Piknik Asyik di PIK Bagian II

Saya cukup sering berwisata kuliner di PIK, hampir setiap bulan terkadang sebulan bisa dua kali. Pada saat libur Idul Adha di Bulan Oktober lalu, saya menyempatkan diri ke PIK untuk mengunjungi mal PIK Avenue yang baru dibuka. Mal yang baru beberap hari dibuka tersebut ternyata masih cukup berantakan dan belum lengkap selain jaringan toko pakaian dari Jepang dan Swedia yang sudah siap. Akhirnya saya dan teman-teman saya memilih untuk makan di kafe yang berada di ruko-ruko di sekitarnya.

1. Beatrice Quarters. Berlokasi di Ruko Crown Golf, Blok B No. 26, Bukit Golf Mediterania, Jalan Marina Indah Raya, Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Telepon 021-29424926

Saat masuk ke sini terlihat interiornya bagus. Bagi yang tidak merokok, lebih baik memilih tempat duduk di dalam yang ber-AC dan pilih sofa yang dekat pintu ruang dalam karena lebih nyaman dan private.
Beatrice Quarters

Kami mencoba beberapa menu yaitu chicken carbonara rice pizza, fruits dazzling, dan home run. Rice pizzanya enak. Untuk ukuran small seharga 39k tidak terlalu kecil ukurannya dan cukup mengenyangkan dengan rasa keju yang gurih dan topping yang lezat.
Beatrice Quarters

Menu Home Run untuk champion breakfast terdiri salmon, home made protein loaf, 2 jenis jamur, telur, salad yang semuanya enak dan porsi besar. Gak rugi mengeluarkan 79k untuk menu ini.
Beatrice Quarters

Roti panggang yang renyah di luar tapi empuk dan enak dalamnya dengan toping eskrim stroberi, potongan buah stroberi, peach, dan kiwi segar serta macarons yang super manis menjadikan Dazzling fruits menu yang wajib kita coba. Penampilannya cantik dan porsinya juga luar biasa besar. Toilet di sini juga bersih dan bagus. Pelayannya juga ramah dan sangat membantu. Patut dikunjungi.

Beatrice Quarters

2. BC’s Cone. Dessert shop yang berlokasi di

Good place with good interior.

BC's Cone
The place is not too crowded and has a good restroom.
BC's Cone

Its artsy mango cone and black cheesecake ice cream with fresh strawberry, mango and nutella tasted a bit plain but sweet from nutella. Its thai tea ice cream tasted very thai tea and nice.
BC's Cone

  Rambut neneknya heboh dan seru buat foto-foto seperti di dessert shop lain.
BC's Cone

3. Warung Mevvah. Warung Indomie kekinian yang berlokasi di Ruko Crown Golf, Blok B No. 12, Bukit Golf Mediterania, Jl. Marina Indah Raya, Pantai Indah Kapuk, Jakarta ini baru buka beberpa bulan lalu. Ramai kalau sore dan akhir pekan seperti saat kami kunjungi saat itu.

Warung Mevvah

Tempatnya cukup ok dan cukup luas tetapi tidak begitu dingin apalagi yang bagian depan dekat atap kaca.Dengan beberpa interior yang lumayan oke juga buat difoto. Toiletnya standarlah.

Warung Mevvah

Indomie bumbu sate yang saya coba ok lah tetapi kurang greget bumbu satenya. Indomie ayam saos margarinenya lumayan. Sempat mencicipi tester susu mevvah rasa taro yang menurut saya mungkin bisa ditambahkan potongan buah agar agak asam dan lebih ringan rasanya.

Warung Mevvah

4. Do An. Berlokasi di

Karena sudah hampir malam, kami akhirnya pindah ke salah satu tempat favorit saya di PIK yaitu Do An. Hampir setiap ke PIK apalagi bersama teman muslim yang takut mencicipi makanan inti yang mungkin tidak halal maka saya mengajak mereka ke Do An. Pho dan makanan lain di Do An selalu cocok di lidah saya dan nikmat.

Toby’s Estate PIK Avenue

Toby's Estate PIK Avenue

Sebagai kelas bawah mencoba ikut gaya ala-ala menengah ke atas, pengalaman saya pada saat libur Maulid Nabi lalu cukup menyadarkan saya bahwa saya mungkin tidak ada bakat menjadi kelas menengah ngehe, apalagi kelas atas. Dengan berbekal tas punggung, kaos putih aku-kudu-piye, celana jeans, dan sepatu kets, saya bersama Mas W dari Stasiun Bogor menggunakan KRL menuju Stasiun Duri untuk selanjutnya pindah KRL menuju Stasiun Rawa Buaya dan dilanjutkan menggunakan jasa mobil Uber untuk menuju PIK Avenue. Berawal dari melihat foto makanan yang diunggah @eatandtreats di instagram pada Minggu pagi tentang kafe yang baru buka pada hari Sabtu dengan menu seperti foto di atas, saya tiba-tiba ingin meluncur ke PIK Avenue apalagi sudah 2 bulan tidak ke PIK setelah mencoba memasuki PIK Avenue beberapa hari setelah pembukaannya pada awal Oktober lalu. Dengan muka yang tidak begitu segar setelah menempuh perjalanan Bogor-PIK sembari harus berhujan-hujan ria di stasiun mungkin memang kami kurang cocok ngemal.

Toby's Estate PIK Avenue

Ini lah Toby’s Estate yang saya tuju. Mas W sebenarnya kurang sreg dengan kafe ini saat kami akan masuk karena kami sudah kelaparan belum makan siang sedangkan saat itu sekitar pukul 15.30 wib dan sepertinya ini adalah tipe warung kopi dengan makanan yang kurang nampol di perut. Kafe terlihat penuh yang meyakinkan saya kalau ini kafe yang menyajikan makanan dan minuman nikmat. Syukurlah pada saat kami masuk, ada bagian ujung sofa dengan meja bulat yang baru saja kosong sehingga kami tidak perlu mengantre.

Toby's Estate PIK Avenue

Sofa di sebelah kami yang kosong juga langsung diisi pengunjung lain yang sudah mengantre. Bahkan antrean di depan pintu masuk bagian dalam kafe tiba-tiba sudah mengular.
Toby's Estate PIK Avenue
Saya memesan menu sama dengan yang diunggah fotonya oleh @eatandtreats yaitu buttermilk chicken corn fritata dan cappuccino sedangkan Mas W memesan cokelat panas dan kentang goreng dengan keju parmesan dan jamur truffle.
Toby's Estate PIK Avenue
Cekrek-cekrek sana-sini tengok sana-sini tanpa beranjak dari sofa. Pengunjung kafe ini dari bule, om, tante, mbak, mas, dedek gemes, seru lah semua ada.
Toby's Estate PIK Avenue

Tiktok sampai kehabisan sudut yang mau difoto hingga memoto kaki Mbak pengarah layanan kafe yang sibuk mondar-mandir mengantar pengunjung yang baru datang ke kursi yang tersedia dan mengurusi permintaan pelanggan. Saya tengok ke pasangan tetangga sofa sebelah yang datang setelah kami tadi yang ternyata mereka sudah mendapatkan 2 cangkir kopi dan sudah hampir habis. Hmmm! Saya bertanya kepada seorang Mbak pelayan yang sedang menunggu barista meracik kopi yang letaknya di depan kami tentang pesanan kami dan dia bilang kami tunggu saja nanti pesanan kami diantarkan sehingga tidak perlu mengantre (seperti pembeli lain yang membeli untuk dibawa pulang serta banyak juga pengunjung yang berjajar di depan meja saji barista untuk melihat pertunjukan barista meracik kopi).

Toby's Estate PIK Avenue

Yak sip. Tengak-tengok kanan kiri dan instagram lagi.
Toby's Estate PIK Avenue

Belum ada perkembangan setelah hampir 15 menit setelah saya tanyakan nasib pesanan kami ke Mbak pelayanan tadi yang sepertinya semua pelayan memang sedang sibuk banget mengurusi pengunjung yang terus berdatangan. Saya mendatangi Mbak yang tidak memakai seragam pelayan , yang sepertinya manajemen kafe ini meskipun ikut menyajikan dan mondar-mandir seperti pelayan juga. Mbak Sarah namanya. Saya menyampaikan kepada Mbak Sarah kira-kira bagaimana pesanan saya, apa yang harus saya lakukan agar bisa segera mendapat pesanan saya karena saya sudah menunggu lama bahkan pasangan sebelah sudah selesai foto-foto dan hampir selesai menikmati kopi mereka sedangkan kami belum sama sekali mendapatkan pesanan kami. Dengan muka yang masih ceria tetapi mungkin was-was akan diomeli pelanggan kucel dari desa dengan membawa tas punggung besar Mbak Sarah memohon maaf dan menanyakan ulang pesanan kami.

Saya bilang kalau saya memesan menu lupa namanya apa tetapi yang diunggah @eatandtreats di instagram kemarin, kentang goreng dengan keju dan jamur truffle, cappuccino, serta cokelat panas. Mbak Sarah mencatat ulang pesanan kami dan mengatakan sebentar akan dicek.

Saya segera duduk kembali dan menunggu kabar dari Mbak Sarah yang langsung bergerilya. Tak lama berselang Mbak Sarah menghampiri kami dan meminta maaf karena ternyata pesanan kami belum diinput dan minta waktu 15 menit untuk menyelesaikan pesanan kami. Dan saya pun yang sudah kelaparan tetapi sedang tidak selera untuk marah-marah benar-benar hanya senyum-senyum kecut dengan muka pengharapan agar segera saja diolah pesanan kami. Setelah itu Mbak Sarah terlihat langsung menghampiri seorang barista. Mbak Sarah adalah wanita berkacamata berambut pendek yang mengenakan kemeja putih dan celana garis belang-belang hitam putih di foto di bawah ini.

Toby's Estate PIK Avenue

 Saya, yang sudah memantau gerak-gerik setiap orang yang berada di depan kami, melihat seorang Mbak pelayan membawa secangkir kopi ke sofa deretan kami dekat pintu masuk tetapi sepertinya ditolak pengunjung di sofa tersebut karena bukan pesanannya. Sang pelayan kemudian menuju meja kami dan menanyakan apakah kami memesan cappuccino dan segera saja saya iyakan sambil tersenyum kecut.

Toby's Estate PIK Avenue

Beberapa menit kemudian menu @eatandtreats yang saya pesan menghampiri kami. Begitu pun kentang goreng dengan aroma jamur truffle menyerbak akhirnya datang.

Toby's Estate PIK Avenue

Ini dia tampilan lengkap menu pesanan kami sebelum kami memulai makan. Dengan meja yang kecil dan posisi sofa hanya di salah satu bagian meja yang menghadap meja barista, maka saya putuskan untuk memangku makanan pesanan saya saat memakannya. Buttermilk chicken corn fritata ternyata merupakan dadar jagung dengan selada dan 2 potong ayam goreng tepung yang diberi saos keju dan beberapa lembar dadih. Ayam goreng tepungnya rasanya biasa saja karena bumbunya tidak begitu terasa dan tepungnya yang berwarna kecokelatan entahlah tepung apa dan dibumbui. Saladnya enak. Untuk dadar jagungnya menurut saya terlalu asin dan tepungnya terlalu lembek. Untuk versi murah dan lebih cocok dengan lidah saya, mungkin membeli bakwan jagung di warteg lalu diletakkan di dasar piring, ditambah potongan sayur segar dengan 2 potong ayam goreng tepung ala KFC pinggir jalan serta disiram saos mayones akan lebih sesuai ke lidah saya. Kentang gorengnya juga biasa saja sih. Bahkan kalau soal jamur truffle saya langsung ingat pasta krim kedelai dengan minyak jamur truffle di Mottomoo yang berlokasi tidak jauh dari situ yang rasanya cocok banget dengan lidah saya. Saya makan ayam gorengnya dengan mencomot, baru untuk selada dan dadar saya menggunakan sendok. Sing penting wareg, ra urus wong ndelok comot kabeh nganggo tangan lan mangku piring. Bhay.

Toby's Estate PIK Avenue

Tetangga sebelah sofa saja sudah berganti. Mungkin pengunjung sebelah yang sebelumnya kalau meminum kopi seperti saya, glakglek seperti minum air putih jadi cepat habis. Atau memang sudah terlalu lamaaaaaa kami menunggu jadi kopi tetangga sebelah yang sudah difoto dan dinikmati dengan perlahan dan cantik sembari bermesraan sudah habis?

Toby's Estate PIK Avenue

Kopi yang mungkin adalah andalan Toby’s juga baru saya nikmati setelah saya selesai makan sehingga sudah dingin. Rasa kopinya sebenarnya enak tetapi karena saya sudah kesal, maka saat itu saya minta gula cair ke barista agar kopi saya menjadi manis dan lidah saya tidak semakin pahit untuk mengomeli orang. Saya dan Mas W bukan tipe yang akan menyisakan makanan yang kami pesan atau kami dapat, tetapi mungkin karena sudah empet menunggu dan laparnya sudah hilang maka kentang goreng yang katanya favorit dan enak ini menjadi hambar dan kami biarkan tidak habis. Saya sudah tidak berselera.
Toby's Estate PIK Avenue
Sejenak setelah memutuskan untuk tidak menghabiskan kentang goreng, saya masih melihat sekitar. Kali ini saya menghitung ada sekitar 8 gelas kertas kopi yang sepertinya salah pesan atau apa yang menyebabkan kopi-kopi tersebut tidak diambil dan dibiarkan di meja barista sebelum akhirnya digabung dalam 1 nampan untuk ddipisahkan di pinggir meja. Setelah itu saya meminta tagihan kepada pelayanan tetapi sudah bermenit-menit tidak kami dapatkan juga tagihannya. Walhasil, saya yang melihat Mbak Sarah sedang menjaga kasir untuk pembayaran take away memutuskan untuk menyamperinya. Ada seorang pengunjung wanita yang entah memesan kopi apa tetapi mendapatkan kopi yang lain sehingga dia menanyakan nasib kopi itu kepada Mbak Sarah dan Mbak Sarah bilang kalau kopi yang dipegang si Mbak pengunjung tadi for free. Setelah Mbak Sarah beres melayani pengunjung barusan, saya menyakan bisakah saya membayar langsung di sini tanpa harus menunggu tagihan yang sudah saya tunggu tetapi tidak datang-datang juga. Mbak Sarah meminta maaf lagi karena lamanya tagihan. Mungkin Mbak Sarah juga tidak enak karena dari mau memesan sampai bayar saja kok saya jadi ribet gini. Akhirnya dengan tagihan bertuliskan Toby’s Estate 11/12/2016 16.50 T001 A000501 saya bayar tagihan Rp294.525. Terima kasih banyak Mbak Sarah. Pada akhirnya saya hanya bisa menyalahkan diri saya mengapa saya tergoda mengikuti keramaian kafe yang baru buka ini dan begitu mudah terbujuk di sosial media.

Berikut beberapa saran saya untuk Toby’s Estate yang sebentar lagi juga akan buka di sekitar Gunawarman, yang mana mungkin saya akn mencoba mampir pada saat berangkat atau pulang kantor. Mungkin iya mungkin tidak. Karena saya benar-benar masih mendongkol dengan layanan yang saya dapat pekan lalu.

  1. Gunakan sistem antrean misal dengan kertas bernomor atau dicatat rombongan siapa sehingga pada saat penuh dengan pelanggan bisa diketahui pelanggan yang datang dulu yang mana, bukan hanya dengan dijajar berdiri karena tidak mungkin dibuat berbaris lurus tetapi bergerombol.
  2. Penulisan meja dengan jelas sehingga dapat diketahui pengunjung di suatu meja memesan apa bukan hanya berdasar hafalan pelayan dan manajemen yang pada akhirnya memudahkan pelanggan untuk menyebutkan meja tempat dia memesan.
  3. Untuk pengunjung yang membeli untuk dibawa pulang, sebaiknya diatur lebih rapi karena luas antara meja tempat pemesanan, tempat pengunjung berdiri memesan, dengan meja bulat di depan sofa tempat pengunjung yang makan di tempat cukup terbatas, belum lagi untuk lalu lintas pelayan mengantar pesanan.
  4. Jika memang pengunjung berlebih, mungkin lebih baik dibatasi pengunjung yang masuk ke area kafe karena akan semakin membuat semrawut dan pelayanan tidak maksimal. Terlihat beberapa pelayan kebingungan dengan banyaknya pesanan yang akhirnya kesalahan dalam penyajian pesanan.
  5. Manajer harian atau pelayanan khusus untuk mengarahkan layanan harus lebih tanggap terhadap kebutuhan pengunjung. Perhatikan jika ada pengunjung yang belum juga mendapat pesanan setelah sekian lama atau hanya berdiam saja tanpa ada pesanan. Bisa saja belum terlayani atau masih bingung dengan menu yang ada.
  6. Perbanyak senyum dan lebih ramah kepada pengunjung.

Terima kasih.

Piknik Asyik di PIK

1. Mottomoo, Ruko Garden House, Blok B No. 21, Pantai Indah Kapuk, Jakarta
Tempatnya lucu walaupun tidak begitu luas. Meja dan kursinya cukup nyaman buat nongkrong lama. Penerangannya juga oke buat foto-foto.

Chic in PIKHamburg Gratinnya lumayan enak, mungkin kalau pakai pork sauce jadi enak banget. Ini menu favorit di sini lho.
Chic in PIK

Menu pastanya, shoyu cream spaghetti with truffle oil ini adalah pasta paling enak di Jakarta. Porsinya pas dan rasanya luar biasa. Harganya juga standar. Kudu dicobain kalau ke sini.

Chic in PIK2. Martabak Pecenongan 43, berada di Ruko Crown Golf, Blok A No. 30, Bukit Golf Mediterania, PIK.
Tempat yang selalu kukunjungi setiap kali ke PIK. Martabak manisnya enaaaak. Mengembangnya wokeh, manisnya pas, topping coklat kacang keju yang standar saja enak banget. Mahal dikit tetapi bikin nagih lagi dan lagi.
Chic in PIK

3. Shirokuma, letaknya dekat Martabak Pecenongan 43, tepatnya di Ruko Crown Golf Blok A No. 32, Pantai Indah Kapuk, RW.2, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14460. Sempat nyobain parfait matcha, anmitsu, kuro japadog, dan kentang goreng yang semuanya enak dan penyajiannya juga cantik. Tempatnya lumayan ramai dengan anak-anak muda yang nongkrong.

Chic in PIK

4. Shirayuki, di Jl. Pantai Indah Barat, Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Kamal Muara, Penjaringan, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Shirayuki ini juga dessert shop yang selalu ramai dan penuh dengan anak muda. Dessert cantik-cantik utuk difoto dan diunggah di sosial media dengan harga lumayan terjangkau membuat tempat ini populer. Sayang tempatnya agak sempit dan saat itu pelayanannya lambat banget.

Chic in PIK

5. Ohka, Letaknya berdekatan dengan Shirayuki. Sempat nyobain karaage miso ramen dan tonkotsu ramen yang enaaaaak dan ngehits di sini.
Chic in PIKSayang mulai Oktober kemarin Ohka sudah tutup dan sedang persiapan pindah ke lokasi baru di Golden Truly di daerah Gunung Sahari.

Sampai jumpa di Piknik Asyik di PIK selanjutnya.

A Cup of Coffee for A Sane Life

Spring talks

Vogue Italia March 2016, The Food Issue: Spring Talks
Model: Mojang and Mochan
Fotografer: Paminto Meisel
Makeup Artist: Estu McGrath
Hair: Guido Paminto
Set: Estu
Stylist: Franca Soestu
Cover story: A Cup of Coffee for A Sane Life

Ngopi sudah menjadi budaya bagi masyarakat di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kopi. Jika di daerah-daerah banyak kedai kopi tradisional yang menyajikan kopi dan sebagai tempat berbincang-bincang serta main kartu, maka di kota-kota besar kedai ngopi sudah menjadi tempat yang menggabungkan semua hal dalam kedai kopi tradisional dan gaya hidup kekinian sambil misal online, rapat, melepaskan penat setelah ngantor, hingga mengerjakan tugas kuliah atau pun pekerjaan kantor. Dua wanita yang menjadi cover girl ini contohnya. Sebagai wanita karir, mereka terbiasa mampir salah satu kedai kopi setiap pagi untuk membeli satu, dua, atau tiga gelas kopi dan membawanya ke kantor. Di kantor, mereka juga sering meracik kopi atau memesan kopi melalui ojek online agar tetap fit dan cetar berkarya sepanjang hari. Sepulang kantor pun mereka juga sering menikmati kopi di berbagai gerai kopi.

1. Kedai Tjikini, Jalan Cikini Raya 17 Jakarta Pusat.
Kedai kopi ngehits di bilangan Cikini berada di jalur trotoar hall of fame yang bergambar aneka mural batik nan cantik yang membuat kita sudah gemets untuk foto-foto bahkan sebelum masuk ke kedai klasik ini. Semua menu di sini berbau zaman doeloe dengan variasi dari berbagai daerah di Indonesia. Mau pempek ada, mau pisang goreng ada, mau singkong ada, mau pancake juga ada. Kopinya enak. Tempatnya juga enak buat nongkrong.

Tjikini

2. Tanamera Coffee Roastery, Thamrin City Office Park Blok AA No. 7, Jl. Kb. Kacang Raya, Jakarta Pusat.

FoodliciousKopi di sini enak. Enak banget. Suka banget dengan apple crumbled pienya. Soal tempat sih tidak begitu luas di lantai 1 tetapi kita bisa mencoba di lantai 3. Berasa kayak mengunjungi gudang sekaligus pabrik kopi. Salah satu tempat ngopi paling enak.
Foodlicious3. Caribou Coffee, Jalan Senopati No. 52, Jakarta.
Dari luar saja tempatnya terlihat menarik, apalagi saat kita masuk. Ada perapian, sofa-sofa, hingga tangganya pun menarik untuk difoto. Blended caramel, mocha, dan vanila yang kami nikmati dalam ukuran large ini bikin puas banget. Creme brulee-nya enak dan gede. Dan karena di Senopati yang mana cukup dekat dari kantor, maka tempat ini cukup favorit bagi orang sekantor baik dari pagi hari saat menuju kantor hingga untuk berkumpul dan tsurhat setelah pulang kantor.
Foodlicious4. Brownstones Coffee, Jalan. Bintaro Utama 3A, Blok DD12 No. 41, Bintaro.
Tempat ngopi yang baru buka beberapa hari saat kami melakukan pemotretan cover ini dan saat itu masih banyak promo. Tempatnya lumayan luas dengan menyediakan teras hingga tempat bermain anak, jadi serasa nyaman kayak di rumah sendiri gitu. Kopi di sini juga lumayan enak dan dekat banget dari tempat aku tinggal.

Foodlicious

5. Filosofi Kopi Bintaro, Jl. Bintaro Utama 1, Blok F2 No. 6, Bintaro.
Tempat ngopi di jalur utama orang-orang Bintaro yang akan kembali ke Bintaro dari arah pusat kota Jakarta yang baru beberapa bulan dibuka dan merupakan kedai Filosofi Kopi kedua setelah di Melawai. Tempatnya tidak begitu luas seperti halnay yang di Melawai tetapi cukup nyaman untuk nongkrong-nongkrong syantiex dan manja bersama kawan-kawan. Akan lebih nikmat ngopi di sini jika sedang ada Chico Jericho dan Rio Dewanto yang mengunjungi kedai kopi mereka ini. Kopinya enak dan baristanya juga ramah-ramah.

Filosofi Kopi Bintaro6.  Anomali Coffee Senopati, Jl. Senopati No. 9, Jakarta.
Ini dia tempat dua wanita manja nan berkarya nyata merengkuh kopi setiap hari kerja. They do love the coffee in this place sampai berharap Anomali ada di Bintaro.
AnomaliKopi dan makanan di Anomali ini memang enak-enak dengan tempat yang luas dan nyaman. Ada yang indoor maupun outdoor baik di lantai 1 maupun 2. Ada smoking area serta parkir yang cukup tetapi selalu penuh karena memang pengunjungnya selalu banyak dari buka hingga tutup. Meja, kursi, hiasan, serta bangunan di sini kekinian dan instagram-able banget yang membuat suasanan nongkrong ngopi-ngopi cantik makin asyik.
Anomali

Pelangi Restauran Bintaro

Foodlicious

Berada di Bintaro Sektor 5 dekat Cheese Cake Factory. Merupakan restauran yang menyajikan makanan khas Makassar, seafood, dan Chinese food. Suka banget nasi goreng merahnya yang enaaak dan banyak. Mie hokkian, iga bakar, mie titinya juga enaaak. Sambal dan kue-kue di sini juga cocok dengan lidahku. Aku sih doyan banget makan di sini dan jadi salah satu tempat makan favoritku di Bintaro. Kalau bingung mau ngajak kawan yang lagi berkunjung, maka ke Pelangi ini aku kan datang.