Anak Gunung Mantai di Belitung: Hari III

Hari terakhir kami di Belitung dimulai dengan kembali berkunjung ke Kopi Kong Djie. Kopi di sini benar-benar nikmat…. arghhh.

Belitung- (141)

Sekitar pukul 07.00 wib kami berangkat ke Pantai Tanjung Tinggi lagi, demi mengejar foto di bebatuan yang gagal kami lakukan di hari pertama. Sebenarnya kami berencana ke Belitung bagian selatan tapi karena jarak tempuh yang lumayan jauh dan takut tidak bisa sampai di bandara tepat waktu, maka kami urungkan niat ke sana.

Belitung- (140)

Whats that?? Its not dugong…. #dicipokDenpe

Belitung- (118)

Setiap sudut di pantai ini benar-benar memanjakan mata kita.

Belitung- (117)

Mahakarya Sang Maha Kuasa.

Belitung- (119)

Pose bergalau di keabadian.

Belitung- (136)

Bring me back to this heaven.

Belitung- (137)

Meungkin butuh waktu satu hingga dua pekan agar puas berkelana di pulau ini.

Belitung- (132)

Strike a pose.

Belitung- (130)

One of the most beautiful beach i’ve ever visited.

Belitung- (126)

Floating….

Belitung- (128)

Mbak Nisa yang karena terlalu hebohnya jadi lupa nyemplung air bareng hape di saku celananya. -,-

Belitung- (123)

Ada yang sedang berlatih bela diri juga.

Belitung- (121)

Di-candid Denpe lagi bergalau.

Belitung- (45)

Boho-chic beach girl.

Belitung- (47)

Keep smile….

Belitung- (48)

:O

Belitung- (53)

Kuat bingits ya si GGS….

Belitung- (133)

Sekitar pukul 10.30 wib kami meninggalkan Pantai tanjung Tinggi untuk menuju Pantai Tanjung Binga sekaligus makan siang. Dan inilah hasilnya. Pose lompatku dengan segenap tenaga yang diakhiri dengan jatuh gedebug di pasir.

Belitung- (14)

Sekitar pukul 12.00 wib , setelah (tidak begitu) kenyang (dan agak buru-buru) makan siang di Resto Bukit Berahu, kami segera kembali ke Hotel Surya untuk mandi, beresin bawaan, check out. Btw, ini poseku dikejar kain. Melempar kain sendiri, kabur-kabur sendiri.

Belitung- (175)

Kami meninggalkan hotel sekitar pukul 12.45 wib pada saat hujan lebat siap melepas kami kembali ke ibu kota, sama seperti hujan lebat yang menyambut kami saat baru mendarat, dan tiba di bandara sekitar pukul 13.15 wib.

Belitung- (16)

Akhirnya kami sudah di ruang tunggu bandara dan siap kembali ke dunia nyata. Hiks… hiks…

Belitung- (15)

Rekapitulasi pengeluaran dan urutan perjalanan kami selama di Belitung, di luar tiket pesawat, adalah sebagai berikut:

Acara Biaya
Hari I: Jumat, 3 April 2015
Snack dan obat-obatan  200.000
Sarapan di Mie Atep 139.000
Menuju Tanjung Tinggi, snack dan air 110.000
Pantai Tanjung Tinggi
Makan siang di Pantai Tanjung Kelayang 352.000
Menuju Pulau Lengkuas 720.000
Pulau Lengkuas 35.000
Pulau Kepayang 75.000
Pulau Pasir/Pulau Gosong
Makan malam di RM Belitong Timpo Duluk 250.000
Menginap di Hotel Surya, Tanjung Pandan
Hari II: Sabtu, 3 April 2015
Warung Kopi Kong Djie 100.000
Balik ke hotel, siap-siap ke Belitung Timur
Menuju Belitung Timur
Vihara Kampit
Open Pit, penambangan timah di Kelapa Kampit 50.000
Danau Mempayak 35.000
Klenteng Dewi Kwan Im
Pantai Burung Mandi
Makan siang di RM Fega 525.000
Bukit Samak A1
Pantai Nyiur Melambai
Museum Kata Andrea Hirata 20.000
Rumah Om Ahok
SD Laskar Pelangi 15.000
Menuju Tanjung Pandan, snack 35.000
Makan malam di Warung Blimbing Mas Arif 152.000
Mencari oleh-oleh di BB 20.00
Tugu Batu Satam di Boulevard Simpang Lima Tanjung Pandan (BSLT)
Ngopi di Kopi Gang 60 42.000
Menginap di Hotel Surya, Tanjung Pandan
Hari III: Minggu, 3 April 2015
Warung Kopi Kong Djie 90.000
Pantai Tanjung Tinggi 50.000
Pantai Tanjung Binga 10.000
Resto Bukit Berahu 386.000
Kembali ke Hotel 1.300.000
Menuju Bandara
Check in, bayar mobil + tip 1.550.000
Total 6.241.000
Per orang 891.571

Anak Gunung Mantai di Belitung: Hari II

 Hari kedua kami di Belitung diawali dengan jalan-jalan pagi ke pasar di dekat Hotel Surya, lalu ke Pelabuhan Tanjung Pendam, dan ngopi di Kopi Kong Djie.

Belitung- (165)

Segelas kopi susu di Kong Djie dihargai Rp8.000 dengan rasa yang pekat dan sangat nikmat. Aneka gorengan dan jajanan pasar di sini hanya Rp1.000 per buah, sedangkan telur rebus  setengah matang adalah Rp10.000. Setelah puas ngopi dan waktu telah beranjak ke pukul 07.00 wib, kami kembali ke hotel untuk bersiap-siap menuju objek wisata utama kami hari ini di Belitung Timur.
Gedung tua di sekitar hotel.

Belitung- (72)

Si Denpe menggalau.

Belitung- (70)

Masih di sekitar hotel.

Belitung- (71)

Setelah semua siap dan Mas Riko datang untuk menjemput, kami berangkat ke arah Kampit. Mas Riko mengajak kami ke Klenteng Kampit.

Belitung- (164)

Tempat ini bukan merupakan rencana tujuan kami, tetapi karena tempatnya indah maka kami dengan senang hati mampir ke sini dan foto-foto. Seperti adegan manja berikut ini.

Belitung- (163)

Atau adegan kungfu ala-ala begini.

Belitung- (162)

Ada juga adegan superkuat dari si GGS.

Belitung- (116)

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Open Pit. Kendaraan beroda empat bisa mengantaar kita hingga semacam tanah lapang di dekat menara pengawas di bekas lahan pertambangan timah. Setelah itu kita cukup berjalan menyusuri jalan setapak yang terkadang dilalui motor penambang timah kira-kira 400 meter hingga bertemu pertigaan. Dari pertigaan itu kita pilih jalan ke kiri dan mulai berjalan agak menanjak sekitar 200 meter hingga tiba di Open Pit. Kurang dari 15 menit berjalan kaki dari parkiran.

wpid-open-pit.jpg.jpeg

Jalan ke Open Pit ini masih tergolong mudah dilalui walau sepertinya akan sedikit berlumpur jika hujan tiba. Saat itu kami diantar guide yang sudah dipesan Mas Rico tanpa bertanya sebelumnya kepada kami. Dengan jalan yang cukup dekat dan tidak begitu melelahkan serta mudah ini, mungkin kita tidak perlu mengeluarkan uang tip untuk guide yang saat itu kami beri Rp50.000.

Belitung- (161)

Sekitar pukul 10.15 wib kami tiba Danau Payak, masih di Kecamatan Kampit.

Belitung- (159)

Di sekitar danau ini tersedia tempat berteduh yang lumayan nyaman dan gratis serta beberapa warung.

Belitung- (114)

Di danau ini pula kami menyantap bekal nasi bungkus untuk sarapan yang disediakan hotel dengan menggunakan sendok yang kami pinjam di hotel juga sambil menikmati segelas es teh seharga Rp5.000 per gelas. Sekitar pukul 10.50 wib kami meninggalkan Danau Payak.

Belitung- (160)

Pukul 11.00 WIB kami tiba di Klenteng Dewi Kwan Im

Belitung- (153)

Mbak Ratna mencoba peruntungan.

Belitung- (154)

Strike a pose or two.

Belitung- (156)

Langit biru, laut nan tampak agak jauh, hijau tanaman dari bukit di puncak klenteng.

Belitung- (157)

Klenteng Dewi Kwan Im ini cukup ramai pengunjungnya.

Belitung- (152)

Sekitar pukul 11.30 WIB kami menuju Pantai Burung Mandi. Hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 5-6 menit untuk menuju tempat ini dari Klenteng Dewi Kwan Im. Entah mengapa pantai ini dinamai burung mandi, apakah karena banyak burung-burung yang mandi? Aku sih tidak melihat satu pun burung dan pemiliknya yang sedang mandi di sini.

Belitung- (2)

For more complete  story about this place, check out my “Fashion for Summer Trip” post.

Belitung- (105)

Beda tipis lah pose ku dengan Mas e-Pin.

Belitung- (109)

Sekitar pukul 12.20 wib dengan berat hati kami meninggalkan Panti Burung Mandi menuju Rumah Makan Fega yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit. Lalu pose Titanic ala-ala dengan Om Denpe yang tampangnya eww bingits.

Belitung- (83)

Makanan kami sudah tiba. Agak kaget dengan ukuran udangnya yang besar-besar. Buku menu di RM Fega ini tidak mencantumkan harga, sehingga saat mengetahui ukuran udang maka kami agak was-was akan harga makanan kami ini. Syukurlah harga seporsi udang di sini hanya sekitar Rp100.000, tidak semahal yang kami takutkan. Semangkok gangan khas Belitung juga di kisaran harga Rp100.000. Seporsi cumi-cumi dihargai Rp60.000, seporsi sayur Rp20.000. Rasa makanan di sini lumayan, pemandangannya indah di mana kita bisa memilih meja di dekat danau atau taman. Kami harus merogoh kocek Rp550.000 untuk semua makanan dan minuman di sini.

Belitung- (85)

Sertelah dari RM Fega, kami menuju Bukit Samak A1 di mana akan melewati rumah dinas Bupati Belitung Timur. Rumah Dinas yang penrah didiami Om Ahok semasa menjabat bupati di sini yang sekarng sudah digantikan adiknya.

Belitung- (151)

Dari Bukit Samak, kita akan turun melewati Pantai Nyiur Melambai sebelum meluncur ke Museum Kata.

Belitung- (107)

Museum Kata Andre Hirata ini sangat menarik karena semua disajikan dalam perpaduan warna yang indah dan eye-catching. Untuk masuk tempat ini hanya diminta sumbangan kebersihan Rp2.000 per pengunjung.

Belitung- (146)

Masih saja berpose galau si Om ini malah bareng Mas Riko.

Belitung- (148)

Mas e-Pin berpose cool as always.

Belitung- (149)

Just play the colours.

Belitung- (145)

Pfffftt….

Belitung- (150)

Read this!!!!

Belitung- (143)

Lalu kami menuju ke rumah Om Ahok untuk mencari batik sekaligus mencari peruntungan bertemu atau melihat Om Ahok. Sayang sekali tidak terlihat Om Ahok maupun adiknya. #sedihtidakbisamintadigendong

Belitung- (142)

Dan kami pun menuju ke Replika SD Laskar Pelangi.

Belitung- (1)

Sekitar pukul 17.00 WIB kami kembali menuju Tanjung Pandan dengan waktu tempuh sekitar 90 menit. Saat tiba di tanjung Pandan dan perut mulai sangat keroncongan, kami meminta Mas Riko membawa kami ke warung makan biasa saja asal ada ciri khas Belitungnya. Kami dibawa ke Warung Belimbing yang berada di Jalan Gatot Subroto di sebelah SMAN 1 Tanjung pandan. Kami memilih duduk lesehan sambil meluruskan kaki dan punggung daripada duduk di kursi.Makanan di warung ini ternyata sangat enak. Cah kangkungnya segar dan krenyes-krenyes dengan bumbu yang berbeda dari tempat makan kami sebelum-sebelumnya.
wpid-2015-04-21-19-36-04_deco.jpg

Pampi(sejenis kwetiau) rebus yang disajikan dengan porsi besar dan pedas juga sangat nikmat.
wpid-2015-04-21-19-36-40_deco.jpg

Penampakan pampi goreng.
wpid-2015-04-21-19-38-08_deco.jpg

Ayam goreng, lalapan dengan sambal Belitung disajikan bersama kuah semacam kaldu juga layak dicoba.
wpid-2015-04-21-19-37-17_deco.jpg

Di warung yang sederhana ini juga dikumandangkan lagu-lagu terkini seperti 5 seconds of summer.

wpid-belimbing.jpg

Dan oughlala… Ternyata saat mau bayar…. Ada Mas Arif… Koki dan pemilik Warung Blimbing. Mau tahu nomor ponselnya??? Mau tahu banget atau nggak?? Bisa hubungi dia di 081929696123. Sluurrrppp…

Belitung- (18)

Sekitar pukul 20.30 wib, kami tiba kembali di hotel untuk mandi dan segera cus ke Tugu Batu Satam. Hanya sebentar kami di tugu yang malam itu agak disiram gerimis dan kami pun memilih untuk ngopi cantik di Kopi Gang 60 yang letaknya di hanya beberapa meter dari Tugu Batu Satam ke arah gang pertama di deretan setelah Mie Atep. Harga kopi di sini hanya Rp6.000 dengan kadar kopi yang lebih ringan dan tidak sepekat Kopi Kong Djie, tetapi cita rasanya juga sangat nikmat.

Belitung- (166)
Sekitar pukul 22.30 wib kami kembali ke hotel untuk beristirahat setelah seharian berkelana hingga Belitung Timur.

Anak Gunung Mantai di Belitung: Hari I

Hampir enam tahun lalu, aku sudah memegang tiket untuk jalan-jalan selama satu pekan di Bangka dan Belitung tetapi dibatalkan karena satu dan lain hal, dan akhirnya pada akhir pekan panjang 3 s.d. 5 April kemarin bisa terlaksana, walapun hanya ke Belitung. Untuk trip kali ini, aku iseng-iseng menawari beberapa teman untuk bergabung dan syukurlah mendapat enam teman, Cheva, Mbak Ratna, Denpe, Mas e-Pin, Mbak Nisa, dan GGS, untuk berbagi selama di sana, dan saya menjadi EO perjalanan kali ini. Enam dari tujuh peserta trip ini adalah teman-temanku naik gunung. Sekali-kali anak gunung main di pantai lah. Tiket pesawat kami berbeda-beda, ada tiga orang menggunakan Si Hijau, tiga orang menggunakan Si Merah, dan satu orang menggunakan Si Biru, dengan keberangkatan antara 5.55 s.d. 6.55 wib. Kebetulan pagi itu di Bandara H.A.S. Hanandjoeddin hujan lebat sehingga pesawat kami sempat berputar-putar cukup lama di atas Belitung tetapi waktu mendaratnya jadi lebih berdekatan. Di bandara, sudah ada Mas Riko (081929537131) dari Mitra Travel (082373502999) yang siap menemani kami selama 3 hari ke dapan. Harga sewa mobil di Belitung rata-rata Rp350.000,00 per hari termasuk supir di luar biaya bahan bakar. Dari bandara, kami langsung menuju Mie Atep khas Belitung yang ngeheits banget dan berlokasi di Jalan Sriwijaya Tanjung Pandan. Di sini, jangan berharap ada pramusaji yang melayani karena kita harus melayani diri kita sendiri, atau setidaknya ada anggota rombongan yang turun tangan mengambil mie dari Ibu-Ibu yang meracik mie untuk kita sajikan kepada diri kita sendiri. Begitu pun minuman berupa es jeruk kunci atau jeruk kunci hangat khas Belitung yang harus kita siapkan atau setidaknya ambil sendiri dari tempat penyajian. Seporsi Mie Atep dihargai Rp12.000, sedangkan segelas es jeruk kunci atau jeruk kunci hangat dihargai Rp4.000.

 Belitung- (64)

Sebelum berangkat ke Belitung, saya sudah memesan kamar di Hotel Surya (0719-21550) yang lokasinya strategis di pusat kota Tanjung Pandan dekat Tugu Satam. Tarif Hotel Surya cukup bervariasi dari Rp90.000 hingga Rp200.000. Kami sudah boleh check in walaupun saat itu masih pukul 10.000 wib. Kami memilih 3 kamar VIP yang harganya Rp200.000 yang menyediakan kamar mandi dalam, AC, dan sarapan dengan tarif Rp200.000/malam ditambah 1 kasur tambahan seharga Rp50.000. Di hotel ini tersedia sarapan berupa teh hangat manis dan nasi rames atau nasi kuning bungkus dan satu atau dua buah jajanan pasar sekitar pukul 5.30 wib yang diantar ke tiap-tiap kamar sehingga jika kita ingin berkelana dari pagi maka bisa sarapan dulu atau membawa nasi bungkus tersebut beserta meminjam sendok yang disediakan. Untuk kamar kelas lain, menu sarapannya seperti teh hangat manis dan telur rebus serta satu atau dua buah jajanan pasar.

Belitung- (189)

Setelah meletakkan barang di kamar hotel dan berganti pakaian, tujuan pertama kami adalah Pantai Tanjung Tinggi yang terkenal sebagai pantai untuk lokasi syuting film Laskar Pelangi. Bebatuan, pasir,  dan warna air laut di pantai ini sungguh indah, tetapi sayang saat itu sedang gerimis sehingga kami terpaksa sedikit bermandikan hujan demi foto-foto. Tidak dipungut biaya untuk masuk pantai ini.

Belitung- (54)

Tetap all out yes…

Belitung- (62)

Strike a pose.

Belitung- (57)

Thats why umbrella is one of my essential traveling mate.

Belitung- (43)

Karena hujan semakin deras, maka kami memutuskan untuk pergi makan siang di Pantai Tanjung Kalayang, dan akan kembali ke Pantai Tanjung Tinggi besok atau lusa. Di Pantai Tanjung Kelayang, kami makan di rumah makan pemilik kapal yang akan kami gunakan ke Pulau Lengkuas. Kami makan ikan bakar, cumi-cumi, telur dadar, tumis kangkung, nasi beberapa bakul, yang semuanya dikenai harga Rp350.000,00. Ikan bakar 1 kg dihargai Rp100.000, cumi Rp50.000 per porsi, tumis kangkung Rp20.000 per porsi, dan nasi Rp20.000 per bakul. Rumah Makan “Pak Anjang” dapat dihubungi di nomor telepon 081373169692 atau 081949427636.

Belitung- (65)

Saat selesai makan dan hujan agak reda kami langsung menyeberang ke Pulau Lengkuas dengan menggunakan perahu Pak Anjang yang telah kami hubungi sebelumnya. Tarif sewa kapal adalah Rp500.000, pelampurng Rp20.000 per orang, dan snorkel Rp20.000 per orang untuk satu hari. Sebaiknya kita menawar pada saat memesan kapal sehingga paket Rp500.000 sudah termasuk pelampung dsn snorkel. Kami agak rugi karena baru memakai kapal sekitar pukul 13.00 wib. Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit, kami tiba di Pulau Lengkuas dan langsung menuju mercusuar. Saat itu masih saja sedikit gerimis, dan baru berhenti hujan saat kami sudah selesai dari mercusuar.

Belitung- (185)

Karya Tuhan yang sungguh indah.

Belitung- (6)

Pulau Lengkuas ini sangatlah indah apalagi ada mercusuar 18 lantai buatan Belanda pada tahun 1882 yang masih terjaga apik hingga sekarang.

Belitung- (180)

Biaya untuk masuk mercusuar ini adalah Rp5.000 per orang dan harus melepas alas kaki.

Belitung- (179)

Lorong di tengah mercusuar yang kemungkinan digunakan sebagai lift.

Belitung- (181)

Lalu kami foto-foto di sekitar pulau.

Belitung- (184)

Pose…

Belitung- (178)

Oughlala….

Belitung- (182)

My homage to Queen Natasha Poly.

Belitung- (188)

Begitu kokoh mercusuar menaungi pulau ini.

Belitung- (186)

Setelah puas pemotretan di Pulau Lengkuas, kami melanjutkan perjalanan ke perairan di sekitarnya untuk snorkeling. Ikan (loreng-loreng seperti) zebra di sini sangatlah banyak dan mendekati kita walau tanpa diberi makan biskuit, sampai membuat saya menjadi heri alias heboh sendiri.

Belitung- (187)

Para gadis yang tidak ikut snorkeling agak mengalami mabuk karena terguncang-guncang ombak. Para lelaki yang sudah cukup puas snorkeling juga mengalami kelelahan.

Belitung- (177)

Berpindahlah kami ke Pulau Kepayang. Di pulau ini tersedia resor dan restauran. Karena mual-mual terhempas ombak maka kami memutuskan untuk ngopi-ngeteh cantik dulu di sini. Dengan membayar Rp10.000 per orang maka kita bisa mengambil kopi atau teh sepuas kita sekaligus salat atau ke toiletnya. Jika kita tidak menginap atau membeli makanan atau minuman, kita hanya boleh berkeliling di sekitar pulau saja tanpa menikmati fasilitas yang disediakan pengelola resor dan restauran.

Belitung- (183)

Setelah puas ngopi-ngeteh, kami menuju Pulau Pasir atau Pulau Gosong untuk mengejar senja. Pulau ini panjangnya hanya belasan meter dengan lebar sekitar empat atau lima meter dan hanya ada gundukan pasir untuk pijakan. Senja di pulau ini sungguh indah dan serasa berada di atas air laut.

Belitung- (68)

Feels like Baywatch girl. 😀

Belitung- (67)

Selesai berburu senja dan kembali berlabuh di Pantai Tanjung Kepayang dengan masih mengenakan pakaian agak basah kami langsung kembali ke hotel di Kota Tanjung Pandan yang berjarak sekitar 30 menit dari pantai ini. Mobil di Belitung sepertinya dirancang untuk siap kotor dengan pasir dan lengketnya air laut penumpang yang habis berenang. Setelah mandi dan berganti pakaian, kami menuju Rumah Makan Belitong Timpu Duluk yang sudah kami pesan dari siang dan kami dapat jatah pukul 20.00 wib.

Belitung- (170)

Suasana temaram dengan ornamen tempo dulu yang lucu nan cantik.

Belitung- (172)

Semua sudut di rumah makan ini sangat genit minta difoto.

Belitung- (168)

Makanannya juga lumayan enak dengan harga yang terjangkau. Karena kami sudah agak kemalaman dan sedang musim liburan, maka kami kehabisan banyak menu di sini seperti gangan, pindang Belitong, utak-utak, juhi bakar, dan cumi ketumbar. Kami bertujuh merogoh kocek Rp250.000,00 untuk menu yang cukup banyak dari tahu/timpe sambal lumpang, ikan/ayam/tahu bungkus simpor, sayur asam baguk, dan lakse, serta minum jerok Belitong yang khas. Harga per porsi makanan di sini antara Rp5.000,00 s.d Rp30.000,00, sedangkan harga minuman dari Rp5.000,00 s.d. Rp18.000,00.

Belitung- (169)

Lakse, seperti kue lapis dengan kuah santan yang agak manis. Makanan di sini nuansanya manis seperti makanan Jawa Tengah atau Yogyakarta dengan perpaduan citarasa Palembang.

Belitung- (167)

Dan sebelum kembali ke hotel saya tidak lupa berfoto dengan foto Om Ahok idola saya….. (*.*)/

Belitung- (171)