Transformasi Penampilan Ely

imageIni tentang transformasi penampilan seorang cowok asal Manado. Dulu pas awal kuliah sih terlihat putih banget dibanding yang lain dengan penampilan masih lugu gitu. Look at his hair and face.

image
He used to have a wide forehead hairstyle and unyu face.
(kiri ke kanan: Di Gedung I setelah kuliah HKN kejar setoran; Setelah mengawasi USM 2010; di Hepap)

image
dan badan yang agak semok image
(kiri ke kanan: Suatu siang menjelang UAS di fc Uda; buka bareng dan perpisahan Popo dan Yogi; Ulang tahun Popo di PH)
image
Di Gunung Mas, Puncak, Family gathering kelas 2A 2010

Tapi seiring berjalannya waktu dan pergaulan di ibu kota, secara sudah jadi anak gaul SeVel juga ya, then he becomes more edgy and high fashioned.

image
Jadilah dia brondy favorit tante-tante akunnista…. #nomention #DikeplakTante-tante #TunjukFotoDiatas
image
@ Sawarna, Juni 2011

Mewarnai rambut, agak manjangin rambut dibanding saat awal-awal kuliah, badan lebih bagus, lebih sesuatu gitu lah di tahun ke-dua kuliah….

image
@ Sawarna, Juni 2011

Secara dia tipe2 America’s sweerhearts (Indonesia’s sweetheart juga boleh deh) yg manis, baik, sabar, sopan dan bisa digodain ya makin suka deh tante-tante godainnya image eh tapi jangan salah, pernah lihat dia marah ke supir taxi pas kita dari PRJ di Juli 2011, serem marahnya image

image

image
@ Vila Puncak, Bogor, Family Gathering Akunnista 2011

image

image
@ Taman Bunga Nusantara, Family Gathering Akunnista 2011

Follow aja twitter dia @komodocoy dan makasih ya jadi hiburan di saat-saat galau tengah malam selama ini. Pesanku sih semoga kamu gak insomnia lagi dan bisa tidur lebih teratur, juga makin cakep ya kalau kita bertemu nanti image

Di Penghujung Desember

Sudah hampir 2 tahun ternyata kuliah dan di penghujung bulan ini harus berakahir sudah masa indah saat bersama kita. Banyak kenangan, cerita, foto dan kegialaan bersama dan inilah beberapa potong penggalan kisah bersama Emak @finyuunn dan Nenek @niong yang mana menjadi partner in crime selama kuliah.
image

Aku dan emak sudah kenal sejak jaman MiRC di room #squall. Emak dulu pakai nick “pingme” dan eksis gila gitu di dunia percetingan. Kita juga sudah berteman di prenster dan pesbuk sebelum ketemu pas kuliah. Pernah sih ketemu emak dan nenek langsung dulu pas mereka nengok Mak Dada lahiran di Cirebon sekitar awal Desember 2008. Tapi aku cuma ingat emak dan lupa kalau disitu ada nenek juga. image

imagekalau ditanya foto siapa yang paling banyak memenuhi memoriku selama kuliah ya tidak lain dan tidak bukan adalah foto emak dan nenek. Setiap ketemu gak di kampus gak di warung, di jalan, di mana-mana selalu deh first thing to do is potoh-potoh. Pas awal-awal ketemu di kampus juga langsung aja gitu foto di air mancur, di jalan pulang walau di tengah perkampungan, di mana saja lah.

imageDari foto khas yang sok manis, foto ku paksa jadi editorial, sampai foto ala kemesraan terlarang kayak di atas. ya maklum ya mereka gantian galau gitu jadi somehow butuh kasih sayang yang saling menguatkan image

image
Si montok nenek Niong dengan aneka posenya

imageKelakuan emak kalau lagi nunggu kuliah, serasa pemotretan dengan puluhan frame khusus buat dia seorang…. Dan pasti bawel yang ini gelap, yang ini anuku begini yang itu anunya begitu tapi tetep ku simpan dan foto di atas itulah salah satu hasilnya image

imageKalau ini peristiwa pas emak sakit di tengah malam sekitar Maret 2010 jadi aku dan nenek nganterin dia ke RS Sari Asih di Ciledug…. Walau dalam keadaan darurat tapi kudu foto-foto teteup…

image
Foto pas awal 2011 di depan kontrakanku

imageKalau pose ini pas habis nonton pertandingan badminton antar kelas sekitar bulan Oktober 2011. Harusnya sih emak main tapi karena lawan WO jadi dia menang aja gitu meski secara keseluruhan kelas #akunnista kalah.

Pokoknya kalau ada kamera walaupun moodnya agak buruk tetap maksimal lah foto-fotonya emak dan nenek. Mungkin suatu saat nanti kalau sudah agak lupa wajah maupun kelakuan masa muda mereka, hanya dengan melihat kamera aku jadi ingat bentuk mereka. #Dikeplak

Suvenir Pernikahan

Acara pernikahan tentunya membutuhkan banyak sekali persiapan dari A sampai Z lanjut lagi ke AZ sampai ZA. Apalagi kalau acara tersebut diadakan tanpa bantuan EO, pffttt pasti bakal lebih rempong dan bikin stres, walaupun acara tersebut pasti persiapannya juga dibantu teman dan keluarga dekat. Salah satu hal penting yang sering bikin pusing mempelai adalah souvenir pernikahan.Yup, suvenir rempong cyiiinn. Dengan budget yang ada bagaimana bisa mendapat suvenir yang sesuai harapan model, bentuk, warna, fungsi, belum lagi pikiran tentang kemewahan suvenir tersebut dan bagaimana agar suvenir tersebut mengingatkan orang akan suatu pernikahan.

Umum
Tempat yang menjual suvenir pernikahan yang terkenal dan lumayan lengkap dengan harga terjangkau bagi kebanyakan kalangan adalah Pasar Jatinegara di Jakarta Timur. Pasar ini dapat dijangkau dengan menggunakan busway arah Kampung Melayu yakni berhenti langsung di halte Jatinegara sesuai pengalamanku kemarin atau naik angkot dari terminal Senen tapi lupa nomor angkotnya, juga dekat dengan stasiun Jatinegara kok kalau mau naik kereta. Tempat jualan suvenir pernikahan di pasar ini ada di basement. Ada begitu banyak pilihan suvenir dengan harga yang lebih murah tentunya dibanding harga yang ada di pasar-pasar lain terutama di luar Jakarta atau luar Jawa (soalnya beberapa treman dari luar Jawa membeli suvenir di pasar ini juga lho). Soal kualitas barang, kita bisa memilih langsung dan membanding-bandingkan antara toko satu dengan toko yang lain.

Umummm

Ini langkah-langkahnya:
1. Lihat beberapa toko secara sekilas
2. Tanyakan jenis suvenir apa saja yang tersedia
3. Tanyakan harga suvenir-suvenir yang ada dan harga suvenir yang kita inginkan. Harga suvenir itu per 100 buah dan memang tidak dijual secara satuan.
4. Tawar dengan sikap yang bakal membuat penjual mengasihani kita.
5. Setelah itu pergi saja dulu agar bisa membandingkan dengan harga di toko lain. Jangan sungkan melakukan hal ini karena beda 50, 100 atau 200 rupiah lumayan lho dikali jumlah suvenir yang akan kita beli yang bisa mencapai ratusan bahkan ribuan.

gelas gelas
6. Lihat suvenir di toko lain yang sepertinya menarik dan bakal menyediakan suvenir sesuai kebutuhan kita.
7. Lakukan langkah 2 sampai dengan 5 sampai kita yakin benar dengan suvenir yang kita kehendaki juga kualitas dan harganya cocok.
8. Setelah mendapat harga yang kita kehendaki per seratus buah suvenir dan didapat harga dari total dari suvenir jangan lupa untuk meminta diskon lagi, diskon beberapa puluh ribu rupiah dari total pembelian lumayan lho buat ongkos naik taksi atau angkot.

Berikut beberapa macam suvenir yang tersedia di Pasar Jatinegara dan harganya per akhir November 2011 ini tetapi ingat tidak dijual satuan ya dan untuk tulisan nama mempelai dikenakan biaya tambahan dari 100-500 rupiah tergantung jenis souvenir dan toko dan suvenir bisa diambil lengkap sekitar 1-2 minggu setelah pemesanan.
1. Bross

Bross

Harganya mulai sekitar 1.200 perbuah (sebelum ditawar), ada yang model kupu-kupu, bunga semanggi, kumbang, bunga mawar, kumbang, capung dengan warna keemasan, warna warni dan sudah dikemasi dalam kota cantik dengan tutup transparan.

Brosss

2. Dompet Koin

Dompet Koin3
Tas koin yang kelihatan waah dan lucu ini harganya ada yang Rp3.800 dan 3.300 termasuk tule (pembungkus) dan nama mempelai.
Dompet kain batik
Nah, kalau dompet koin dari batik lengkap dengan tule dan nama mempelai harganya tidak sampai Rp2.000an
Dompet Koin2

3. Gelas dan toples

Gelas2
Kalau gelas bertangkai lucu yang ada nama mempelainya dengan wadahnya itu lengkap Rp.7.500, sedang mug bola lucu itu lengkap harganya Rp7.000.

4. Gunting kuku

Gunting Kuku
Lupa harganya berapa, tapi gak sampai Rp3.000 deh kalau gak salah…

5. Kaca
Cermin

Harga cermin lengkap sekitar Rp2.800 dengan pelbagai warna dan bentuk yang lucu-lucu

6. Kalender

Kalender
Aku suka dengan kalender abadi, suvenir yang akan tetap berguna sampai benar-benar rusak nih dan bakal diubah terus tanggalnya tiap hari oleh penerima suvenir. Harganya sekitar Rp3.800 lengkap.

7. Kipas

Kipas
Kipas ini merupakan suvenir yang paling umum dengan berbagai variasi, warna dan bahan yang digunakan.
Kipas2
Untuk kipas batik dan kipas Jepang (warna biru muda) harganya sekitar Rp2.000 termasuk tile, sedang untuk yang cendana (yang kayu saja di pojok bawah) sekitar Rp2.800 termasuk tile.
Kipas Spanyol
Untuk kipas Spanyol KW 2 seperti gambar di atas, harganya sekitar Rp3.800 termasuk tile dan nama mempelai.

8. Kue handuk

Kue handuk
Kue handuk atau hiasan apalah namanya yg lucu-lucu ini harganya sekitar Rp1.300

9. Lilin aroma terapi

Lupa nggak ada gambarnya, tapi bentuknya ya tahu lah lilin-lilin aroma terapi kayak teratai gitu, harganya Rp1.300an

10. Sapu tangan

Saapu Tangan
Sapu tangan digulung-gulung ini terlihat lucu, walau sepertinya bahan sapu tangannya kasar, namun menarik kok dibuat suvenir, harganya sekitar Rp1.300.

11. Tasbih
Tasbih lupa harganya berapa dan gak sempat nyatat emang, tapi lucu-lucu kan dan warnanya juga menarik, ada yang tasbih 33, 99. Biar souvenirnya lebih Islami gt…

Tasbih
12. Tempat Perhiasan

Tempat perhiasan
Harganya mirip-mirip dengan dompet koin yang Rp3.300 atau 3.800 lengkap tadi sih. Bisa juga dipakai buat menyimpan koin kok…

13. Tempat Tisue

tempat Tisue

Tempat tisue biasa polos harganya sekitar Rp2.600, sedang yang bordiran bisa lima ribu keatas. Banyak deh jenis tempat tisue yang dihadirkan.

tempat Tisue bordir
Selain suvenir-suvenir itu, juga tersedia undangan-undangan pernikahan dari yang berbentuk kipas, undangan di dalam bambu atau jenis undangan lain.
Undangan Kipas
Pasar Jatinegara juga menyediakan berbagai suvenir lain, seperti suvenir peralatan mandi setelah acara siraman yang biasanya hanya diperuntukkan untuk beberapa keluarga dekat yang mengikuti prosesi siraman saja, harga per paketnya sekitar Rp35.000.
Siraman

Ada juga kotak untuk hantaran saat lamaran dengan berbagai ukuran, bentuk, warna, dan model dari yang pakai tutup, gak pakai tutup dan variasi harga.

Seserahan

~~~~~Selamat berburu souvenir pernikahan~~~~~~

*) Berdasarkan pengamatan ke Pasar Jatinegara bersama teman yang mencari suvenir kemarin, bisa saja terjadi kekeliruan, ketidaksamaan, atau perubahan harga juga informasi yang kurang lengkap.

Memasak Nasi Dengan Agar-Agar

Aku sebenarnya suka memasak sendiri, tetapi berhubung peralatannya tidak memadai jadi paling sering cuma memasak nasi.
Memasak nasi paling gampang jelas dengan rice cooker, dengan takaran beras dan air sudah ada standarnya.
Nah, kalau memasak nasi, aku suka memakai agar-agar sebagai bumbunya.
Mau masak beras merah atau beras biasa, dengan menambahkan agar-agar secukupnya kita akan mendapatkan nasi yang lebih pulen, harum, dan relatif tidak mengering jika dibiarkan berada dalam rice cooker.

Butuh berapa banyak agara-agar dalam memasak beras?? Sesuai selera saja sih kalau aku. Dengan setiap memasak nasi paling satu cup beras, maka satu bungkus agar-agar bisa dipakai 4-5 kali.
Warna agar-agar yang dipakai juga terserah, cuma tergantung bakat dan minat, seringnya sih agar-agar putih biar netral. tapi aku suka sih nyampur agar-agar yang ada warna apa ya ku pakai.
Kalau memasak beras merah sih gak ngaruh mau pakai agar-agar warna apa karena hasilnya akan tetap coklat kemerahan.
Tetapi kalau memasak beras putih, bakal ada perubahan warna jika kita memberi agar-agar tidak warna putih.

image
Beras merah dimasak dengan agar-agar hijau
(lauknya balado teri, tahu dan tempe bacem)

image
Beras putih biasa dimasak dengan agar-agar coklat

imageBeras putih biasa dimasak dengan agar-agar merah
(Jadi terlihat sangat cantik dengan warna pink yang memukau image)

Nenek ababil, Emak geje, Cucu gatel

Part 1
Kisah ini dimulai ketika rencananya jumat siang, 29 Juli 2011, si nenek ngajak diriku dan emak beli netbuk ke Ratu Plasa.
Disepakatilah kita naik transbintaro yang jam 14.00 dengan pertimbangan kalau naik taksi pasti mahal, kalau naik kopaja dan angkot panas-panasan dan yang pasti macetcetcet dimana-mana.
Berangkatlah kita jam 13.45 karena harus nunggu si emak yang makeup an mbuh apa jadi lama gt, tapi untung gak telat walau terburu-buru mepet busnya mau berangkat.

Jadwal Transbintaro

imageSaat bus mulai berjalan, mulailah kita(?) berbuat onar dengan ngomongin si X, XX, XXX. Obrolan tinggkat galau tapi kadang(sering sih) binal dan konyol juga. Si nenek konon berencana kalau sabtu ini mau mengembalikan semua barang pemberian (mantan?)kakek melalui teman sekosan kakek dengan cara minta diantar taxi dan nyuruh teman kakek buru-buru ngambil barang saat nenek nyampek jadi bisa segera kabur. Ada juga cerita emak yang sudah move on karena sudah bisa bernyanyi dangdut lagi…
Tararajing rarajing rarajing… Tara rararajing rarajing… #ngok
Kalau aku sih paling cerita hal-hal binal yang nenek dan emak gak dukung dariku dan ingin membawaku ke jalan solehah, eh tapi kita malah terbawa cerita-cerita binal itu bersama-sama…

Penumpang-penumpang lain sepertinya hanya memperhatikan tingkah kita yang ketawa-ketawa liar dan ngobrol sana-sini dengan kencang image

Dannnnnnn seperti perkiraan, sejak keluar tol di Arteri Pondok Indah macetnya ciiinnnnn… Walau macet kita mah makin gak jelas cerita sana-sini melanjutkan tema awal yang makin seru sambil pura-pura menikmati macet.
Jam 15.30an kita sampailah di RaPlas dan langsung ke lantai 3 dimana harus mencari netbuk dengan spesifikasi utama penampilan warna ungu, embuh merk dan spek lainnya apa pokoknya syarat utama kudu warna ungu tua atau muda yang penting dominan ungu.
Muter-muterlah dari 1 toko ke toko lain sembari tanya-tanya harga printer yang mana nenek dan emak ternyata sama-sama mau beli printer juga.. (helloooooo… kuliah sudah hampir 5 cawu, dan tinggal 1 cawu lagi baru beli printer buat ngerjain Tugas Akhir aja gt… image )
DIputuskanlah beli Netbook Netbook Asus Eee PC 1015 PW

imageSambil nunggu diinstalin OS dan program, muter-muterlah lagi kita mencari printer lagi sekalian nyari tempat makan. Sampailah di sutu toko baru di lantai dasar yang sedang promo printer canon, disepakatilah emak dan nenek beli printer disitu, emak sekalian minta diinstalin driver printer di netbook yang sudah dia bawa. Sambil nunggu itu juga, kita pergi ke lantai bawah ke depan LotteMart untuk makan di Solaria.

imageHabis makan shalat asar lah kita yang sudah mepet maghrib. Tapi sambil nunggu maghrib aku dan nenek naik lagi ke tempat netbook untuk lihat perkembangan, dan ternyata nenek berubah haluan jadi beli printer HP disitu dan minta sekalian diinstalin drivernya. Turun lagi deh kita untuk shalat maghrib dulu. Habis maghriban, kita malah masuk Lottemart karena nenek mau nyari kocokan telur(???) image wow… nenek tuh mulai gak jelas, di tempat ramai gitu mau mau ngocok telor siapa emang„„, #dikeplaknenek
Muter-muter dan dapatlah kocokan telor yang bukan kayak spiral tapi kayak pil KB, eh maksudku yang lonjong vertikal gitulah… Lanjut nyari eyeshadow, blushon, dan kosmetik lain… Kecantol juga aku beli bedak dan lipstik dengan alibi buat ibuku, tapi gak tau deh ntar apa bakal ku pakai dulu image si emak malah tiba-tiba ngembat parfumnya SJP yang konon lg diskon 50% tapi tetep mahal gt…
Naiklah kita untuk mengambil netbook dan printer dan segera kita keluar Ratu Plasa takiyt kehabisan dan ketinggalan Transbintaro karena sudah jam 7 lebih. Menunggulah kita di depan plang bus berhenti tetapi kita pindah kemudian ke depan pintu masuk parkir RatPlas yg bersebelahan dgn gedung sebelahnya dengan pertimbangan biar dapat busnya duluan.
Tik tok tik tok…. sudah jam 19.30 tapi belum juga da tanda-tanda busnya….

Ujug-ujug jam 19.45an ada bus datang dengan kecepatan tinggi dan gak mau berhenti di depan kita dan malah berhenti di tempat awal kita menunggu yang mana juga sudah diserbu massa. Kiyayalan dan berlari0larilah kita membawa printer dan netbook itu secepat-cepatnya daripada gak kebagian dan kudu naik taksi ditengah kemacetan yang gila banget gitu.
Syukurlah kita dapat tempat duduk dan ternyata penumpangnya gak terlalu penuh dan busnya juga berhenti beberapa menit kok image Ngos-ngosanlah kita di dalam bus kayak abis dikejar satpol PP yang merazia Taman Lawang…
Berjalanlah bus ditengah kemacetan dan kita mulai lagi ngobrol gak jelas dan ngakak-ngakak ditengah para penumpang lain yang telah lelah bekerja seharian image
Pokoknya setelah melewati macet padattttt akhirnya jam 9 lebih sampailah kita di Bintaro sektor 9 dan naik angkot deh kita ke kosan..

Part 2
Sabtu pagi dijadwalkan nenek mengembalikan semua barang dari kakek dong, kita menunggu report.
Tiba-tiba setelah malam pada saat aku tanya siapa yang mau ke CheeseCake Factory Bintaro dapat info kalau nenek gak jadi balikin barang, lha kok malah berenang ma kakek lanjut jalan atau kencan atau apalah namanya #nguing-nguing
*ngakak guling guling lah aku mendengar kabar itu dari emak*
Akhirnya aku dan emak saja yang berangkat ke CCF yang baru ubuka di Bintaro itu.
Awalnya aku pengen naik becak saja, tapi susah ditawar ya naik angkot deh walau gak jauh.. Eh ternyata macetttttttt aja gitu jalannya, kayaknya karena ada semacam kompetisi ngedance remaja deket CCF deh…
Sampailah kita, disambut mas-mas bukain pintu. Yang ngelayani dan store managernya cowok semua (ihirrrr) dan banyak gitu, kayak banyakan pegawainya dibanding oengunjungnya image
Tempatnya sih dari luar terlihat 2 lantai dan kayak enak, ternyata di dalam tempat duduk untuk makan disitu hanya ada 4 meja yang masing-masing bisa buat 4 orang.
Suasananya sih enak tapi ya kudu ngantri kayak kita tadi yang datang pada saat meja-mejanya penuh.
Pesanlah diriku Triple Cheesecake dan Hazelnut Icecream, emak pesen Vanila Cheesecake dan Earl Grey, dan nenek ternyata bukannya ngadain makan-makan karena berhasil kencan malah pesen Bluberry Cheesecake buat dibungkus.
imageTriple Cheesecake nya enakkkkk deh… aku suka banget dibanding Vanila Cheesecakenya emak. Hazelnut icecream nya juga enak tapi aku gak terlalu suka.
Coba ada yang bayarin pasti aku betah nyemil semua menu disitu, walau sayang disitu cuma ada cake saja, belum ada makanan lain seperti spageti yang konon ada di CCF lain.

image
Dan setelah hampir sejam nongkrong dalam temaram yang nyaman gitu, keluarlah kita dengan membawa brosur dan pesanannya nenek. Macetnya makin parah aja ternyata dan tidak terlihat angkot, jadilah kita berjalan dulu beberapa puluh meter sebelum tiba-tiba ada angkot yang membawa kita merayap dalam kemacetan beberapa ratus meter.

Overall pelayanan di CCF Bintaro sih bagus dan cake nya enak, dekat pula dari kosan dan kampus, mas-mas yang ngelayanin juga lumayan bisa dinikmati dengan mata #penting #teteupmumpungbelumpuasa image

Bakul Mareng (Batal kuliah jadi makan bareng)


Sabtu pagi ini (11062011) dijadwalkan kelasku dapat kuliah perdana hari sabtu dikarenakan waktu ujian yang tinggal seminggu lagi sedang masih ada 3 pertemuan yang tersisa.
Pak dosen nya biasa tepat waktu, jadi dengan keterburu-buruan seperti biasa apalagi sabtu kan harusnya leha-leha eh malah kuliah jadi gak sempat sarapan.
Beli gorengan dan aqua doang buat di kelas…
Semua sudah pada berkumpul.
Sudah jam 8 lebih tapi bapak belum juga datang.
Tunggu. Tunggu.
Jam 9 belum juga datang.
Ketua kelas sudah mencoba sms dan telepon tapi tidak ada tanggapan.
Akhirnya ketua kelas memutuskan untuk gak jadi kuliah saja dan  menyampaikan LPJ uang kas dari bulan januari.
Eh ternyata saldo kas lumayan juga dan ketua kelas mengajak bagaiamana kalau kita makan-makan saja daripada cuma ke kampus gak jelas.
Kita putuskan makan di Waroeng Special Sambal “SS” Bintaro Sektor 3 yang mana ternyata baru buka jam 11.

Teng tong teng tong teng akhirnya ketua kelas survei lokasi dan sebagian menunggu manis dan gak jelas sesuka hati di gedung L.
Setelah menunggu 1,5 jam akhirnya kita meluncur ke SS dan jadi pengunjung pertama.
Kita putuskan budget untuk setiap orang maksimal 25rb.
Saat daftar pesanan dibagikan kita ribet sendiri, pada menghitung pesanan agar pas 25ribu tetapi terpuaskan secara maksimal.
Setelah ribet memilih, menimbang dan menghitung akhirnya 20 orang memesan berbagai menu yang ternyata harganya lumayan terjangkau.

image
Berikut sekilas tentang menu-menu di Waroeng Special Sambal “SS” Bintaro Sektor 3:

  1. Sambal: Sesuai nama warungnya, disini terdapat sekitar 27 menu sambal dari harga per porsi 1500 sd 6000 dari sambal belut, teri, tempe, tahu, terasi, bawang, lombok ijo, kecam, rempelo ati, udang, jamur, wader, tubruk, mangga muda, dan banyak deh.
  2. Lauk: Dari lauk ikan wader, nilai, daging sapi, ayam, telor, jamur, bawal, lele, bandeng, cumi yang harga per porsi dari 5-10rb.
  3. Sayur: ada pecel, plecing, pete goreng, jamur, lalapan, trancam, ca kangkung, karedok sayur asem dengan harga per porsi 2000-4500
  4. Minuman: tersedia berbagai jus dengan harga 5-8rb, teh, jeruk, air putih, susu, coklat dengan harga 1000-6000
  5. Nasi: makanan pokok ini tersedia dalam 2 pilihan. ada yang untuk per orang dengan harga per porsi 3rb, dan per wadah yang bisa untuk beberapa orang dengan harga 11rb.
  6. Buah potong: yang campur 4rb, yang per jenis 3rb. enak dan segar deh.


Porsi makanan di SS ini bisa dibilang kecil tapi pas lah. harga juga terjangka untuk mahasiswa. kalau soal rasa, sambalnya memang pedes-pedes gitu, lauk dan sayurnya sih lumayan lah daripada rasa di warteg yang setiap hari jadi makanan utama. Aku tadi pesen sambal terasi lombok ijo 1500, sambal goreng brambang 2500, udang goreng tepung 9000, telur dadar 4500 dan ca jamur 4000. Etapi gak tahu juga sih, menurut perasaan lidah dan tubuhku sepertinya masakannya mengandung penyedap rasa jadi mungkin kalau mau order kasih tahu saja agar yang kita pesan gak usah pakai penyedap rasa.

Over all sih acaranya hemat, rame, seru, dan kenyaaaaangggggg… dan budget 20 orang x @25 ribu cuma kelewatan 2.000 saja. Jarang-jarang bisa ngumpulin masa 20 dari 23 orang gitu.

ps: perutku mules-mules deh dari sore sampai tengah malam ini… -___-“