Jakarta City Tour Part II

Setelah dari es krim Ragusa, kami melanjutkan perjalanan ke Museum Taman Prasasti.

City Tour  (33)

Harga tiket masuk museum Taman Prasasti ini Rp5.000 per orang.

City Tour  (35)

Pose….

City Tour  (58)

Pose lagi…

City Tour  (61)

Dan kami pun menonton video Agnes Monica “Tanpa Kekasihku” yang syuting di sini untuk menirukan adegan apa yang bisa kami lakukan di sini. Dan begini hasilnya.
City Tour  (34)

Lalu…

City Tour  (59)

Lalu ini…

City Tour  (53)

Ini…

City Tour  (52)

lagi…

City Tour  (56)

lagi…

City Tour  (54)

dan lagi…

City Tour  (60)

dan adegan begini.

City Tour  (57)

Ada pula prasasti atas nama James Alexander Bond yang kemudian saya pose tiduri.

City Tour  (51)

Setelah itu kami berpindah ngadem di mal. Bertiga benikmati semangkok macha teh hijau seharga Rp55.000. Pertama kalinya saya mencicipi hidangan ini. Es campur cincau dikasih eskrim dungdung mungkin lebih cocok dengan lidah dan kantong saya.

City Tour  (36)

Setelah duduk dan ngobrol ngalor ngidul dari Asar hingga maghrib di GI, kami berpindah ke Jalan Sabang.

City Tour  (37)

Nadia mencoba soto ranjau (tulang-tulang ayam) di Soto Ceker dan Ranjau Pak Gendut.

City Tour  (38)

Seafood yang selalu ramai di Jalan Sabang.

City Tour  (39)

Di antara beberapa tempat makan di dekat perempatan Sabang ini, favorit saya adalah Kopi Oey d.h. Kopitiam Oey punya Pak Bondan, serta Sabang 16 yang ngeheits dulu saat zaman twitter.

City Tour  (40)

Menyusuri Jalan Kebon Sirih.

City Tour  (41)

Kami di Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih. Awalnya kami duduk di dekat tempat menggoreng nasi tetapi karena bau daging kambing yang menyengat maka para gadis mengusulkan pindah tempat.

City Tour  (42)

Seporsi nasi goreng kambing Kebon Sirih dihargai Rp30.000 dengan potongan daging, lemak, dan jeroan kambing yang banyak dan rasanya nikmaaaaaaaattttt. My favourite street food in Jakarta.

City Tour  (45)

Mari makan.

City Tour  (43)

Sate kambingnya endeus tetapi harganya sekarang sudah Rp55.000 per porsi 10 tusuk, padahal 2 minggu lalu masih Rp50.000.

City Tour  (44)

Ibu Nyonya yang bayarin kami, walau setelah itu totalan sih.

City Tour  (46)

Memasuki KRL.

City Tour  (47)

Bisa gegoleran gini di KRL padahal biasanya masih ramai banget walau pun akhir pekan.

City Tour  (48)

Dan perjalanan keliling sedikit bagian kota Jakarta hari ini pun berakhir.

City Tour  (49)

Jakarta City Tour Part I

Libur 3 hari di awal bulan Mei kemarin walaupun tidak ke luar kota tetapi saya berhasil melewatinya dengan cukup produktif menikmati kota Jakarta yang sedang lengang.

City Tour  (5)

Saya mengajak rombongan teman-teman #PJ11AdventureClub untuk naik bus tingkat City Tour. Dari awalnya cukup banyak yang tertarik hingga akhirnya hanya saya, Nadia, serta Zie yang mengikuti tour kali ini.

City Tour  (6)

Di jembatan penyeberangan Halte Bunderan HI.

City Tour  (1)

Di mana kita harus menunggu City Tour Bus? Di depan Louis Vuitton Store. Halte bus tingkat untuk keliling kota ada di depan Vuitton Store ini.

City Tour  (7)

Kondektur bus yang ramah dan cukup bagus mengatur penumpang.

City Tour  (2)

Untuk menaiki bus ini tidak dipungut biaya sama sekali dan sepuas-puasnya kita saja mau berapa kali putaran dan turun atau naik di halte mana selama masih di jam operasi dan halte yang ditentukan.

City Tour  (3)

Jumlah penumpang bus ini juga dibatasi sebanyak jumlah kursi sehingga jangan takut tidak kebagian kursi dan harus berdiri karena kondektur akan melarang calon penumpang masuk jika kapasitas sudah tidak memungkinkan semua penumpang untuk duduk.

City Tour  (4)

Kita bisa menunggu bus ini di beberapa halte yaitu:

– Halte Bunderan HI depan Louis Vuitton Store

– Halte Museum Nasional

– Halte Bank ANZ dekat Harmoni

– Halte Kantor Pos dekat Gedung Kesenian Jakarta

-Halte Istiqlal

– Halte Monas

– Halte Balai Kota

City Tour  (50)

Setelah menaiki bus satu putaran untuk mengetahui rutenya, maka kami memutuskan untuk berjenti di Museum Nasional.

City Tour  (23)

Serasa akan diterkam badai.

City Tour  (8)

Area playground di antara 2 gedung Museum Nasional.

City Tour  (22)

Di museum ini banyak sekali arca-arca, keramik, maupun benda-benda khas berbagai daerah di Indonesia. Bagian arca dan patung-patung.

City Tour  (9)

Zie dan Nadia gelandotan di tiang.

City Tour  (10)

Bagian wilayah Papua.

City Tour  (11)

Di bagian gedung satunya terdapat 4 lantai yang masing-masing ada temanya.

City Tour  (21)

Di lantai 1 ini temanya manusia dan lingkungan.

City Tour  (20)

Bagian lain museum.

City Tour  (15)

Headdress yang indah.

City Tour  (16)

Miniatur perahu.

City Tour  (14)

Seperti monogram Louis Vuitton tetapi bentuknya mirip Louis Vuitton x Yayoi Kusama pumpkin clutch.

City Tour  (17)

Di lantai 4 ini sungguh indah. Penuh dengan emas dan keramik yang sungguh luar biasa indah akan tetapi kita dilarang memotret di dalam ruangan sehingga ini hasil mengambil gambar dari luar ruangan.

City Tour  (18)

Bagus kan?

City Tour  (19)

Ada beberapa peta besar tentang sebaran suku, bahasa, dsb.

City Tour  (12)

Menunggu bus untuk menuju Halte Istiqlal.

City Tour  (24)

Bagi Anda yang ingin jalan-jalan keliling (sebagian wilayah) Jakarta dengan gratis dan nyaman, terutama bersama anak-anak dan keluarga di akhir pekan, mungkin Anda perlu sekali-kali mencoba city tour dengan bus ini. Hmmmm… Subhanalloh.

City Tour  (25)

Bus kali ini kondekturnya cewek, begitu pun supirnya.

City Tour  (26)

Dan kami pun turun di Halte Istiqlal untuk menuju es krim “Ragusa”. Antrenya panjang kali dan kudu ngetag di dekat orang yang kira-kira mau selesai agar segera dapat jatah kursi. *sambil melotot*

City Tour  (27)

Berikut daftar menu dan harga di Ragusa.

City Tour  (29) City Tour  (28)

Ada beberapa penjual makanan di depan ragusa yang bisa kita pesan sebagai pendamping makan es krim, yaitu sate ayam, gado-gado, asinan dan juhi, serta otak-otak.

City Tour  (62)

Menunggu pesanan lengkap.

City Tour  (30)

Dan ini dia seluruh pesanan kami. Harga es krim 3 warna, banana split, rum raisin dalah Rp80.000. Seporsi sate ayam dihargai RFp25.000, seporsi asinan dan seporsi juhi Rp30.000, serta 10 buah otak-otak dihargai Rp25.000.

City Tour  (31)

Yeayyyy…

City Tour  (32)