Piknik Asyik di PIK Bagian II

Saya cukup sering berwisata kuliner di PIK, hampir setiap bulan terkadang sebulan bisa dua kali. Pada saat libur Idul Adha di Bulan Oktober lalu, saya menyempatkan diri ke PIK untuk mengunjungi mal PIK Avenue yang baru dibuka. Mal yang baru beberap hari dibuka tersebut ternyata masih cukup berantakan dan belum lengkap selain jaringan toko pakaian dari Jepang dan Swedia yang sudah siap. Akhirnya saya dan teman-teman saya memilih untuk makan di kafe yang berada di ruko-ruko di sekitarnya.

1. Beatrice Quarters. Berlokasi di Ruko Crown Golf, Blok B No. 26, Bukit Golf Mediterania, Jalan Marina Indah Raya, Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Telepon 021-29424926

Saat masuk ke sini terlihat interiornya bagus. Bagi yang tidak merokok, lebih baik memilih tempat duduk di dalam yang ber-AC dan pilih sofa yang dekat pintu ruang dalam karena lebih nyaman dan private.
Beatrice Quarters

Kami mencoba beberapa menu yaitu chicken carbonara rice pizza, fruits dazzling, dan home run. Rice pizzanya enak. Untuk ukuran small seharga 39k tidak terlalu kecil ukurannya dan cukup mengenyangkan dengan rasa keju yang gurih dan topping yang lezat.
Beatrice Quarters

Menu Home Run untuk champion breakfast terdiri salmon, home made protein loaf, 2 jenis jamur, telur, salad yang semuanya enak dan porsi besar. Gak rugi mengeluarkan 79k untuk menu ini.
Beatrice Quarters

Roti panggang yang renyah di luar tapi empuk dan enak dalamnya dengan toping eskrim stroberi, potongan buah stroberi, peach, dan kiwi segar serta macarons yang super manis menjadikan Dazzling fruits menu yang wajib kita coba. Penampilannya cantik dan porsinya juga luar biasa besar. Toilet di sini juga bersih dan bagus. Pelayannya juga ramah dan sangat membantu. Patut dikunjungi.

Beatrice Quarters

2. BC’s Cone. Dessert shop yang berlokasi di

Good place with good interior.

BC's Cone
The place is not too crowded and has a good restroom.
BC's Cone

Its artsy mango cone and black cheesecake ice cream with fresh strawberry, mango and nutella tasted a bit plain but sweet from nutella. Its thai tea ice cream tasted very thai tea and nice.
BC's Cone

  Rambut neneknya heboh dan seru buat foto-foto seperti di dessert shop lain.
BC's Cone

3. Warung Mevvah. Warung Indomie kekinian yang berlokasi di Ruko Crown Golf, Blok B No. 12, Bukit Golf Mediterania, Jl. Marina Indah Raya, Pantai Indah Kapuk, Jakarta ini baru buka beberpa bulan lalu. Ramai kalau sore dan akhir pekan seperti saat kami kunjungi saat itu.

Warung Mevvah

Tempatnya cukup ok dan cukup luas tetapi tidak begitu dingin apalagi yang bagian depan dekat atap kaca.Dengan beberpa interior yang lumayan oke juga buat difoto. Toiletnya standarlah.

Warung Mevvah

Indomie bumbu sate yang saya coba ok lah tetapi kurang greget bumbu satenya. Indomie ayam saos margarinenya lumayan. Sempat mencicipi tester susu mevvah rasa taro yang menurut saya mungkin bisa ditambahkan potongan buah agar agak asam dan lebih ringan rasanya.

Warung Mevvah

4. Do An. Berlokasi di

Karena sudah hampir malam, kami akhirnya pindah ke salah satu tempat favorit saya di PIK yaitu Do An. Hampir setiap ke PIK apalagi bersama teman muslim yang takut mencicipi makanan inti yang mungkin tidak halal maka saya mengajak mereka ke Do An. Pho dan makanan lain di Do An selalu cocok di lidah saya dan nikmat.

Toby’s Estate PIK Avenue

Toby's Estate PIK Avenue

Sebagai kelas bawah mencoba ikut gaya ala-ala menengah ke atas, pengalaman saya pada saat libur Maulid Nabi lalu cukup menyadarkan saya bahwa saya mungkin tidak ada bakat menjadi kelas menengah ngehe, apalagi kelas atas. Dengan berbekal tas punggung, kaos putih aku-kudu-piye, celana jeans, dan sepatu kets, saya bersama Mas W dari Stasiun Bogor menggunakan KRL menuju Stasiun Duri untuk selanjutnya pindah KRL menuju Stasiun Rawa Buaya dan dilanjutkan menggunakan jasa mobil Uber untuk menuju PIK Avenue. Berawal dari melihat foto makanan yang diunggah @eatandtreats di instagram pada Minggu pagi tentang kafe yang baru buka pada hari Sabtu dengan menu seperti foto di atas, saya tiba-tiba ingin meluncur ke PIK Avenue apalagi sudah 2 bulan tidak ke PIK setelah mencoba memasuki PIK Avenue beberapa hari setelah pembukaannya pada awal Oktober lalu. Dengan muka yang tidak begitu segar setelah menempuh perjalanan Bogor-PIK sembari harus berhujan-hujan ria di stasiun mungkin memang kami kurang cocok ngemal.

Toby's Estate PIK Avenue

Ini lah Toby’s Estate yang saya tuju. Mas W sebenarnya kurang sreg dengan kafe ini saat kami akan masuk karena kami sudah kelaparan belum makan siang sedangkan saat itu sekitar pukul 15.30 wib dan sepertinya ini adalah tipe warung kopi dengan makanan yang kurang nampol di perut. Kafe terlihat penuh yang meyakinkan saya kalau ini kafe yang menyajikan makanan dan minuman nikmat. Syukurlah pada saat kami masuk, ada bagian ujung sofa dengan meja bulat yang baru saja kosong sehingga kami tidak perlu mengantre.

Toby's Estate PIK Avenue

Sofa di sebelah kami yang kosong juga langsung diisi pengunjung lain yang sudah mengantre. Bahkan antrean di depan pintu masuk bagian dalam kafe tiba-tiba sudah mengular.
Toby's Estate PIK Avenue
Saya memesan menu sama dengan yang diunggah fotonya oleh @eatandtreats yaitu buttermilk chicken corn fritata dan cappuccino sedangkan Mas W memesan cokelat panas dan kentang goreng dengan keju parmesan dan jamur truffle.
Toby's Estate PIK Avenue
Cekrek-cekrek sana-sini tengok sana-sini tanpa beranjak dari sofa. Pengunjung kafe ini dari bule, om, tante, mbak, mas, dedek gemes, seru lah semua ada.
Toby's Estate PIK Avenue

Tiktok sampai kehabisan sudut yang mau difoto hingga memoto kaki Mbak pengarah layanan kafe yang sibuk mondar-mandir mengantar pengunjung yang baru datang ke kursi yang tersedia dan mengurusi permintaan pelanggan. Saya tengok ke pasangan tetangga sofa sebelah yang datang setelah kami tadi yang ternyata mereka sudah mendapatkan 2 cangkir kopi dan sudah hampir habis. Hmmm! Saya bertanya kepada seorang Mbak pelayan yang sedang menunggu barista meracik kopi yang letaknya di depan kami tentang pesanan kami dan dia bilang kami tunggu saja nanti pesanan kami diantarkan sehingga tidak perlu mengantre (seperti pembeli lain yang membeli untuk dibawa pulang serta banyak juga pengunjung yang berjajar di depan meja saji barista untuk melihat pertunjukan barista meracik kopi).

Toby's Estate PIK Avenue

Yak sip. Tengak-tengok kanan kiri dan instagram lagi.
Toby's Estate PIK Avenue

Belum ada perkembangan setelah hampir 15 menit setelah saya tanyakan nasib pesanan kami ke Mbak pelayanan tadi yang sepertinya semua pelayan memang sedang sibuk banget mengurusi pengunjung yang terus berdatangan. Saya mendatangi Mbak yang tidak memakai seragam pelayan , yang sepertinya manajemen kafe ini meskipun ikut menyajikan dan mondar-mandir seperti pelayan juga. Mbak Sarah namanya. Saya menyampaikan kepada Mbak Sarah kira-kira bagaimana pesanan saya, apa yang harus saya lakukan agar bisa segera mendapat pesanan saya karena saya sudah menunggu lama bahkan pasangan sebelah sudah selesai foto-foto dan hampir selesai menikmati kopi mereka sedangkan kami belum sama sekali mendapatkan pesanan kami. Dengan muka yang masih ceria tetapi mungkin was-was akan diomeli pelanggan kucel dari desa dengan membawa tas punggung besar Mbak Sarah memohon maaf dan menanyakan ulang pesanan kami.

Saya bilang kalau saya memesan menu lupa namanya apa tetapi yang diunggah @eatandtreats di instagram kemarin, kentang goreng dengan keju dan jamur truffle, cappuccino, serta cokelat panas. Mbak Sarah mencatat ulang pesanan kami dan mengatakan sebentar akan dicek.

Saya segera duduk kembali dan menunggu kabar dari Mbak Sarah yang langsung bergerilya. Tak lama berselang Mbak Sarah menghampiri kami dan meminta maaf karena ternyata pesanan kami belum diinput dan minta waktu 15 menit untuk menyelesaikan pesanan kami. Dan saya pun yang sudah kelaparan tetapi sedang tidak selera untuk marah-marah benar-benar hanya senyum-senyum kecut dengan muka pengharapan agar segera saja diolah pesanan kami. Setelah itu Mbak Sarah terlihat langsung menghampiri seorang barista. Mbak Sarah adalah wanita berkacamata berambut pendek yang mengenakan kemeja putih dan celana garis belang-belang hitam putih di foto di bawah ini.

Toby's Estate PIK Avenue

 Saya, yang sudah memantau gerak-gerik setiap orang yang berada di depan kami, melihat seorang Mbak pelayan membawa secangkir kopi ke sofa deretan kami dekat pintu masuk tetapi sepertinya ditolak pengunjung di sofa tersebut karena bukan pesanannya. Sang pelayan kemudian menuju meja kami dan menanyakan apakah kami memesan cappuccino dan segera saja saya iyakan sambil tersenyum kecut.

Toby's Estate PIK Avenue

Beberapa menit kemudian menu @eatandtreats yang saya pesan menghampiri kami. Begitu pun kentang goreng dengan aroma jamur truffle menyerbak akhirnya datang.

Toby's Estate PIK Avenue

Ini dia tampilan lengkap menu pesanan kami sebelum kami memulai makan. Dengan meja yang kecil dan posisi sofa hanya di salah satu bagian meja yang menghadap meja barista, maka saya putuskan untuk memangku makanan pesanan saya saat memakannya. Buttermilk chicken corn fritata ternyata merupakan dadar jagung dengan selada dan 2 potong ayam goreng tepung yang diberi saos keju dan beberapa lembar dadih. Ayam goreng tepungnya rasanya biasa saja karena bumbunya tidak begitu terasa dan tepungnya yang berwarna kecokelatan entahlah tepung apa dan dibumbui. Saladnya enak. Untuk dadar jagungnya menurut saya terlalu asin dan tepungnya terlalu lembek. Untuk versi murah dan lebih cocok dengan lidah saya, mungkin membeli bakwan jagung di warteg lalu diletakkan di dasar piring, ditambah potongan sayur segar dengan 2 potong ayam goreng tepung ala KFC pinggir jalan serta disiram saos mayones akan lebih sesuai ke lidah saya. Kentang gorengnya juga biasa saja sih. Bahkan kalau soal jamur truffle saya langsung ingat pasta krim kedelai dengan minyak jamur truffle di Mottomoo yang berlokasi tidak jauh dari situ yang rasanya cocok banget dengan lidah saya. Saya makan ayam gorengnya dengan mencomot, baru untuk selada dan dadar saya menggunakan sendok. Sing penting wareg, ra urus wong ndelok comot kabeh nganggo tangan lan mangku piring. Bhay.

Toby's Estate PIK Avenue

Tetangga sebelah sofa saja sudah berganti. Mungkin pengunjung sebelah yang sebelumnya kalau meminum kopi seperti saya, glakglek seperti minum air putih jadi cepat habis. Atau memang sudah terlalu lamaaaaaa kami menunggu jadi kopi tetangga sebelah yang sudah difoto dan dinikmati dengan perlahan dan cantik sembari bermesraan sudah habis?

Toby's Estate PIK Avenue

Kopi yang mungkin adalah andalan Toby’s juga baru saya nikmati setelah saya selesai makan sehingga sudah dingin. Rasa kopinya sebenarnya enak tetapi karena saya sudah kesal, maka saat itu saya minta gula cair ke barista agar kopi saya menjadi manis dan lidah saya tidak semakin pahit untuk mengomeli orang. Saya dan Mas W bukan tipe yang akan menyisakan makanan yang kami pesan atau kami dapat, tetapi mungkin karena sudah empet menunggu dan laparnya sudah hilang maka kentang goreng yang katanya favorit dan enak ini menjadi hambar dan kami biarkan tidak habis. Saya sudah tidak berselera.
Toby's Estate PIK Avenue
Sejenak setelah memutuskan untuk tidak menghabiskan kentang goreng, saya masih melihat sekitar. Kali ini saya menghitung ada sekitar 8 gelas kertas kopi yang sepertinya salah pesan atau apa yang menyebabkan kopi-kopi tersebut tidak diambil dan dibiarkan di meja barista sebelum akhirnya digabung dalam 1 nampan untuk ddipisahkan di pinggir meja. Setelah itu saya meminta tagihan kepada pelayanan tetapi sudah bermenit-menit tidak kami dapatkan juga tagihannya. Walhasil, saya yang melihat Mbak Sarah sedang menjaga kasir untuk pembayaran take away memutuskan untuk menyamperinya. Ada seorang pengunjung wanita yang entah memesan kopi apa tetapi mendapatkan kopi yang lain sehingga dia menanyakan nasib kopi itu kepada Mbak Sarah dan Mbak Sarah bilang kalau kopi yang dipegang si Mbak pengunjung tadi for free. Setelah Mbak Sarah beres melayani pengunjung barusan, saya menyakan bisakah saya membayar langsung di sini tanpa harus menunggu tagihan yang sudah saya tunggu tetapi tidak datang-datang juga. Mbak Sarah meminta maaf lagi karena lamanya tagihan. Mungkin Mbak Sarah juga tidak enak karena dari mau memesan sampai bayar saja kok saya jadi ribet gini. Akhirnya dengan tagihan bertuliskan Toby’s Estate 11/12/2016 16.50 T001 A000501 saya bayar tagihan Rp294.525. Terima kasih banyak Mbak Sarah. Pada akhirnya saya hanya bisa menyalahkan diri saya mengapa saya tergoda mengikuti keramaian kafe yang baru buka ini dan begitu mudah terbujuk di sosial media.

Berikut beberapa saran saya untuk Toby’s Estate yang sebentar lagi juga akan buka di sekitar Gunawarman, yang mana mungkin saya akn mencoba mampir pada saat berangkat atau pulang kantor. Mungkin iya mungkin tidak. Karena saya benar-benar masih mendongkol dengan layanan yang saya dapat pekan lalu.

  1. Gunakan sistem antrean misal dengan kertas bernomor atau dicatat rombongan siapa sehingga pada saat penuh dengan pelanggan bisa diketahui pelanggan yang datang dulu yang mana, bukan hanya dengan dijajar berdiri karena tidak mungkin dibuat berbaris lurus tetapi bergerombol.
  2. Penulisan meja dengan jelas sehingga dapat diketahui pengunjung di suatu meja memesan apa bukan hanya berdasar hafalan pelayan dan manajemen yang pada akhirnya memudahkan pelanggan untuk menyebutkan meja tempat dia memesan.
  3. Untuk pengunjung yang membeli untuk dibawa pulang, sebaiknya diatur lebih rapi karena luas antara meja tempat pemesanan, tempat pengunjung berdiri memesan, dengan meja bulat di depan sofa tempat pengunjung yang makan di tempat cukup terbatas, belum lagi untuk lalu lintas pelayan mengantar pesanan.
  4. Jika memang pengunjung berlebih, mungkin lebih baik dibatasi pengunjung yang masuk ke area kafe karena akan semakin membuat semrawut dan pelayanan tidak maksimal. Terlihat beberapa pelayan kebingungan dengan banyaknya pesanan yang akhirnya kesalahan dalam penyajian pesanan.
  5. Manajer harian atau pelayanan khusus untuk mengarahkan layanan harus lebih tanggap terhadap kebutuhan pengunjung. Perhatikan jika ada pengunjung yang belum juga mendapat pesanan setelah sekian lama atau hanya berdiam saja tanpa ada pesanan. Bisa saja belum terlayani atau masih bingung dengan menu yang ada.
  6. Perbanyak senyum dan lebih ramah kepada pengunjung.

Terima kasih.

Lapar di Bogor

Postingan ini sudah lama saya buat draftnya tetapi lupa belum diposting ternyata. #ngok #alaala

Berawal dari keinginan untuk menengok Bu Joko yang sedang sakit, saya dan Bunda Hani janjian untuk jalan-jalan dan makan-makan di sekitar Kota Bogor. Dengan menggunakan KRL, saya mendatangi Bogor yang kemudian dijemput Bunda di stasiun.

Foodlicious

Tujuan pertama kami adalah ke RM Kebuli di Jl. Jenderal Sudirman No. 14A, Bogor. Porsi nasi kebuli dan nasi goreng yang kami pesan lumayan banyak dan rasanya juga lumayan enak.

Foodlicious

Lidah saya sih lebih suka dengan Nasi Kebuli bang Moch di Arinda, Tangerang Selatan. Bumbu di bang Moch lebih ciamiiiik. Apalagi nasi goreng rempahnya… nyaaammm…  Ini penampakan di Bang Moch.

Foodlicious

Cukup jauh berpindah dari nasi kebuli, kami sebenarnya ingin mencicipi makanan di salah satu kafe, tetapi kafe tersebut sedang tutup. Mampirlah kami ke Two Stories di Jalan Pajajaran Indah V No. 7, Cilendek Timur, Bogor yang ramai sekali siang itu. Konsep bangunan beberapa lantai ada yang indoor, outdoor dan rooftopnya sangat menarik. Variasi makanan dan minuman yang disajikan membuat tempat ini ngeheits di Bogor. Mau nongkrong sama abang gebetan di sini juga bisa. Ada live music juga jika kita sedang beruntung.

Foodlicious

Selanjutnya kami menuju kedai pojok entahlah di dekat Sop Duren Lodaya yang kata Bunda enak dan ada yang jual klapertart. rencananya sih mau bawain Bu Joko klapertart tetapi ternyata tidak ada yang jual klapertaart dan malah beli kwetiau dan eskrim matcha low cost yang lumayan ini.

Foodlicious

Tidak jauh dari kedai pojok, kami ke Sop Duren Lodaya. Sop duren inisempat ngeheits beberapa saat lalu saat berkolaborasi dengan Tante Farah Quinn. Rasa sop durennya lumayan, walaupun es batunya agak mengganggu bagi saya dan mungkin lebih baik diganti es serut atau es batu yang lebih kecil. Rasa keju malah terlalu dominan dan menutupi durian yang porsinya tidak lebih banyak daripada keju dan es batu.

Foodlicious

Perjalanan ke Bogor kali ini tumben banget tidak mampir ke Kedai Kita yang biasanya selalu menjadi tempat favorit jika ke Bogor. Akhirnya kami baru meluncur ke kediaman Bu Joko menjelang maghrib untuk menjenguknya. Sehat selalu Bu Joko dan kita semua…

Piknik Asyik di PIK

1. Mottomoo, Ruko Garden House, Blok B No. 21, Pantai Indah Kapuk, Jakarta
Tempatnya lucu walaupun tidak begitu luas. Meja dan kursinya cukup nyaman buat nongkrong lama. Penerangannya juga oke buat foto-foto.

Chic in PIKHamburg Gratinnya lumayan enak, mungkin kalau pakai pork sauce jadi enak banget. Ini menu favorit di sini lho.
Chic in PIK

Menu pastanya, shoyu cream spaghetti with truffle oil ini adalah pasta paling enak di Jakarta. Porsinya pas dan rasanya luar biasa. Harganya juga standar. Kudu dicobain kalau ke sini.

Chic in PIK2. Martabak Pecenongan 43, berada di Ruko Crown Golf, Blok A No. 30, Bukit Golf Mediterania, PIK.
Tempat yang selalu kukunjungi setiap kali ke PIK. Martabak manisnya enaaaak. Mengembangnya wokeh, manisnya pas, topping coklat kacang keju yang standar saja enak banget. Mahal dikit tetapi bikin nagih lagi dan lagi.
Chic in PIK

3. Shirokuma, letaknya dekat Martabak Pecenongan 43, tepatnya di Ruko Crown Golf Blok A No. 32, Pantai Indah Kapuk, RW.2, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14460. Sempat nyobain parfait matcha, anmitsu, kuro japadog, dan kentang goreng yang semuanya enak dan penyajiannya juga cantik. Tempatnya lumayan ramai dengan anak-anak muda yang nongkrong.

Chic in PIK

4. Shirayuki, di Jl. Pantai Indah Barat, Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Kamal Muara, Penjaringan, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Shirayuki ini juga dessert shop yang selalu ramai dan penuh dengan anak muda. Dessert cantik-cantik utuk difoto dan diunggah di sosial media dengan harga lumayan terjangkau membuat tempat ini populer. Sayang tempatnya agak sempit dan saat itu pelayanannya lambat banget.

Chic in PIK

5. Ohka, Letaknya berdekatan dengan Shirayuki. Sempat nyobain karaage miso ramen dan tonkotsu ramen yang enaaaaak dan ngehits di sini.
Chic in PIKSayang mulai Oktober kemarin Ohka sudah tutup dan sedang persiapan pindah ke lokasi baru di Golden Truly di daerah Gunung Sahari.

Sampai jumpa di Piknik Asyik di PIK selanjutnya.

A Cup of Coffee for A Sane Life

Spring talks

Vogue Italia March 2016, The Food Issue: Spring Talks
Model: Mojang and Mochan
Fotografer: Paminto Meisel
Makeup Artist: Estu McGrath
Hair: Guido Paminto
Set: Estu
Stylist: Franca Soestu
Cover story: A Cup of Coffee for A Sane Life

Ngopi sudah menjadi budaya bagi masyarakat di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kopi. Jika di daerah-daerah banyak kedai kopi tradisional yang menyajikan kopi dan sebagai tempat berbincang-bincang serta main kartu, maka di kota-kota besar kedai ngopi sudah menjadi tempat yang menggabungkan semua hal dalam kedai kopi tradisional dan gaya hidup kekinian sambil misal online, rapat, melepaskan penat setelah ngantor, hingga mengerjakan tugas kuliah atau pun pekerjaan kantor. Dua wanita yang menjadi cover girl ini contohnya. Sebagai wanita karir, mereka terbiasa mampir salah satu kedai kopi setiap pagi untuk membeli satu, dua, atau tiga gelas kopi dan membawanya ke kantor. Di kantor, mereka juga sering meracik kopi atau memesan kopi melalui ojek online agar tetap fit dan cetar berkarya sepanjang hari. Sepulang kantor pun mereka juga sering menikmati kopi di berbagai gerai kopi.

1. Kedai Tjikini, Jalan Cikini Raya 17 Jakarta Pusat.
Kedai kopi ngehits di bilangan Cikini berada di jalur trotoar hall of fame yang bergambar aneka mural batik nan cantik yang membuat kita sudah gemets untuk foto-foto bahkan sebelum masuk ke kedai klasik ini. Semua menu di sini berbau zaman doeloe dengan variasi dari berbagai daerah di Indonesia. Mau pempek ada, mau pisang goreng ada, mau singkong ada, mau pancake juga ada. Kopinya enak. Tempatnya juga enak buat nongkrong.

Tjikini

2. Tanamera Coffee Roastery, Thamrin City Office Park Blok AA No. 7, Jl. Kb. Kacang Raya, Jakarta Pusat.

FoodliciousKopi di sini enak. Enak banget. Suka banget dengan apple crumbled pienya. Soal tempat sih tidak begitu luas di lantai 1 tetapi kita bisa mencoba di lantai 3. Berasa kayak mengunjungi gudang sekaligus pabrik kopi. Salah satu tempat ngopi paling enak.
Foodlicious3. Caribou Coffee, Jalan Senopati No. 52, Jakarta.
Dari luar saja tempatnya terlihat menarik, apalagi saat kita masuk. Ada perapian, sofa-sofa, hingga tangganya pun menarik untuk difoto. Blended caramel, mocha, dan vanila yang kami nikmati dalam ukuran large ini bikin puas banget. Creme brulee-nya enak dan gede. Dan karena di Senopati yang mana cukup dekat dari kantor, maka tempat ini cukup favorit bagi orang sekantor baik dari pagi hari saat menuju kantor hingga untuk berkumpul dan tsurhat setelah pulang kantor.
Foodlicious4. Brownstones Coffee, Jalan. Bintaro Utama 3A, Blok DD12 No. 41, Bintaro.
Tempat ngopi yang baru buka beberapa hari saat kami melakukan pemotretan cover ini dan saat itu masih banyak promo. Tempatnya lumayan luas dengan menyediakan teras hingga tempat bermain anak, jadi serasa nyaman kayak di rumah sendiri gitu. Kopi di sini juga lumayan enak dan dekat banget dari tempat aku tinggal.

Foodlicious

5. Filosofi Kopi Bintaro, Jl. Bintaro Utama 1, Blok F2 No. 6, Bintaro.
Tempat ngopi di jalur utama orang-orang Bintaro yang akan kembali ke Bintaro dari arah pusat kota Jakarta yang baru beberapa bulan dibuka dan merupakan kedai Filosofi Kopi kedua setelah di Melawai. Tempatnya tidak begitu luas seperti halnay yang di Melawai tetapi cukup nyaman untuk nongkrong-nongkrong syantiex dan manja bersama kawan-kawan. Akan lebih nikmat ngopi di sini jika sedang ada Chico Jericho dan Rio Dewanto yang mengunjungi kedai kopi mereka ini. Kopinya enak dan baristanya juga ramah-ramah.

Filosofi Kopi Bintaro6.  Anomali Coffee Senopati, Jl. Senopati No. 9, Jakarta.
Ini dia tempat dua wanita manja nan berkarya nyata merengkuh kopi setiap hari kerja. They do love the coffee in this place sampai berharap Anomali ada di Bintaro.
AnomaliKopi dan makanan di Anomali ini memang enak-enak dengan tempat yang luas dan nyaman. Ada yang indoor maupun outdoor baik di lantai 1 maupun 2. Ada smoking area serta parkir yang cukup tetapi selalu penuh karena memang pengunjungnya selalu banyak dari buka hingga tutup. Meja, kursi, hiasan, serta bangunan di sini kekinian dan instagram-able banget yang membuat suasanan nongkrong ngopi-ngopi cantik makin asyik.
Anomali

Pelangi Restauran Bintaro

Foodlicious

Berada di Bintaro Sektor 5 dekat Cheese Cake Factory. Merupakan restauran yang menyajikan makanan khas Makassar, seafood, dan Chinese food. Suka banget nasi goreng merahnya yang enaaak dan banyak. Mie hokkian, iga bakar, mie titinya juga enaaak. Sambal dan kue-kue di sini juga cocok dengan lidahku. Aku sih doyan banget makan di sini dan jadi salah satu tempat makan favoritku di Bintaro. Kalau bingung mau ngajak kawan yang lagi berkunjung, maka ke Pelangi ini aku kan datang.

Tempat Makan di Sekitar Stasiun Kota Malang

Kota Malang sekarang sudah menjadi kota metropolitan di Jawa Timur selain Surabaya. Dengan pembangunan yang terus-menerus, kemacetan yang meningkat, kota pelajar, kota wisata, hingga kulinernya yang tersohor, serta biaya hidup yang lumayan terjangkau membuat kota ini menjadi kota favorit banyak orang untuk tinggal maupun berwisata. Begitu pun saya yang ingin kembali ke kota tempat saya lahir dan tumbuh dewasa ini. Malang menyimpan berbagai pesona kuliner yang menggugah selera. Dengan frekuensi mudik yang hanya sekali-dua kali setiap tahun, saya mempunyai beberapa tempat makan atau tempat nongkrong favorit yang rutin saya kunjungi di kota ini. Masih banyak tempat favorit saya tetapi karena keterbatasan waktu dan hari libur yang saya miliki maka biarkan saja perut saya membuncit maksimal dalam beberapa jam tersebut. Berikut  beberapa tempat makan di sekitar Stasiun Kota Malang yang saya kunjungi saat libur lebaran di bulan Juli 2015 kemarin.

    1. Depot Pangsit Mie Bromo Pojok.

Berlokasi di Jalan Pattimura No.53, Kota Malang, Jawa Timur 65119, Indonesia, telepon +62 341 327853 tidak jauh dari Stasiun Kota Malang. Ke luar stasiun, jalan ke arah kanan sampai bertemu perempatan Klojen, lalu belok ke kiri sekitar 100 meter dan sampai tempat ini deh. Saya tiba di tempat ini sekitar pukul 10.00 wib yang mana sambil membunuh waktu untuk menunggu Dince dan Ceu Jojo. Saya suka mie pangsit jamurnya. Es campur artistik warna-warninya juga enak dan cantik untuk difoto. Harga seporsi mie pangsit di sini sekitar Rp15.000-20.000. Di dekat mie pangsit ini ada Hotel Helios yang terkenal sebagai hotel backpacker bagi para bule yang singgah di Malang sebelum ke Bromo atau Bali.

Mie Bromo2. Es Campur Jl. Dr Sutomo

Lokasinya dari perempatan Klojen ke arah SMPN 3 Malang, setelah Surabi Imut di kiri jalan dekat pertigaan Jalan Sutomo. Es campur ini dijual oleh sepasang kakek-nenek yang dulunya bekerja sebagai tukang foto di sebuah studio foto di Kota Malang. Harga semangkok es campur ini hanya Rp4.000,00 padahal isinya lumayan lengkap dari cincau, blewah, dawet, tapai singkong, dan roti. Di Jakarta mah uang Rp4.000 cuma dapat es teh tawar. Di tempat ini kalau malam digunakan sebagai warung jagung dan roti bakar yang buka hingga dini hari yang mana juga enak dan murah meriah.

es campur

3. Bakso Bakar Pak Man.

Terletak di Jalan Diponegoro No. 19, Jawa Timur 65111, Indonesia telepon 0818-388-193, dekat SMPN 3 Malang. Pengunjung bakso bakar ini luar biasa banyak terutama pada saat jam makan siang, padahal tempatnya tidak begitu luas dan harus cepet-cepetan berburu tempat duduk seperti di Es Krim Ragusa, Jakarta. Bakso bakar ini bakal ludes sekitar pukul 15.00 wib jadi jangan terlalu sore jika ingin datang menikmatinya.

bakso Bakar pak Man (2)

Beberapa tahun yang lalu harga sebuah bakso bakar masih Rp1.000 tetapi sekarang sudah Rp3.000,00 per buah. Padahal ya bo’ sekali makan di sini saya saya bisa menghabiskan sekitar 15-20 buah bakso bakar. Gak nampol kalau di sini tidak makan bakso bakar pedasnya. 😀

bakso Bakar pak Man (1)

4. Restauran Melati Hotel Tugu.

Berlokasi di Hotel Tugu, ke luar stasiun langsung jalan lurus ke depan ke arah Balai Kota Malang dan Alun-Alun Tugu. Dengan tempat yang indah, romantis, dan cukup eksklusif menjadikan restauran ini patut dicoba sekali-kali. Deep fried banana with rum raisin ice cream yang saya pesan ini harganya untuk level Kota Malang cukup mencekik leher. Seporsinya hampir Rp50.000,00. Memang enak dan tampilan yang cantik pula.

Resto Melati Tugu (1)

Kalau Dina memesan orange delight yang juga cantik, enak, dan harganya sama dengan pisang goreng saya tadi.

Resto Melati Tugu (2)

Ceu Jojo memesan es cincau dengan harga hampir Rp30.000. Di Malang bisa dapat 8 gelas besar es cincau yang di pinggir jalan kali. Itungan banget ya. Bakmi goreng di sini kata Ceu Jojo rasanya endeus banget. gak heran sih saat melihat tante di meja sebelah menikmati dengan sangat bakmi tersebut.

Resto Melati Tugu (3)

5. Rawon Tessy

Berlokasi di Jalan Embong Brantas, ke luar stasiun langsung belok kiri ke arah penjual helm yang berjajar di samping stasiun. Saya sangat menyukai rawon ini walaupun menurut lidah saya rasanya sudah agak berubah dibanding dulu. Mungkin lidah saya saja yang sudah terkontaminasi dan jarang merasakan makanan Malang. jangan lupa menambahkan perkedel dan tempe goreng bugil tanpa tepung yang menjadi pelengkap rawon ini. Seporsinya Rp15.000. Jika ingin memesan bisa menghubungi Pak Ahmad di nomor 0838-34839-881. Buka dari pagi untuk sarapan hingga larut malam warung ini.
Rawon Tessy

Lima tempat makan di atas saya kunjungi dari pukul 10.00 wib hingga 16.30 wib dalam kondisi saya sudah sarapan sebelum berangkat. Mau gak buncit gimana lah.

6. Bakso Pak Dulmanan

Beberapa hari sebelum wisata kuliner di atas, saya juga sempat nongkrong di sekitar stasiun Kota Malang setelah rumpi-rumpi juga dengan Ceu Jojo dan Dina di Matos. Bakso ini berada sekitar 10 meter di dekat pintu keluar stasiun ke arah kiri.Yang enak dari depot ini adalah siomay alias sumehnya. Sayang malam itu siomaynya sudah habis.

Bakso P. Dulmanan (2)

Ceu Jojo dan BFF-nya.

Bakso P. Dulmanan (1)

7. Java Dancer Coffe

Berlokasi di Jl. Kahuripan No. 12, Klojen, Malang, Jawa Timur 65111, di seberang Hotel Tugu, telepon 0341-351688.

Java Dancer Coffee (3)

Daftar menu di Java Dancer Coffee.

Java Dancer Coffee (2)

Daftar menu di Java Dancer Coffee. (2)

Java Dancer Coffee (1)

Suasana di tempat ngopi dan nyemil yang ngeheits ini asyik, romantis, etnis, dan penuh dengan pengunjung. Tempatnya berada di pelataran Hotel Kartika Kusuma sehingga toilet pun juga numpang di hotel tersebut.

Java Dancer Coffee (7)

Ini entah kopi yang dipesan Dina atau Ceu Jojo dan apa namanya saya lupa. -,-
Java Dancer Coffee (5)

Ini juga entah kopi siapa. Jamur goreng tepung dan tahu goreng di sini endeus juga.

Java Dancer Coffee (4)

8. Depot Rujak Pojok

Dari pintu keluar staisun ke arah kiri sekitar 50 meter, berada di pojokan Jalan Pajajaran arah SMAN 3 Malang. Rujak dan gorengan di sini endeusss deh.

9. Bakso Priangan Mang Yayat

Berlokasi setelah Depot Rujak Pojok arah perempatan Klojen. Saya sering menikmati bakso ini sembari menunggu dijemput pulang atau menunggu angkot yang biasanya ngetem tidak jauh dari sini.

10. Warna-Warni

Tempat makan lain yang saya sukai di sekitar perempatan Klojen dan Stasiun Kota Malang adalah Warna-Warni. tempat gaul anak sekolahan dari zaman dulu kala saat warung ini masih berada di seberang stasiun sebelum akhirnya pindah ke dekat perempatan Klojen. Menu di Warna-Warni sih biasa saja cuma karena enak dipakai nongkrong dan harganya lumayan bersahabat terutama untuk pelajar maka tempat ini pernah menjadi tempat nongkrong ngeheits pada masa itu.

11. Restauran Inggil

Letaknya di Jalan Gadjah Mada Nomor 4, sekitar 100 meter dari pintu keluar stasiun ke arah kiri lalu belok kanan sedikit, telepon 0341-332110. Merupakan perpaduan museum dan restauran dengan suasana tempo dulu dan cukup magis. Makanan di sini juga enak-enak dengan harga tidak semahal Restauran Melati. Saya pernah ke sini untuk makan siang bersama beberapa orang yang mana ada yang bisa melihat hal-hal gaib. Setelah kami makan ada yang ke toilet bilang kalau ke kami saat kembali bahwa gamelan yang ada di panggung bergerak-gerak dan ada yang nungguin. Gleg dan kami yang orang biasa pada pandang-pandangan. Yang penting makanannya enak, terjangkau, dan kita bisa menikmati suasana tempo dulu dengan berbagai pernak-pernik kuno, foto Malang tempo dulu, hingga topeng khas Malang yang dipajang serta berbagai suvenir yang bisa kita beli.

 

Visit Kuningan dan Cirebon 2015

Denpe sudah hampir 4 jam berada di Cirebon menunggu saya dari Purwokerto. Dia sudah ke masjid di Keraton Kasepuhan dan muter-muter Cirebon dengan becak sebelum akhirnya berhenti di Masjid Attaqwa untuk menunggu saya.

Cirebon (1)Kami dijemput Pak Pres, Bu Pres, dan Riri untuk berkeliling Kota Cirebon, kota yang telah saya tinggalkan 5,5 tahun setelah sempat tinggal di sana 2,5 tahun sejak pertengahan 2007. Saya usul kepada Pak Pres agar kami ke Kuningan saja, makan malam di Rumah Makan Laksana, di dekat Pemndian Sangkanurip. RM Laksana ini merupakan favorit Pak Bos saya dulu dan memang enak makanannya walaupun cukup mahal memang untuk ukuran di Kuningan. Menu favorit saya di sini adalah nasi merah dengan lauk apa pun dari capcay goreng, ikan bakar, atau tempe dan tahu goreng.

Cirebon (3)

Daftar menu dan harga makanan di Rumah Makan Laksana, Kuningan.

Cirebon (2)

Setelah makan, saya mengajak Denpe untuk mandi-mandi cantik di Taman Rekreasi Sangkanurip Alami sementara Pak Pres, Bu Pres, dan Riri tetap menunggu saja di Laksana. Denpe yang hanya membawa 1 celana pendek harus membeli celana pendek dulu di toko sekitar pintu masuk pemandian.

Cirebon (4)

Kami kemudian membeli tiket dan saya memutuskan untuk membeli yang paling mahal dari daftar harga yang ada yaitu ruang eksekutif dengan harga Rp30.000 per orang.

Cirebon (5)

Pintu masuk menuju kolam renang.

Cirebon (6)

Petugas yang mengantar kami ke ruang eksekutif menanyai kami apakah mau sendiri-sendiri atau satu ruangan saja dan kami bilang satu ruangan saja. Dan ternyata, ruang eksekutif adalah sebuah ruangan yang menyediakan 1 bathtub untuk mandi air panas. Saya dan Denpe tatap-tatapan ya masak kami harus mandi bersama menggunakan 1 bathtub ukuran 1 orang begitu. Kalau saja saat itu denganmu sih mungkin saya mau banget, tetapi ini saya dengan Denpe? Denpe dengan saya? No Thanks. 😀

Lalu saya bertanya kepada petugas tentang mandi air panas di kolam kecil dalam kamar yang bisa beberapa orang yang dulu sering saya lakukan bersama teman-teman di Cirebon jika akhir pekan. Ternyata itu namanya bukan ruang eksekutif tetapi ruang utama yang mana harganya hanya Rp10.000 per orang dan bisa digunakan hingga 3 atau 4 orang. Malas bertanya sesat di jalan nih namanya. Inilah ruangan yang saya maksud. Dengan membayar Rp10.000 per orang, kita bisa menikmati mandi air panas alami di ruangan ini selama 45 menit dihitung dari masuk ruangan hingga dibunyikan bel tanda harus ke luar ruangan oleh petugas.

Cirebon (7)

Setelah mandi-mandi cantik dengan Denpe, saya mengintip-intip kolam renang yang tiket masuknya Rp8.000 per orang. Sebenarnya terdapat beberapa kolam renang dengan kedalaman dan ukuran yang berbeda-beda, beberapa kamar ganti dan bangku untuk menunggu dan menaruh barang bawaan tetapi selalu ramai dan kolam renangnya jika sudah malam begini pasti keruh agak kecoklatan karena banyak daki pengunjung yang sudah menyatu dengan air kolam. Saat kami kembali ke Laksana, rumah makan tersebut sudah tutup dan mobil Pak Pres sudah tidak di situ. Pak Pres ternyata telah mengirim pesan kepada saya bahwa karena rumah makan mau ditutup, dia dan keluarga pindah ke parkiran pemandian yang berada sekitar 100 meter dari pemandian. Jadi enak gak enak deh sudah harus menunggu kami mandi, makan dibayarin lalu pindah ke parkiran segala.

Cirebon (8)

Pagi pun tiba setelah semalam yang melelahkan karena perjalanan dari Jakarta/Purwokerto-Cirebon-Kuningan-Cirebon. Kami pergi ke Nasi Jamblang Pelabuhan. Salah satu tempat sarapan favoritku yang menyediakan nasi jamblang paling enak di Kota Cirebon. Nasi Jamblang Pelabuhan ini buka pagi-pagi hingga pukul 10 atau 11 pagi saja tergantung masih ada atau tidaknya maakanan. Di sini makanannya prasmanan jadi kita ambil-ambil sendiri sesuka kita baru kita tunjukkan ke kasir dan akan dicatat dalam secarik kertas berapa harga makanan kita. Dulu, seorang nenek bertugas sebagai kasir di sini dengan kecepatan menghitung dan menentukan makanan apa yang kita ambil, berapa porsi, harga, dan totalnya dengan luar biasa cepat. Nenek yang sudah sangat sepuh itu sudah tidak ada lagi di sini.

2 bungkus nasi jamblang, 1 semur tahu, satu sambal jamblang, 1 telur dadar, 1 perkedel kentang, sepotong ikan, dan satu tusuk sate kentang yang saya makan ini harganya sekitar Rp14.000 dan rasanya luar biasa enak.

Cirebon (9)

Denpe yang baru kali pertama mencicipi nasi jamblang.

Cirebon (10)

Dari Nasi Jamblang Pelabuhan, kami diantar Pak Pres ke Kawasan Batik Trusmi lalu diumbar di situ sedangkan Pak Pres dan keluarga kembali ke rumahnya.

Cirebon (20)

Trusmi dari arah perempatan pasar.

Cirebon (19)

Tujuan pertama saya pagi itu adalah Batik Annur di Jalan Trusmi Kulon, No. 435 telp 0231-321762. Saya selalu mengunjungi toko batik milik Bu Haji entah siapa namanya ini setiap kali ke Cirebon.

Cirebon (13)

Dulu saya sering menghabiskan waktu seharian pada saat akhir pekan di sini jika tidak bepergian ke mana-mana sehingga saya sudah hafal seluk beluk toko ini dan sudah entah berapa kali ganti penjaga toko.

Cirebon (12)

Saya membeli beberapa batik di bawah ini dengan harga yang cukup murah dan masih bisa ditawar apalagi jika sedang ada Bu Haji maka langsung saya geboy Ibunya untuk memberi diskon tambahan.

Cirebon (11)

Dari Batik Annur, kami berpindah ke toko batik di depan Annur. terlihat beberapa batik dengan gradasi warna yang sangat banyak dan cantik ini tetapi harganya lumayan sehingga saya tidak jadi membelinya. 😀

Cirebon (15)

Lalu kami meluncur ke arah pasar lagi ke Batik Asofa di Jalan Trusmi Kulon, No. 200, Plered, 45154 telp 0231-325219. Kebetulan si Jelo saat itu memesan batik mega mendhung warna oranye di mana di Asofa ini kebetulan stok mega mendhungnya sedang lengkap sehingga saya membelikannya di sini.

Cirebon (16)

Dan malah kalap membeli belasan pasang kain batik dan selendang yang sedang didiskon untuk hadiah lebaran nenek, bulik, budhe, serta keluarga saya di Malang. Di Asofa ini kita bisa membeli es durian, bubur sumsum, empal, dan beberapa camilan lain di depan toko, jadi sambil jangan khawatir haus atau lapar. Batik yang siap saya bawa dan es durian untuk mendinginkan kepala agar tidak semakin kalap belanja.

Cirebon (17)

Untung punya porter jadi tidak perlu repot bawa belanjaan. 😀

Cirebon (18)

Setelah dari Trusmi, kami kembali ke rumah Pak Pres dan segera bersiap kembali ke Jakarta. Kami mampir makan siang yang telat banget sekitar pukul 14.30 di Nasi Lengko H. Barno di Jalan Pagongan, Cirebon. Sebenarnya ada Nasi Lengko Pagongan Ibu Sukinah yang menurut banyak orang lebih enak dari Nasi Lengko H. Barno yaitu  yang letaknya di Gang Bie Liong sekitar 20 meter di deretan Nasi Lengko H. Barno arah Jalan Parujakan, namun nasi lengko ini cepat sekali habis dan tutup sehingga jika ingin mencicipinya harus datang di waktu yang tepat antara pukul 10 hingga 12.00 wib.

Cirebon (21)

Saat itu saya menghabiskan 2 porsi nasi lengko dengan sate beberapa kambing tusuk. Harga seporsi sate kambing isi 10 tusuk Rp30.000, sedangkan seporsi nasi lengko harganya Rp9.000. Ada es durian juga di sini jika kita ingin lebih fly setelah makan sate kambing.

Cirebon (22)

Dari Nasi Lengko H. Barno, kami menuju ke Pangestu, toko oleh-oleh khas Cirebon, yang juga favorit bos saya dulu dan memang menyajikan oleh-oleh khas Cirebon dengan kualitas terbaik dan harga yang bersaing. Favorit saya yang juga favorit bos saya adalah teri kacang. Dengan harga sekitar Rp35.000 untuk toples kecil ukuran 200g, kita bisa menikmati teri kacang yang benar-benar nikmat. Saya sering makan oatmeal, nasi merah, atau nasi putih hanya dengan teri kacang ini. Enak banget. Beneran. Oleh-oleh wajib dari Cirebon deh.

Cirebon (23)

Toko Oleh-Oleh Pangestu berada di jalan Sukalila Selatan Nomor 49 Cirebon, telp 0231-204073. Sekarang Pangestu membuka Pangestu Point di Jalan Siliwangi 165, dekat Super Indo Siliwangi arah PGC, Cirebon telep 0231-243456.

Cirebon (24)

hampir pukul 16.00 wib kami tiba di Stasiun Cirebon dan harus bersiap mengakhiri petualangan akhir pekan di Purwokerto dan Cirebon.

Cirebon (25)

Inside Cirebon Kejaksan Railway Station.

Cirebon (26)

This station is getting better and bigger since i left this  city.

Cirebon (27)

Bye Cirebon.

Cirebon (14)

Selfie 😀

Cirebon (28)

Senja tanpamu. Memang pernah senja bersamamu?
Cirebon (29)

Another sunset view on our way from Cirebon to Pasar Senen Sailway Station in Jakarta.

Cirebon (30)

Ala-Ala di Puerto Rico

Ini adalah kali ke sekian saya tahun ini ke Kota Ngapak, Purwokerto aka Puerto Rico. Saya ke sini lagi untuk mencoba ikut bea siswa dan ternyata tidak berhasil lagi. Kegagalan saya mungkin karena faktor strategi, kekurangseriusan, serta keberuntungan. But that’s ok cause i still had time to please myself in the city.

Purwokerto (2)

If you want to stay in a budget hotel, you can choose Hotel Pandawa Syariah. It is a good hotel with affordable price and frindly staff near to Purwokerto Railway Station. Hotel Pandawa Syariah is located at Jl. Gatot Subroto No. 8, Purwokerto phone 0281-636092.

Had a fabulous chitchat and dinner with my friends at Umaeh Inyong.

Purwokerto (1)

Yes, i already had a member card of this restaurant and always be here everytime i go to Puerto Rico.

Umaeh Inyong (3)I went to Umaeh Inyong again on the day after having dinner with my frineds for a big lunch after having test for scholarship.

Umaeh Inyong

Ukiran sebagai pembatas dengan taman.

Umaeh Inyong (6)

Bistiknya agak asin sih untuk selera saya tetapi lumayan lah untuk harga segitu.

Umaeh Inyong (5)Tempe mendoan sepiring dengan sambal kecap dan es durian. Slurrp.

Umaeh Inyong (4)

Sebelum kembali ke Jakarta setelah kondangan di Purbalingga pada awal tahun 2015 ini.

Umaeh Inyong (1)

Umaeh Inyong is located at JL Jenderal Ahmad Yani, No. 147, Purwokerto phone 0281-5759000. Umaeh Inyong (2)Setelah kekenyangan makan dan waktu keberangkatan kereta masih  lama, saya memilih ke stasiun dengan jalan kaki menelusuri Jalan Ahmad Yani dan Jalan Gatot Subroto.

Purwokerto (3)

Semakin mendekati Stasiun Purwokerto saat melintasi jembatan dengan sungai yang masih bersih ini. Andai saja sungai di Jakarta bisa seperti ini.

Purwokerto (4)

Stasiun terlihat dari bawah jalan layang di mana terdapat banyak warung dengan makanan yang nikmat.

Purwokerto (5)

Siap meninggalkan kota ini lagi untuk menuju Cirebon. Yay…..

Purwokerto (6)