Pingsan Ketika Salat Jumat

Jumat, 5 Januri 2007. Saat aku magang di salah satu kantor di alun-alun Kota Malang sambil menunggu penempatan yang sudah beberapa bulan tak kunjung tiba. Sama seperti hari Jumat lainnya, sebagai lakik-lakik maka aku menunaikan ibadah salat Jumat di masjid Jami’ Kota Malang yang ada di alun-alun barat Kota Malang. Biasanya saat Jumatan aku bersama teman-temang magang sekitar 7 orang. Kami keluar kantor sekitar jam 11.15 dan azan sekitar 11.45. Setelah mengambil wudhu maka masuklah aku ke dalam masjid, dimana aku bersebelahan sama salah satu teman sebut saja si A.

Aku dan si A duduk di barisan tengah agak kanan di ruang utama masjid dimana ada tiang penyangga masjid di barisan kedua depan kami. Dengan asumsi kami memasuki masjid pukul 11.25, azan pukul 11.45 dan khutbah baru selesai pukul 11.15 maka aku sudah duduk di masjid sekitar 50 menit.

Dimulailah ibadah salat jumat dengan posisi berdiriku seperti tadi. Imam mulai membaca Al Fatihah lalu serempak semua jamaah mengucapkan amiiiiiinnn dan dimulailah imam membaca surat pendek. Surat pendek yang dipil saat itu adalah surat Al A’la, surat ke 87 dengan 19 ayat dimana aku belum hafal surat itu karena menurutku lumayan panjang (dasar malas ngafalin sik emang).

Sabihismarobbikal a’la…….ayat demi ayat dikumandangkan oleh imam sampai sekitar ayat ke-8 atau 9 tiba-tiba aku merasa menghilang dari peredaran entah kemana. BLEG.

Beberapa saat kemudian tiba-tiba aku terbangun sendiri dengan posisi berada di barisan di belakang tiang, maju satu barisan dari posisiku semula dan bukan si A yang berada di sampingku. Sudah deh gak konsen dan gak tahu apa yang terjadi tadi. Saat itu imam sudah membacakan ayat-ayat terakhir dari surat Al A’la, mungkin ayat ke 17 atau 18.Dalam keadaan hilang arah tersebut aku tetap mengikuti gerakan salat yang dituntun imam sampai selesai dan salam.

Setelah selesai salat aku buru-buru menarik si A keluar dan bertanya kira-kira dia tahu nggak apa yang terjadi padaku. Dalam suasana setelah salat jumat yang lumayan berdesak-desakan dan jalan keluar masjid pelan-pelan, dia mengatakan bahwa dia mengira aku tertidur sehingga badanku terjatuh ke depan dan merobohi orang di depanku. Orang di depanku yang kaget aku robohi sontak membatalkan salatnya dan bertukar posisi denganku sehingga dia berada di samping si A. HEH!!!! Aku mengangah tidak tahu apa yang terjadi dan masih belum bisa mencerna yang dikatakan si A.

Sambil menyusuri dan desak-desakan yang cukup lama(rada gimana gitu kayake kalimatnya) aku mulai berpikir apa aku pingsan, aku belum pernah pingsan jadi kurang tahu juga tanda-tanda dan rasanya. Dan aku pikir itu memang pingsan, tapi pingsan kenapa? Si A memilih untuk makan di warung dekat masjid setelah jumatan dan aku memutuskan untuk kembali ke ruangan saja dan merenungkan kira-kira apa yang tadi terjadi.

Oh ya, aku terobsesi untuk selalu menjadi kurus, tidak mau ada lemak menimbun di tubuhku. Sudah beberapa minggu ku lakukan diet lebih ketat dibanding biasanya karena menjadi lebih langsing adalah resolusiku untuk tahun 2007 yang ku canangkan di awal Desember 2006. Beratku saat itu sekitar 49Kg dengan tinggi badan sekitar 165cm, kulit eksotis khas tropis Indonesia, rada genit dan pemalu (kok malah jual diri gini).

Jreng terpikirlah olehku mengapa aku pingsan, pasti karena diet ketat dan rada ekstrim yang kulakukan. Aku sarapan cuma 1 atau 2 sendok makan nasi pakai sayur sop sedikit(aku selalu memesan ibuku untuk dibuatkan sayur sop, sayuran saja tanpa mengandung daging, penyedap atau apalah, yang penting bening dan ada wortelnya), makan siang sering ku lewatkan, gak suka nyemil, makan malam juga tidak terlalu berselera dan sudah sejak 2004 aku menjadi vegetarian. Selain itu sebelum tidur aku biasakan sit up, push up, leg up, lari-lari kecil di kamar. Tekanan darahku juga rendah, biasanya cuma 90/70 atau 90/kurang dari 70. Dan mungkin karena terlalu lama duduk sehingga tekanan darahku yang rendah tiba-tiba terangkat saat mulai berdiri dan salat sehingga ambruk gitu.

Masuklah aku ke ruangan kerja dan cerita kepada beberapa ibu-ibu bahwa aku baru saja pingsan saat jumatan dan kira-kira penyebab mengapa aku bisa sampai pingsan. Geleng-geleng kepala tapi sambil ketawa dong mereka. Antara prihatin dan geli dengan pola dietku. Tak lupa juga ku ceritakan hal itu kepada teman-teman magang dan mereka dengan antusias menertawakannya karena tahu kelakuan dietku yang rada gak beres sama seperti orangnya πŸ˜€

Semenjak pingsan itu, karena takut akan pingsan di jalan atau kenapa-napa, maka aku sarapan lebih banyak, makan siang juga, tidak lupa makan malam, tetapi masih menjadi vegetarian. Dan saat salat jumat berikut-berikutnya sampai akhir Januari aku memutuskan untuk mencari posisi yang dekat tembok agar bisa sambil senderan jika mulai lemes. Yakali sebelum pingsan pakai acara lemes-lemesan dulu gitu gak pakai ambruk langsung.

Diet sih diet tapi kudu tetap menjaga kesehatan biar tetap cantik, bugar dan gak pingsan.

Resepsi Pernikahan Nenek Niong dan Kakek Wigih

Hari sabtu 15 Desember 2012 adalah hari milik nenk Niong dan si kakek. Ya, setelah drama percintaan beberapa tahun akhirnya mereka berlabuh juga di pelaminan. Im so happy for you nek dan kakek.

Berikut beberapa momen pada saat resepsi mereka ii desa Bedagas di pedalaman Purbalingga . (untuk acara akda tidak ada fotonya karena aku datang terlambat hiks)

image

image

image

image

image

image

Rombongan emak-emak barsamaku πŸ˜€

image

image

Emak-emak

image

Tamu istimewa dan tak diundang

image