suka kemeja ulos perdana saya ini dan mereka terinspirasi untuk membuat kemeja yang sama dengan menggunakan ulos yang mereka punya. Bahkan ada teman yang memberikan ulos kepada saya agar saya bisa membuat kreasi dari ulos.

Ulos

Di awal bulan April 2015, bos kami tercinta tiba-tiba dipindahtugaskan ke unit lain. Dalam acara perpisahan yang cukup dadakan tersebut, saya meminta beberapa teman kantor baik yang Batak maupun bukan untuk menyanyi lagu Batak “Sigulempong” bersama. Dengan berbekal kaos seragam dan ulos saya serta ulos pinjaman teman-teman Batak, jadilah kostum kami seperti ini. Kaos saya berbeda sendiri karena saya project manager acara perpisahan, penata gerak dan busana grup vokal ini, secara kalau saya ikut menyanyi maka akan rusaklah harmonisasi grup vokal ini.
Ulos

Pada saat libut lebaran di bulan Juli 2015, saya membuat kemeja ulos lagi. Masih dengan ulos yang saya dapat dari perjalanan saya di tahun 2013. Kali ini saya menggunakan detail 2 buah ritsleting sebagai hiasan sekaligus jalan keluar masuknya kepala, katun berwarna senada untuk lengan, serta aksen batik parang yang juga senada. Tak lupa juga fringe-nya tetap digunakan. Tapi sayang seribu sayang karena saya membuatnya pada saat ukuran badan sedang menjalankan puasa dan saat ini badan saya sedang melar dan jarang olah raga maka kemeja ini sangat ketat dan sulit untuk memakainya. #ayodietdanolahraga

Kemeja ulos

Di akhir bulan September kemarin, saya melakukan perjalanan ke Tao Batak untuk yang ke tiga kalinya setelah perjalanan saya di tahun 2013 yang saya ceritakan di atas serta perjalanan saya di tahun 2014 yang juga sendiri. Kali ini saya bersama teman kantor saya, Nadia. Di Museum Batak Simanindo, setelah menyaksikan pertunjukan tari, saya mendandani Nadia dengan ulos yang sudah saya bawa. Ulos sebagai hijab. Dan Nadia pun terlihat sangat cetar.

Manortor

Setelah dari Simanindo, kami mampir ke Pasar Tradisional Ambarita yang buka di hari Kamis. Setelah berkeliling ke beberapa bagian pasar, kami berhenti di salah satu lapak penjual ulos. Inang yang berjualan bilang kalau ulos-ulos yang dia jual langsung dari pembuat sehingga harganya jauh lebih murah daripada di toko suvenir bahkan banyak toko suvenir yang mengambil dari sini. Dan benar saja, selain koleksi ulosnya cantik-cantik dan beragam, harganya memang sangat miring dibanding beberapa tempat yang pernah saya kunjungi. Walhasil saya membeli 21 helai ulos berbagai jenis, warna, ukuran, dan harga.
Mangulosi

Ini Jealeou, teman saya yang selalu nitip kain setiap saya jalan-jalan. Dia percaya selera saya terhadap segala jenis kain tradisional sehingga dia cukup bilang mau berapa buah dan budget berapa. Beberapa bulan lalu saat saya tur ke Maluku Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, hingga Sulawesi Tengah, dia juga nitip berbagai kain yang saya sukai dari kain krawang Gorontalo warna kuning terang sepanjang 6 meter hingga tenun Donggala. Dan sebelum memanfaatkan kain-kain tersebut lebih lanjut, kami selalu suka menggunakannya untuk pemotretan ala-ala adibusana di Vogue Italia atau Vogue Paris. Jealeou menggunakan ulos sadum sebagai penutup kepala, ulos Angkola dimensi sebagai selendang, serta ulos pucca dengan benang prada sebagai bawahan.
Mangulosi

Jealeou menggunakan ulos sadum beraneka warna sebagai penutup kepala dan gaun, serta ulos Angkola warna ungu untuk layering gaun.

Ulos (2)

Jealeou memakai ulos bintang maratur yang merupakan ulos yang paling banyak kegunaannya di dalam acara-acara adat Batak Toba.

Ulos (3)

Dari semua perjalanan saya di Indonesia, memang hanya di Indonesia, dan perburuan kain-kain yang saya lakukan, hanya perjalanan ke Tanah Batak dan dengan uloslah saya merasakan ikatan yang sangat mendalam. Seorang suku Jawa yang sangat suka semua yang berbau Batak karena seorang Batak yang selalu dinanti walaupun telah lama mematahkan hati. #curcolabis

Postingan ini diikutsertakan dalam kompetisi blog #KainDanPerjalanan yang diselenggarakan Wego. http://www.wego.co.id/berita/kompetisi-blog-perjalanan-dan-kain-tradisional/

Vogue Italia November 2015 Couture Supplement

Vogue Italia November 2015 Couture Supplement: Batik Cirebon
Model: Jealeou
Fotografer: Paminto Meisel
Makeup Artist: Estu McGrath
Hair: Guido Paminto
Set: Estu
Lighting: Obeit
Stylist: Franca Soestu and Obeitha Simons

Batik (1)

Jealeou memakai kerudung batik tulis.

Batik (9)

Left or right?
Batik (2)

Batik tulis ukuran 1,5m yang sering dipakai sebagai kerudung.

Batik (3)

Scarf batik.

Batik (4)

Aku bingung jika harus memilih. Batik viskos motif flora yang ceria.

batik

Batik katun tulis yang cetar-tar-tar. Harga langganan Rp1.000.000.

Batik (8)

Batik katun tulis seharga Rp750.000.

Batik (7)

Pashmina Umama di Pasar Tasik, Thamrin City.

Batik (5)

Harga satuan pashmina ini Rp30.000, tetapi jika grosir cukup dengan Rp22.500 per buah.

Batik (6)

Vogue Italia November 2015

Vogue Italia November 2015: Perfect Stranger
Model: Jealeou, Utse Arganaraz
Fotografer: Paminto Meisel
Makeup Artist: Estu McGrath
Hair: Guido Paminto
Set: Estu
Lighting: Obeit
Stylist: Franca Soestu and Obeitha Simons

Ulos (1)

Cover story: Go glam in Ulos.

Jealeou memakai tutup kepala yang terbuat dari Ulos Sadum. Gaun terbuat dari Ulos Sadum dan Ulos Angkola.

Ulos (2)

Jealeou memakai Ulos Bintang Maratur. Menurut Wikipedia, ulos ini merupakan Ulos yang paling banyak kegunaannya di dalam acara-acara adat Batak Toba, seperti untuk anak yang memasuki rumah baru dan secara khusus di daerah Toba Ulos ini diberikan waktu acara selamatan Hamil 7 Bulan yang diberikan oleh pihak hulahula kepada anaknya. Ulos ini juga di berikan kepada Pahompu (cucu) yang baru lahir sebagai Parompa (gendongan) yang memiliki arti dan makna agar anak yang baru lahir itu di iringi kelahiran anak yang selanjutnya, kemudian ulos ini juga diberikan untuk pahompu (cucu) yang baru mendapat babtisan di gereja dan juga bisa dipakai sebagai selendang.

Ulos (3)

Tutup kepala memakai Ulos Sadum, Ulos Angkola dimensi sebagai selendang, dan bawahan memakai Ulos Pucca Purada emas.

Ulos (4)

Kombinasi lain dari Ulos Angkola dimensi dan Ulos Pucca Purada emas.
Ulos (5)

Estu manortor di pertunjukan Sigale-gale di Tomok.

Ulos (6)

Shopping spree at Thursday Market at Margarita, Simanindo near to Stone Chair of King Siallagan, Ambarita where you can find ulos in lower price.
Ulos (7)

While waiting for Batak dance at Batak Museum Simanindo.

Ulos (8)

Batak dancer at at Batak Museum Simanindo.
Ulos (9)

Hijaber in ulos.

Ulos (10)

Can’t get enough of ulos.
Ulos (11)

Vogue Italia October 2015

Vogue Italia October 2015: Perfect Stranger
Model: Nadia @mojang
Fotografer: Paminto Meisel
Makeup Artist: Estu McGrath
Hair: Guido Paminto
Stylist: Franca Soestu

Nadia (1)

Umi Vuitton

Nadia (13)

I could only reach your shadow.

Nadia (11)

Finding nemo.

Nadia (10)

Glam storm.
Nadia (9)

Go fishing.

Nadia (7)

Where’s the sun shine?
Nadia (6)

Siantar Boy undercover.

Nadia (5)

Go sees at Taman Wisata Iman Sitinjo, Sidikalang.
Nadia (4)

Welcome to Tuk-Tuk, Samosir Regency.

Nadia (8)

We stayed at Karolina Cottages, Tuk-Tuk.
Nadia (3)

Watching Batak dance at Batak Museum in Simanindo, Samosir Regency.

Nadia (2)

Horas… Horas… Horas…
Nadia (12)

Sai pajumpang muse…..

Cover Challenge: Vogue August 2015: The Independence Day Issue

Vogue August 2015 (1)

Vogue August 2015: The Independence Day Issue
Cover story: Love me don’t ever leave me
Photographer: Utse Testino
Stylist: Paminto
Makeu up: Jojowaty
Hair: Jojowaty
Models: Jojowaty, Utse and Dina
Location: Alun-Alun Tugu, Java Dancer Coffe, and Melati Restaurant of Tugu Hotel in Malang

Vogue August 2015 (5)

Vogue August 2015 (8)

Vogue August 2015 (6)

Vogue August 2015 (3)

Vogue August 2015 (9)

Vogue August 2015 (4)

Vogue August 2015 (7)

Vogue August 2015 (2)

Fabulous Ramadan

Menyambut bulan Ramadan 1436 H ini, saya akan memberikan 2 helai batik Cirebon motif flora ala Prada resort 2014 untuk 1 orang, 1 tas kulit kayu dari Jayapura untuk 1 orang, dan 1 tas kulit kayu dari Pontianak untuk 1 orang, serta makan malam di nasi goreng Kebon Sirih favorit saya untuk 1 orang dan boleh mengajak 1 orang. Caranya cukup isi komentar pada blog saya yang paling berkesan untuk Anda. Boleh misal karena tulisannya yang menarik (jarang banget sepertinya), foto-fotonya yang cetar nan editorial (banyak deh kalau ini), curhatannya menggelikan (atau memuakkan), dramanya membuat Anda mual-mual, paling gak jelas, atau pun masukan dan saran. Jangan lupa cantumkan alamat email, akun twitter, akun instagram, nomor ponsel, atau alamat rumah Anda agar saya dapat menghubungi jika Anda menang. Boleh mengisi lebih dari 1 komentar pada berapa pun postingan yang berkesan bagi Anda. Saya tunggu komentar Anda hingga tanggal 23 Ramadan 1436 H dan pemenang akan saya umumkan pada 25 Ramadan 1436 H. xoxo

batik dan tas