Muter-Muter in Ternate

That was our last day in Ternate before we had to leave this beautiful island at 2 pm. What a beautiful view of Tidore island as seen from Beach Falajawa, Ternate.
Ternate (39)

We ate black glutinous rice and sweet mung bean porridge with coconut milk aka bubur ketan hitam & kacang hijau nearby to the beach.

Ternate (40)

Kami sangat menginginkan bisa mendapatkan gambar Pulau Maitara dan Tidore sebagaimana pada uang kertas Rp1000 sehingga tujuan kami pagi itu adalah mencari tempat terbaik untuk memotret dua pulau itu. Kami menyewa angkot untuk berkeliling pulau dengan supir seorang bapak tua. pemberhentian pertama di sebuah jalan yang menanjak dekat Danau Ngade. Ough damn.. the driver did’nt tell us that we were nearby Lake Ngade so we moved to the next place.
Ternate (41)

Kami berhenti di beberapa tempat sejenak-sejenak untuk mendapatkan gambar uang Rp1.000 yang terbaik tetapi tidak juga mendapatkan, apalagi pak supir tidak biasa membawa wisatawan jadi agak susah ditanya-tanyain.Setidaknya susunan Pulau Maitara dan Tidore sudah sesuai dengan posisi di uang Rp1.000. -,-

Ternate (58)

Lalu kami berhenti di dekat Pasar Bahari Berkesan, Desa Sasa. Eventhough it wasnt the best place, but I’m satisfied with my homage to the landscape view on the Rp1.000 banknote.
Ternate (3)

I love the boat effect. 😀
Ternate (2)

Pasar Bahari Berkesan, pasar modern yang terlihat bagus dari luar tapi masih lumayan sepi pengunjung, padahal banyak penjual yang ramah-ramah. Cabai, tomat, pinang, dan bumbu-bumbu sudah tersedia dalam takaran piring-piring kecil.
Ternate (42)

Banyak penjual ikan yang sudah diasap dan terlihat menggiurkan, tetapi bagaimana cara membawanya apalagi ini baru hari ketiga kami.
Ternate (59)

We continued our trip to a beautiful random beach where we did this emo photoshot.

“I’m about to give up about us”
Ternate (43)

“Arian borning holan mamamingkiri ho” pose
Ternate (44)

Red stone.
Ternate (45)

And we finally arrived at Lake Tolire.
Ternate (46)

Green water, trees, and Mount Gamalama at the same time. Purefection. There was free of charge to enter this lake and we dont need to trek, just walk like 20 meters from the car park to this spot.
Ternate (47)
Im running away from your shadow.
Ternate (4)

But still, holong na dirohangki tung so mose so muba tu ho, hasian.
Ternate (11)

Di sini tersedia penjual kelapa yang airnya dijamin menyegarkan tenggorokan dengan harga Rp10.000 per buah. Ada juga penjual batu untuk dilempar ke dalam danau. Orang-orang percaya bahwa batu yang dilempar ke arah tengah danau akan kembali lagi ke tepi danau. Jika dilihat-lihat sih kemungkinan karena efek angin dan bentuk danau yang membuat batu kembali ke tepi tempat orang melempar batu. Kalau ini sih pose “Mamak Tu Dolok Marbabo”.

Ternate (48)

Then we went out from the lake and stopped by in another beautiful random beach.
Ternate (49)

Kami sampai di Pantai Sulamadaha yang terkenal dengan airnya yang super duper jernih. Tiket masuk ke pantai ini tidak begitu pasti, waktu itu kami bayar Rp20.000 termasuk biaya parkir dan 4 orang pengunjung, tetapi kadang-kadang katanya Rp2.000. Berapa pun itu, masih terjangkau, bukan?
Ternate (9)

We spent like 30 minutes just by watching black sand, beach, and mount. Then i walked to the corner of the beach while we were waiting for our fried banana be prepared and the driver waiting for his coffe at a food stall. As i said before, our driver was not a good guide. He did’nt tell us that there was a bay that we could reach by walking trough this side. Just walk ahead, follow the yellow fence like 700 meters, go up and down the hills until you hear a crowd from the food stalls and visitors at the end of the road. I ran to get to this place due to the time limit that we had. Ough, and i forgot to tell my friends that i would go along this way to somewhere that caught my attention.
Ternate (50)

There was a feeling that led me to this heaven with cyristal clear water. I didnt research about this beach and i was in a rush so i only took some photos in 5 minutes visit, with no boat effect. You can find some food stalls, boat with a funtastic music, and a so-good beach to relax.
Ternate (10)

Mungkin sedikit menyesal karena  sebelumnyatidak mencari info secara lengkap tentang tempat wisata di Ternate sehingga tidak mengetahui pantai yang luar biasa cantik ini. Ough, thats the essence of my random traveling. By the way, we can take a motorcycle taxi to get to this bay. I did it to get back when i finally met Bu Joko on a half way. He tried to find me along the street and seemed a bit upset. #ampunkakak
Ternate (51)

 Si Pak Supir yang terlalu santai dan tidak bisa mengemudikan mobilnya dengan leboh cepat membuat kita was-was dengan jadwal penerbangan. Saat itu sudah lebih dari pukul 11.30 saat kami belum juga mendekati kota dan masih berada di sekitar batu angus. Akhirnya kami memutuskan untuk check in di bandara dulu baru check out di hotel supaya tetap bisa ke Danau Ngade yang tadi terlewat jika masih memungkinkan. Sekitar pukul 11.45 wit kami diba di bandara dan buru-burulah kami check in. Si bapak kami minta siap-siap di parkiran agar bisa segera kembali ke penginapan. Kami segera meluncur ke  penginapan dengan kecepatan yang dilambatkan oleh si pak supir. Katanya pelan-pelan saja, gak usah buru-buru. Pffttt mengapa tadi pagi ngambil angkot dengan supir yang musik di mobilnya juga tidak kekinian dan lambat gini ya.

Sekitar 12.15 wit kami tiba di penginapan, segera check out dan membawa tas-tas kami ke mobil angkot untuk menuju Danau Ngade. Dengan melewati rute sekitar Pelabuhan Bastiong seperti tadi pagi, dibutuhkan waktu hampir 20 menit untuk menuju Danau Ngade. Bukan danaunya, tetapi pinggir jalan raya sekitar Danau Ngade. Ternyata jika ngin mendapatkan foto Danau Ngade, Pulau Maitara, dan Pulau Tidore seperti di foto-foto maka harus trekking agak jauh, bahkan lumayan jauh, dan kami tidak punya cukup waktu untuk itu sehingag kami memutuskan untuk kembali ke arah bandara.

Bukannya dibawa ke bandara, tiba-tiba pak supir tua berhenti di pinggir jalan yang agak terlihat Danau Ngade dan memaksa kami untuk memotert danau. Kami tolak dan kami minta jalan saja. Kemudian dia berbelok ke jalan kecil, lalu saya tanya “mau ke mana ini pak?”, dia bilang “ke arah bandara”. OK. Tak begitu lama dari belokan tadi kok jalannya menyempit dan agak mencurigakan, lalu mulailah saya emosi dan bertanya “BAPAK!!! Ini bukan ke arah bandara kan?? Mau KE MANA ini?”. Si Bapak sambil tertawa bilang “Kita lihat Danau Ngade dari atas sana.” WHAAATTTT. Lalu kami pun mulai mencak-mencak dan saya minta si bapak untuk segera kembali ke jalan besar. Eh, dia malah bilang “Tenang aja, baliknya besok-besok saja. Di sini saja dulu nanti tinggal ganti pesawat.” #errrgghhh

Di saat semakin sakit jiwa begini si bapak benar-benar saya omelin dan saya minta segera menuju arah bandara saja. Akhirnya kami memutar arah setlah tadi dari pertigaan kami belok ke kiri menuju puncak, kali ini si bapak memilih jalan yang ke kanan dari arah kami datang dan ternyata JALAN BUNTU. Saya semakin mengomeli si bapak dan memaksanya kembali ke jalan raya yang tadi kami lewati. Akhirnya sekitar pukul 13.30 wit kami tiba di bandara dan segera membayar si bapak. Ternyata sama si bapak yang bilang tidak tahu tarif, seikhlasnya saja, kami diminta bayar Rp300.000. Ok! Fine! Sambil masih emosi, berlarilah kami ke dalam bandara dan ternyata para penumpang sudah mulai masuk pesawat, tinggal beberapa orang termasuk kami yang masih menunggu bus untuk diantar ke pesawat. Syukurlah tadi sudah check in dulu. Walaupun terburu-buru, kami masih sempat foto-foto dong.
Ternate (52)

Batu Angus, a complex of black rock from Gamalama fountain lava, as seen from the air.
Ternate (53)

Lake Tolire, Mount Gamalama, sea, cloud, and our plane.
Ternate (8)

* Berikut rekap pengeluaran kami selama 3 hari di Ternate:

07 Mei 2015
Penginapan 2x2x165.000      660.000
Minuman          18.000
Makan di Maryam          90.000
08 Mei 2015
Angkot ke Dufa-Dufa          30.000
Retribusi @1.000            3.000
Kapal ke Jailolo @50.000      150.000
Sarapan nasi kuning          50.000
Minuman          22.000
Bentor      150.000
Kapal ke Ternate @50.000      150.000
Minuman          24.000
Angkot @5.000          15.000
Makan bakso dan coto          96.000
Cilok            5.000
Gorengan            5.000
Minuman          12.000
09 Mei 2015
Bubur          15.000
Pantai Sulamadaha          20.000
Minuman dan pisang          25.000
Angkot      300.000
TOTAL    1.840.000
Pengeluaran per orang      613.333