Visit Kuningan dan Cirebon 2015

Denpe sudah hampir 4 jam berada di Cirebon menunggu saya dari Purwokerto. Dia sudah ke masjid di Keraton Kasepuhan dan muter-muter Cirebon dengan becak sebelum akhirnya berhenti di Masjid Attaqwa untuk menunggu saya.

Cirebon (1)Kami dijemput Pak Pres, Bu Pres, dan Riri untuk berkeliling Kota Cirebon, kota yang telah saya tinggalkan 5,5 tahun setelah sempat tinggal di sana 2,5 tahun sejak pertengahan 2007. Saya usul kepada Pak Pres agar kami ke Kuningan saja, makan malam di Rumah Makan Laksana, di dekat Pemndian Sangkanurip. RM Laksana ini merupakan favorit Pak Bos saya dulu dan memang enak makanannya walaupun cukup mahal memang untuk ukuran di Kuningan. Menu favorit saya di sini adalah nasi merah dengan lauk apa pun dari capcay goreng, ikan bakar, atau tempe dan tahu goreng.

Cirebon (3)

Daftar menu dan harga makanan di Rumah Makan Laksana, Kuningan.

Cirebon (2)

Setelah makan, saya mengajak Denpe untuk mandi-mandi cantik di Taman Rekreasi Sangkanurip Alami sementara Pak Pres, Bu Pres, dan Riri tetap menunggu saja di Laksana. Denpe yang hanya membawa 1 celana pendek harus membeli celana pendek dulu di toko sekitar pintu masuk pemandian.

Cirebon (4)

Kami kemudian membeli tiket dan saya memutuskan untuk membeli yang paling mahal dari daftar harga yang ada yaitu ruang eksekutif dengan harga Rp30.000 per orang.

Cirebon (5)

Pintu masuk menuju kolam renang.

Cirebon (6)

Petugas yang mengantar kami ke ruang eksekutif menanyai kami apakah mau sendiri-sendiri atau satu ruangan saja dan kami bilang satu ruangan saja. Dan ternyata, ruang eksekutif adalah sebuah ruangan yang menyediakan 1 bathtub untuk mandi air panas. Saya dan Denpe tatap-tatapan ya masak kami harus mandi bersama menggunakan 1 bathtub ukuran 1 orang begitu. Kalau saja saat itu denganmu sih mungkin saya mau banget, tetapi ini saya dengan Denpe? Denpe dengan saya? No Thanks. ๐Ÿ˜€

Lalu saya bertanya kepada petugas tentang mandi air panas di kolam kecil dalam kamar yang bisa beberapa orang yang dulu sering saya lakukan bersama teman-teman di Cirebon jika akhir pekan. Ternyata itu namanya bukan ruang eksekutif tetapi ruang utama yang mana harganya hanya Rp10.000 per orang dan bisa digunakan hingga 3 atau 4 orang. Malas bertanya sesat di jalan nih namanya. Inilah ruangan yang saya maksud. Dengan membayar Rp10.000 per orang, kita bisa menikmati mandi air panas alami di ruangan ini selama 45 menit dihitung dari masuk ruangan hingga dibunyikan bel tanda harus ke luar ruangan oleh petugas.

Cirebon (7)

Setelah mandi-mandi cantik dengan Denpe, saya mengintip-intip kolam renang yang tiket masuknya Rp8.000 per orang. Sebenarnya terdapat beberapa kolam renang dengan kedalaman dan ukuran yang berbeda-beda, beberapa kamar ganti dan bangku untuk menunggu dan menaruh barang bawaan tetapi selalu ramai dan kolam renangnya jika sudah malam begini pasti keruh agak kecoklatan karena banyak daki pengunjung yang sudah menyatu dengan air kolam. Saat kami kembali ke Laksana, rumah makan tersebut sudah tutup dan mobil Pak Pres sudah tidak di situ. Pak Pres ternyata telah mengirim pesan kepada saya bahwa karena rumah makan mau ditutup, dia dan keluarga pindah ke parkiran pemandian yang berada sekitar 100 meter dari pemandian. Jadi enak gak enak deh sudah harus menunggu kami mandi, makan dibayarin lalu pindah ke parkiran segala.

Cirebon (8)

Pagi pun tiba setelah semalam yang melelahkan karena perjalanan dari Jakarta/Purwokerto-Cirebon-Kuningan-Cirebon. Kami pergi ke Nasi Jamblang Pelabuhan. Salah satu tempat sarapan favoritku yang menyediakan nasi jamblang paling enak di Kota Cirebon. Nasi Jamblang Pelabuhan ini buka pagi-pagi hingga pukul 10 atau 11 pagi saja tergantung masih ada atau tidaknya maakanan. Di sini makanannya prasmanan jadi kita ambil-ambil sendiri sesuka kita baru kita tunjukkan ke kasir dan akan dicatat dalam secarik kertas berapa harga makanan kita. Dulu, seorang nenek bertugas sebagai kasir di sini dengan kecepatan menghitung dan menentukan makanan apa yang kita ambil, berapa porsi, harga, dan totalnya dengan luar biasa cepat. Nenek yang sudah sangat sepuh itu sudah tidak ada lagi di sini.

2 bungkus nasi jamblang, 1 semur tahu, satu sambal jamblang, 1 telur dadar, 1 perkedel kentang, sepotong ikan, dan satu tusuk sate kentang yang saya makan ini harganya sekitar Rp14.000 dan rasanya luar biasa enak.

Cirebon (9)

Denpe yang baru kali pertama mencicipi nasi jamblang.

Cirebon (10)

Dari Nasi Jamblang Pelabuhan, kami diantar Pak Pres ke Kawasan Batik Trusmi lalu diumbar di situ sedangkan Pak Pres dan keluarga kembali ke rumahnya.

Cirebon (20)

Trusmi dari arah perempatan pasar.

Cirebon (19)

Tujuan pertama saya pagi itu adalah Batik Annur di Jalan Trusmi Kulon, No. 435 telp 0231-321762. Saya selalu mengunjungi toko batik milik Bu Haji entah siapa namanya ini setiap kali ke Cirebon.

Cirebon (13)

Dulu saya sering menghabiskan waktu seharian pada saat akhir pekan di sini jika tidak bepergian ke mana-mana sehingga saya sudah hafal seluk beluk toko ini dan sudah entah berapa kali ganti penjaga toko.

Cirebon (12)

Saya membeli beberapa batik di bawah ini dengan harga yang cukup murah dan masih bisa ditawar apalagi jika sedang ada Bu Haji maka langsung saya geboy Ibunya untuk memberi diskon tambahan.

Cirebon (11)

Dari Batik Annur, kami berpindah ke toko batik di depan Annur. terlihat beberapa batik dengan gradasi warna yang sangat banyak dan cantik ini tetapi harganya lumayan sehingga saya tidak jadi membelinya. ๐Ÿ˜€

Cirebon (15)

Lalu kami meluncur ke arah pasar lagi ke Batik Asofa di Jalan Trusmi Kulon, No. 200, Plered, 45154 telp 0231-325219. Kebetulan si Jelo saat itu memesan batik mega mendhung warna oranye di mana di Asofa ini kebetulan stok mega mendhungnya sedang lengkap sehingga saya membelikannya di sini.

Cirebon (16)

Dan malah kalap membeli belasan pasang kain batik dan selendang yang sedang didiskon untuk hadiah lebaran nenek, bulik, budhe, serta keluarga saya di Malang. Di Asofa ini kita bisa membeli es durian, bubur sumsum, empal, dan beberapa camilan lain di depan toko, jadi sambil jangan khawatir haus atau lapar. Batik yang siap saya bawa dan es durian untuk mendinginkan kepala agar tidak semakin kalap belanja.

Cirebon (17)

Untung punya porter jadi tidak perlu repot bawa belanjaan. ๐Ÿ˜€

Cirebon (18)

Setelah dari Trusmi, kami kembali ke rumah Pak Pres dan segera bersiap kembali ke Jakarta. Kami mampir makan siang yang telat banget sekitar pukul 14.30 di Nasi Lengko H. Barno di Jalan Pagongan, Cirebon. Sebenarnya ada Nasi Lengko Pagongan Ibu Sukinah yang menurut banyak orang lebih enak dari Nasi Lengko H. Barno yaituย  yang letaknya di Gang Bie Liong sekitar 20 meter di deretan Nasi Lengko H. Barno arah Jalan Parujakan, namun nasi lengko ini cepat sekali habis dan tutup sehingga jika ingin mencicipinya harus datang di waktu yang tepat antara pukul 10 hingga 12.00 wib.

Cirebon (21)

Saat itu saya menghabiskan 2 porsi nasi lengko dengan sate beberapa kambing tusuk. Harga seporsi sate kambing isi 10 tusuk Rp30.000, sedangkan seporsi nasi lengko harganya Rp9.000. Ada es durian juga di sini jika kita ingin lebih fly setelah makan sate kambing.

Cirebon (22)

Dari Nasi Lengko H. Barno, kami menuju ke Pangestu, toko oleh-oleh khas Cirebon, yang juga favorit bos saya dulu dan memang menyajikan oleh-oleh khas Cirebon dengan kualitas terbaik dan harga yang bersaing. Favorit saya yang juga favorit bos saya adalah teri kacang. Dengan harga sekitar Rp35.000 untuk toples kecil ukuran 200g, kita bisa menikmati teri kacang yang benar-benar nikmat. Saya sering makan oatmeal, nasi merah, atau nasi putih hanya dengan teri kacang ini. Enak banget. Beneran. Oleh-oleh wajib dari Cirebon deh.

Cirebon (23)

Toko Oleh-Oleh Pangestu berada di jalan Sukalila Selatan Nomor 49 Cirebon, telp 0231-204073. Sekarang Pangestu membuka Pangestu Point di Jalan Siliwangi 165, dekat Super Indo Siliwangi arah PGC, Cirebon telep 0231-243456.

Cirebon (24)

hampir pukul 16.00 wib kami tiba di Stasiun Cirebon dan harus bersiap mengakhiri petualangan akhir pekan di Purwokerto dan Cirebon.

Cirebon (25)

Inside Cirebon Kejaksan Railway Station.

Cirebon (26)

This station is getting better and bigger since i left thisย  city.

Cirebon (27)

Bye Cirebon.

Cirebon (14)

Selfie ๐Ÿ˜€

Cirebon (28)

Senja tanpamu. Memang pernah senja bersamamu?
Cirebon (29)

Another sunset view on our way from Cirebon to Pasar Senen Sailway Station in Jakarta.

Cirebon (30)