Dag Dig Dug Akan (Singgah) ke Medan (Lanjut ke Nias)

Perjalanan kali ini sebenarnya sudah lama saya rencanakan, dari pertengahan Oktober 2013 saat mengetahui akan ada promo salah satu maskapai penerbangan, sebut saja Citilink. Malam itu saya berburu tiket ke Medan dengan perkiraan waktu sekitar Maret (seperti perjalanan (galau) saya tahun lalu di awal Maret L ) s.d. Mei 2014 di mana di bulan-bulan itu ada beberapa hari libur nasional sehingga saat yang tepat untuk liburan dengan mengambil sedikit cuti. Dapatlah saya tiket Jakarta-Medan PP untuk tanggal 28 April 2014 ke Medan dan 3 Mei 2014 balik ke Jakarta. Sampailah pada awal Desember dan saya sama sekali belum menyusun itinerary sama sekali untuk perjalanan yang saya perkirakan ke Medan dan sekitar Danau Toba itu lagi dan tiba-tiba ingat perkataan seorang teman di Medan, Mbak Tesa, yang dulu saat saya ke Medan yang bilang ingin jalan-jalan ke Pulau Nias.

Langsung googling tentang Nias dapatlah info sekelebatan tentang Sorake, Teluk Dalam yang pantainya indah, ombaknya tinggi sehingga banyak bule surfing, serta ada lompat batu yang terkenal dan jadi gambar di lembaran uang seribu rupiah di tahun 90-an dulu. Saya memutuskan harus ke Nias di perjalanan kali ini. Kalau daratan Sumatra kan masih mudah dijangkau jika ada promo-promo selanjutnya, tapi jika Nias mungkin di saat itu saya sudah tidak semenggebu-gebu saat ini mengunjunginya dan tantangannya juga beda -,-. Dengan tujuan ke Nias maka saya rasa waktu dari Senin s.d. Sabtu kurang untuk menjelajah sehingga saya intip-intip AirAsia dan Alhamdulillah mendapat tiket yang cukup murah ke Medan untuk tanggal 26 April 2014. Saya juga memutuskan untuk langsung booking tiket Wings Air yang mana jadwalnya cukup banyak dan setiap hari dari Medan ke Gunung Sitoli di Pulau Nias untuk penerbangan Minggu pagi 27 April 2014. Ya, saya hanya pesan tiket berangkat ke Nias, tidak sekalian Nias ke Medan karena saya ingin merasakan perjalanan laut serta darat dari Nias ke Medan yang katanya perlu 24 jam. @_@

*http://uangindo.com/wp-content/uploads/2013/02/1992_03B.jpg

Teng tong teng… sudah akhir Maret, dan saya masih belum menyusun itinerary bahkan belum googling lagi soal Nias setelah googling singkat sebelum booking tiket saat itu. Tiba-tiba ada pengumuman untuk seleksi kuliah lagi, dan saya juga belum siap, belum belajar, belum persiapan sama sekali untuk ujian ini. Karena ini demi masa depan, maka saya sedikit mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian yang akan diadakan pada 22-23 April, beberapa hari sebelum saya ngabur ke Nias itu. Dan akhirnya ujian pada 22 dan 23 April telah selesai, saatnya ngebut gawean kantor yang terbengkalai selama 2 hari dalam 2 hari biar liburan 7 hari minim “gangguan” kerjaan. Jadi apa kabar itinerary ke Nias??? Terlupakan. Toh juga bakal liburan SENDIRI jadi ya berdoa saja semoga nanti bisa kembali dari Nias dengan selamat dan terpuaskan dengan keindahan alamnya. Ngomong-ngomong, saya sudah mengajukan cuti 4 hari pada pertengahan Maret dengan mencantumkan alamat cuti saya di Indonesia yang kemudian diminta mengganti dengan nama kota di mana saya berada oleh atasan saya dan saya tulis Jakarta -,- Saya tidak ingin teman-teman, atasan, bahkan keluarga saya tahu bahwa saya akan jalan-jalan ke Nias seorang diri. Saya tidak mau mereka khawatir. #drama

Jumat malam menjelang Isya’, 25 April 2014, saya masih kejar tayang kerjaan, dan Bu Bos sebelum pulang dan mau pamitan kepada Pak-Pak Bos yang kubikelnya di depanku tiba-tiba bertanya.

Bu Bos: Mau liburan ke mana Mas memang??

Me: Ke suatu pulau, Bu.

Pak Bos1: Paling ke Medan lagi….

Me: -_____-“

Bu Bos: Emang sama siapa Mas jalan-jalannya?

Me: Sendiri, Bu… Agak takut sih apalagi ini lumayan terpencil daerahnya… (mulai deg deg ser karena minim informasi banget). Saya mau ke Nias, Bu…. (akhirnya ngaku)

*Bu Bos, Pak Bos1 dan Pak Bos2 agak kaget sambil tertawa dengan kelakuan anak buahnya 1 ini*

Pak Bos2: Kamu yakin sendirian?? Di sana beda dengan Batak karakter masyarakatnya. (Bos ini Batak jadi sedikit banyak tahu tentang cerita Nias)

Me: hihihi…

Bu Bos: Ya wes, hati-hati saja di Nias… jangan lupa update status biar kalau ada apa-apa terlacak keberadaannya…

Me: Iya Ibu… (sambil mikir iya kalau di sana ada sinyal telepon dan koneksi data)

*Bu Bos pamitan sambil tersenyum-senyum*

Pak Bos1: memang mau nyari apa Mas di sana? *sambil geleng-geleng*

Me: *senyum bingung juga* *mau jawab cari jodoh, bukan karena jodoh yang kuinginkan tidak jauh di sana; cari ketenangan? Bukan juga* Cari pengalaman, Pak. 😀

*Pak Bos1 dan Pak Bos2 tertawa bersama dan makin geleng-geleng*

Malam itu saya sampai kos sekitar pukul 23.00 WIB dan belum ada itinerary sama sekali. Mulailah googling dan berburu informasi sebanyak-banyaknya tentang Nias. Copy-paste blog sana sini hingga hamper jam 1 dan sudah bangun sesuai alarm alami tubuh saya adalah sekitar jam 4.15 pagi. Setelah subuh lanjut googling tentang Nias lagi dan jam 7 lebih baru mulai packing. Dengan tema pantai dan danau yang saya pikir akan mendominasi perjalan kali ini, maka saya memutuskan untuk tidak membawa celana panjang dan jeans melainkan pakaian yang beachy dan summery saja. Satu-persatu saya masukkan ke tas carrier ukuran 48 liter saya yang tidak terisi penuh biar bisa diisi kain-kain atau ulos yang biasanya saya beli kalau sedang jalan-jalan. Setelah packing, mulai membaca file hasil googling mau ke Nias bagian mana, tempat apa, di sana naik apa dan makin bingung @_@

Pukul 09.30 sebelum mandi dan mengecek printilan, baru sadar kalau salah cetak tiket. Bukannya mencetak tiket AirAsia yng tujuan Medan sore ini, saya malah cetak tiket AirAsia dari Surabaya ke Jakarta yang saya gunakan mudik Januari lalu -____-“ Walhasil, setalah mandi langsung ke rental komputer dulu untuk mencetak tiket sebelum membeli sarapan. Tiket Citilink yang berangkatnya batal saya gunakan tetapi pulangnya tetap (akan) saya pakai sudah saya cetak dari jauh-jauh hari.

Pukul 11.00, setelah siap semua perbekalan selama seminggu ke dapan, saya berangkat ke travel yang akna mengantar saya ke bandara Soekarno Hatta pada pukul 11.30. Saya sampai di terminal 3 pada pukul 13.00 WIB. Lumayan lah harus menunggu hingga pukul 14.50 hingga pesawat AirAsia ke Medan akan terbang. Di saat menunggu inilah saya baru mengabari keluarga di Jawa Timur bahwa saya akan jalan-jalan ke Medan dan cuti seminggu ke depan dan itu pun cuma via SMS. I didn’t even tell them that I would go to Nias. Pffttttt. Bukannya apa ya, tetapi agar mereka tidak khawatir akan perjalanan sendiriku ini. Cukup aku yang khawatir akan nasibku di sana. Setelah SMS mengabari bahwa saya akan ke Medan. Setelah itu, saya mengirimi adik saya SMS yang berisi nama dan nomor polis asuransi yang saya ikuti dan saat dia bertanya tentang maksud SMS saya tadi. Saya balas SMS tersebut saat saya sampai di Medan bahwa saya salah kirim SMS. Pffftttt. Perjalanan ke Nias ini membuatku ketar-ketir, pakai banget. Tapi waktu itu sudahlah bismillah saja semoga semua lancer. Amiiiiiiinnn…

*terbang ke Medan, meninggalkan (sejenak kegalauan dan kegundahan di) Jakarta*