Perutku dulu (sempat)tak begini

Aku terlahir dengan berat 3,5KG… Cukup gemuk kan?
Masa bayi hingga balita rajin minum susu formula sehingga tetap terjaga badan gemukku.
Saat SD tinggiku biasa saja tapi badanku masih gemuk dengan pipi tembem.
Begitupun pada saat SMP sampai dengan kelas 2 SMK aku masih berpipi tembem dan perut buncit.
Sejak menjelang umur 17 tahun aku mulai diet dan olah raga.
Dan akhirnya ketika mulai memasuki kelas 3 SMK celana seragamku bisa kutarik menjadi kemben sedada.
Aku berhasil diet dan olah raga sehingga tubuhku mulai menjadi kurus, bahkan terlalu kurus.
Aku hanya sarapan 2-3 sendok nasi dengan telur ceplok hampir setiap hari.
Kadang juga hanya makan segelas agar-agar dan itupun jarang makan siang.
Malam aku biasa makan jam 4 atau 5 dengan sayur sop atau bening saja.
Aku juga menjadi vegetarian yg tdk makan daging merah.
Aku menghindari minum air gula dan gorengan.
I was just so crazy in diet and just wanna have a flat body.
Di saat masa pertumbuhan dan banyak aktifitas di sekolah malah diet gila-gilaan.
Belum lagi malamnya aku selalu sit up, push up, leg up selama sekitar 1 jam.
Dan bentuk tubuh flat itu tetap terjaga dengan tetap menjadi vegetarian saja walau semakin hari semakin jarang olah raga.
Apalagi ketika mulai kuliah, olah raga sangat malas kuakukan, masih diet vegetarian juga.
Pada saat itu aku hanya ingin menjadi kurus, tetap kurus, dan hanya kurus.
Entah apa yang kupikirkan sehingga hanya ada kata kurus itu.
Setalah lulus kuliah, pada saat magang aku sempat pingsan di masjid agung Malang pada saat shalat jumat.
Itu terjadi karena aku yang memang darah rendah, diet ketat, malas makan, pingsan deh.
Cukup sekali itu sajalah aku pingsan. Never again I wish.
Setelah penempatan, aku agak kesulitan mencari sayur sehingga kadang makan daging dan lemak-lemak yang biasa kuhindari.
Aku sempat ketagihan nasi goreng dan makanan malam sejenisnya yang memang karena adanya itu.
Tapi sudah bertahun-tahun sejak aku menjadi langsing dan walau aku makan agak liar tidak seperti dulu, badanku tidak berubah.
Badanku sudah stabil di kondisi tinggi dan berat di kisaran itu-itu saja.
Di tahun 2008 akhir ketika umurku jalan 22, aku mulai rajin olah raga dan diet lagi.
Eh lha kok aku malah semakin liar makan aneka macam makanan yang biasa kuhindari.
Apalagi ketika jalan bareng Mas Wahyu aku jadi makin liar makan semua jenis makanan.
Lemak mulai menebal tapi masih bisa ku kontrol.
Dan akhirnya ketika mulai januari 2010 aku kembali ke dunia kampus…
Lha malah semakin tidak terkontrol pola makanku, makan biasa 4x sehari dengan porsi yang semakin banyak,
Olah raga sudah tidak pernah lagi, dengan pola tidur semakin tidak jelas, dan ditambah tingkat stress yang tinggi(:p).
Sekarang celana kerjaku yang ukuran ketat pada waktu itu tapi bagus kupakai, nah kok sekarang
sudah menjadi sangat ketat sekali, tidak enak dipakai maupun dilihat.
Ukuran celanaku semakin naik dan tingakt tertinggi sejak 2003.
Apakah ini pertanda bahwa saya akan menjadi gemuk lagi?
Saya pernah gemuk dan tidak mau menjadi gemuk lagi.
Saya ingin kembali olah raga tapi hanya ingin dan ingin saja.
Saya mau diet makan tapi nanti tidak bisa berpikir jernih ketika kuliah malah gawat.
Saya masih muda dan tidak mau terkena kolesterol.
Saya mau tetap langsing.
Ukuran celana cukup 29.
Baju tetap M yang ketat.
Dan berat badan maksimal 58.
Dan tubuh berisi tidak mengembang di paha, perut, lengan.

Setelah lebaran harus memulai kembali program pelangsingan.
Harus harus harus… (Kalau sempat) 🙂

Opportunity Cost

Entah apa yang sedang menggerogoti pikiranku, sudah beberapa hari “Opportunity Cost” ini telah bersamaku dan tidak mau beranjak pergi. Kalau kata teman, Opportunity Cost itu seperti pilihan pada suatu perusahaan untuk membangun gedung baru atau membayar hutang dengan uang yang dimiliki. 
Tetapi Opportunity Cost yang sedang ku alami ini adalah dilema terhadap pilihan yang telah kupilih dan sedang kujalani.
Ehmmm sebenarnya aku bingung jika ingin menggambarkan keadaan ini yang mempunyai banyak detil yang harus ku jaga demi kemaslahatan umat.
Akhir-akhir ini bukannya aku menyesal atas tindakanku pergi ke dunia baru ini, namun andai saja ada pilihan yang sesuai keinginanku… 🙂
Tetapi hidup memang adalah pilihan, aku harus menerima konsekuensi setiap langkah yang ku pilih walau langkah ini bukan langkah ideal menurutku tetapi InsyaAllah inilah pilihan terbaik yang memang harus kujalani….
Namun jujur saat ini aku sangat merindukan kebersamaan itu… sangat sangat rindu… hanya rindu kebersamaan itu…
#merancau #kacau

Escape to the East

(kosoooooooonggg) image
Jumat sore: Berangkat dari Cirebon dengan bus Ezri ke Surabaya
hari Pertama, Sabtu:
1. Lumpur Lapindo, Sidoarjo
2. Taman Safari Indonesia Pandaan, Pasuruan
3. Cemoro Lawang, menuju Gunung Bromo
Hari kedua, Minggu:
4. Gunung Bromo
Hari ketiga, Senin:
5. Pananjakan, Gunung Batok, 
6. Air Terjun Madakaripura
Hari keempat, Selasa:
7. Masih di sekitar Bromo, persiapan turun gunung
8. Malang Kota
Hari kelima, Rabu
9. Pulau Sempu
Hari keenam, Kamis
10. Coban Rondo dan Batu
11. Menuju Klaten lewat Jogjakarta
Hari ketujuh, Jumat
12. Klaten
Hari kedelapan, Sabtu
13. Candi Prambanan
14. Candi Borobudur
Hari kesembilan, Minggu:
15. Candi Borobudur
16. Malioboro
balik lagi deh ke Cirebon dan terjebak macet ketika sudah masuk Cirebon…
image

Ada apa dengan “e” ?????

Ada apa dengan e????
Ada apa dengan huruf kelima alfabet ini?
e untuk estu
e untuk estu
dan e untuk estu lagi
ada apa denganku????
Kepalaku seperti mau meledak dengan semua hal yang ada disekitarku
I need someone to hold me tight, someone to make me feel alright, everyday and night I wish u were my someone
Halah…..
Hari-hari ini aku benar-benar dalam kondisi unfriendly mood buat orang-orang sekitarku.
Aku seperti tak bergairah dan tampak seperti drakula kurang menghisap darah dan layu tp bukan kayak nasib Flora khas kebanggaan Indonesia yang cantik, indah, seksi nan rupawan kala tertiup hembusan angin di tepi pantai dan mahal disorot kamera yang akhirnya diembat Malaysia juga…. oh Bunga Citra Lestari, kenapa nasibmu seperti Sipadan, Reog, Rasa Sayange dan Batik.
Ckckckkckckck

pengen bgt jalan2

aku pengen pol ngene ki mlaku2 nang ndi ngono sing liar2.

naik gunung boleh, ke pantai ok jg, di dalam kota ayo aja, ke pedesaan jg mau, kemana pun aku gelem


yokpo ki???????? hiks2

sandal ungu persahabatan 😀

trio geblek kapan mlaku2 bareng maneh rek???

sandalku masio wes kusem ngene tetep jd sandal paling eye catching n glamour di kantor :p